Menu

Mode Gelap
Satu Rumah Ludes Terbakar di Pulau Sicanang, Warga Panik Memadam kan Dengan Alat Seadanya Membongkar Borok Medan Utara: CSR Hanya Dinikmati Kroni, Rakyat Diberi Janji Palsu Kolaborasi Polisi dan TNI Respon Laporan Warga soal PETI, 12 Rakit Dimusnahkan Bupati Madina Sebut Pembersihan Sedimen di Lahan Pertanian Desa Sayurmatua Dimulai Pekan Ini Oknum lurah Kampung Lama di Duga Pungli Rp 4 juta ke Korban Banjir Warga Katanya Biar Bantuan Cepat Cair SAT LANTAS POLRES LANGKAT HADIR ATUR KEPULANGAN ANAK SEKOLAH, WUJUDKAN KAMSELTIBCAR LANTAS YANG AMAN DAN KONDUSIF

News

Akankah Indonesia Menjadi “Meksiko-nya Asia”? Pengamat Soroti Penanganan Kasus Narkoba Khususnya di Kota Medan

badge-check

Foto: Diskusi dan Kolaborasi Rules Gaja,S kom Seorang Pengamat Sosial Bersama Tim WJMB.

MITRAPOLDA.COM, Medan, 28 Februari 2026 – Muncul kekhawatiran di tengah masyarakat terkait maraknya kasus narkotika yang dinilai belum menyentuh aktor intelektual atau mafia besar di balik peredaran gelap narkoba. Pengamat sosial Kota Medan, Rules Gaja, S.Kom, mempertanyakan keseriusan pemberantasan jaringan narkoba kelas kakap di Indonesia.

Foto: Sosok Rules Gaja, S kom. Seorang Pengamat Sosial Yang Juga Pimred di Salah Satu Media Online.

“Apakah Indonesia akan menjadi ‘Meksiko-nya Asia’? Apakah kita akan menjadi pabrik sekaligus basis bos kartel narkoba terbesar di kawasan, jika penegakan hukum hanya berhenti pada penangkapan barang bukti dan bandar kelas teri?” ujar Rules Gaja dalam pernyataannya, Jumat (27/2/2026).

 

Ia menyoroti pola penanganan kasus narkoba yang dinilai lebih banyak menampilkan penangkapan tersangka lapangan serta pemusnahan barang bukti secara seremonial, tanpa transparansi yang memadai.

 

Menurutnya, publik sering kali hanya diperlihatkan tumpukan barang bukti yang kemudian dimusnahkan dalam konferensi pers. Namun, masyarakat dan jurnalis tidak memiliki akses untuk memastikan keaslian barang tersebut maupun konsistensi jumlah antara yang disita dan yang dimusnahkan.

 

“Barang bukti dipaparkan ke publik, lalu dimusnahkan. Tapi apakah benar itu barang asli? Apakah jumlahnya sesuai dengan yang diumumkan? Mengapa sering muncul isu sebagian barang hilang atau ‘menguap’?” katanya.

 

Rules juga mengingatkan bahaya jika ada oknum penegak hukum yang justru menjadi beking peredaran narkoba. Menurutnya, bila praktik semacam itu benar terjadi dan tidak ditindak tegas, maka ancaman infiltrasi kartel internasional ke Indonesia bukan lagi sekadar wacana.

 

Belajar dari Meksiko: Bayang-Bayang Kartel Global

Kekhawatiran tersebut merujuk pada pengalaman pahit Meksiko dalam menghadapi kartel narkoba berskala global, seperti Nemesio Oseguera Cervantes, yang dikenal dengan alias El Mencho.

 

El Mencho merupakan pendiri sekaligus pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG), salah satu kartel paling berbahaya di dunia. Pemerintah Amerika Serikat bahkan menetapkan hadiah 15 juta dolar AS bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi yang mengarah pada penangkapannya.

 

CJNG dituding sebagai aktor utama banjir fentanil ilegal ke Amerika Serikat dan memiliki jaringan distribusi di lebih dari 40 negara. Pada Februari 2025, pemerintah AS secara resmi menetapkan CJNG sebagai organisasi teroris asing, menandai eskalasi serius dalam perang melawan narkotika global.

