
Foto: Terlihat Antrian Panjang Yang Sering Terjadi dipintu Masuk (Gate) Pelabuhan Continer International dan Domestik Belawan.
MITRAPOLDA.COM, Belawan – Sejumlah supir truk yang beroperasi di kawasan Pelabuhan Belawan mengeluhkan kinerja operasional perusahaan pengelola terminal peti kemas, PT Belawan New Container Terminal. Para supir menilai pelayanan bongkar muat di terminal tersebut sering mengalami keterlambatan akibat kerusakan alat dan kurangnya koordinasi di lapangan.

Foto: Salah Satu RTG (Rubber Tyred Gantry Crane) no 29 di BNCT Yang Pernah Terbakar Namun Sudah Berbulan Lama nya Kelihatan Tak Ada Perbaikan Sehingga Mengurangi Kapasitas Pelayanan Bongkar Muat di Dalam Pelabuhan Internasional BNCT.
Salah seorang supir truk yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sudah cukup lama terjadi dan berdampak langsung pada penghasilan para supir. Ia mencontohkan keterlambatan yang dialaminya saat melakukan aktivitas muat di terminal.
“Banyak alat di pelabuhan BNCT ini yang rusak, sering terkendala kalau mau muat. Contohnya, saya dari tadi siang jam 16.00 WIB sudah antre, tapi baru dimuat sekitar jam 20.00 WIB. Hal seperti ini membuat trip kami berkurang,” ujarnya kepada wartawan.
Menurutnya, lambatnya proses bongkar muat tidak hanya merugikan para supir, tetapi juga berpotensi menghambat kelancaran distribusi barang dari dan menuju pelabuhan. Para supir yang menggantungkan pendapatan dari jumlah perjalanan (trip) yang mereka lakukan setiap hari mengaku sangat terdampak jika proses muat berlangsung terlalu lama.
Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut menimbulkan ketidakpuasan di kalangan supir truk yang setiap hari bekerja di kawasan pelabuhan. Para supir berharap pihak manajemen segera melakukan pembenahan terhadap peralatan operasional yang rusak agar aktivitas bongkar muat dapat berjalan lebih cepat dan efisien.
“Kalau alat sering rusak dan antrean lama, otomatis trip kami berkurang. Padahal penghasilan kami tergantung dari banyaknya perjalanan yang bisa dilakukan dalam sehari,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh beberapa pekerja lainnya yang berada di lingkungan pelabuhan. Mereka menilai masih kurangnya koordinasi dan komunikasi serta kepedulian manajemen BNCT pengambil kebijakan di dalam operasional terminal, yang kerap menyebabkan keterlambatan dalam proses bongkar muat peti kemas.
Para pekerja berharap manajemen PT Pelindo dalam hal ini sebagai pemegang kuasa wilayah pelabuhan dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional di Pelabuhan Internasional Belawan News Continer Terminal (BNCT), termasuk memastikan kesiapan alat penunjang operasional dan meningkatkan koordinasi antar bagian.
Pelabuhan Belawan sendiri merupakan salah satu pintu gerbang utama aktivitas logistik dan perdagangan di wilayah Sumatera Utara, khususnya di Medan dan sekitarnya. Oleh karena itu, kelancaran operasional di terminal peti kemas sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi barang di kawasan tersebut.
Para supir dan pekerja berharap ke depan pihak pengelola terminal dapat meningkatkan pelayanan, memperbaiki fasilitas yang rusak, serta memperkuat koordinasi internal agar aktivitas bongkar muat di pelabuhan dapat berjalan lebih lancar dan profesional.
(MDR)