 

Dari Polisi ke Raja Kartel

El Mencho lahir pada Juli 1966 di Michoacán, Meksiko. Jejak kriminalnya bermula saat ia berada di Amerika Serikat dan dihukum penjara pada 1994 di California atas konspirasi distribusi heroin.

 

Sekembalinya ke Meksiko, ia sempat menjadi anggota kepolisian di Jalisco. Namun kemudian kembali ke dunia kriminal dan membangun jaringan yang kelak menjelma menjadi kekuatan kartel besar. Kebangkitannya semakin pesat setelah penangkapan Joaquín Guzmán, bos Kartel Sinaloa.

 

CJNG sendiri lahir sebagai pecahan Kartel Milenio pada awal 2010-an. Dengan dukungan jaringan finansial dan logistik dari kelompok Los Cuinis, CJNG berkembang menjadi organisasi dengan struktur terdesentralisasi yang kuat—menyerupai sistem “waralaba” kriminal.

 

Kekerasan Terbuka dan Tantangan Negara

CJNG dikenal brutal. Pada 2015, kelompok ini menembak jatuh helikopter militer Meksiko dalam sebuah operasi keamanan di Jalisco. Meski diburu aparat Meksiko dan lembaga seperti Drug Enforcement Administration (DEA), El Mencho selama bertahun-tahun tetap sulit disentuh.

 

Para analis menyebut, sekalipun seorang gembong ditangkap atau tewas, jaringan kartel yang telah terdesentralisasi tetap dapat bertahan dan beregenerasi. Inilah yang membuat perang melawan narkotika menjadi konflik jangka panjang, kompleks, dan penuh tantangan struktural.

 

Indonesia di Persimpangan Jalan

Rules Gaja menilai, Indonesia saat ini berada di persimpangan penting. Dengan posisi geografis strategis, jumlah penduduk besar, dan jalur perdagangan internasional yang padat, Indonesia berpotensi menjadi pasar sekaligus transit narkoba internasional jika pengawasan dan integritas aparat tidak diperkuat.

 

Ia mendesak agar: Transparansi pemusnahan barang bukti diperketat dengan pengawasan independen.

Penindakan tidak berhenti pada kurir dan bandar kecil, tetapi menyasar jaringan keuangan dan aktor intelektual.

Pengawasan internal terhadap aparat penegak hukum diperkuat untuk mencegah praktik beking dan korupsi.

Pemerintah memperluas pendekatan pencegahan melalui edukasi dan rehabilitasi.

 

“Jangan sampai kita baru sadar ketika jaringan kartel sudah mengakar kuat dan negara kewalahan. Meksiko adalah pelajaran nyata bahwa ketika mafia narkoba tumbuh lebih cepat daripada kapasitas negara, dampaknya bisa sistemik dan berkepanjangan,” pungkasnya.

 

Kekhawatiran ini menjadi alarm bagi semua pihak bahwa perang melawan narkoba bukan hanya soal jumlah tangkapan atau barang yang dimusnahkan, melainkan soal membongkar ekosistem kejahatan secara menyeluruh—dari hulu hingga hilir.

(Tim)

Baca Lainnya

Satu Rumah Ludes Terbakar di Pulau Sicanang, Warga Panik Memadam kan Dengan Alat Seadanya

5 Mei 2026 - 19:03 WIB

Membongkar Borok Medan Utara: CSR Hanya Dinikmati Kroni, Rakyat Diberi Janji Palsu

1 Mei 2026 - 04:12 WIB

Lagi Dan Lagi, Warga Medan Utara Terimbas Naas Dampak Abai nya Pejabat Pemangku Kebijakan Yang Tak Peduli Nasib Rakyat

29 April 2026 - 00:19 WIB

Andi Ardianto Terpilih Secara Aklamasi, FORMABEM Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Belawan Periode 2026-2029

26 April 2026 - 21:09 WIB

Arsyadul Afkar Terpilih sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Syariah Periode 2026–2027

25 April 2026 - 23:24 WIB

Selamat dan Sukses atas Terpilihnya M.Taufik Hidayat sebagai Ketua Dema Fakultas Syariah Periode 2026–2027

25 April 2026 - 22:23 WIB

Kebakaran Lagi Melanda Pabrik PT Agro Jaya Perdana di Medan Labuhan

25 April 2026 - 21:41 WIB

PENGELOLAAN GATE PASS OLEH PT KAWASAN INDUSTRI MEDAN, DI KAWASAN INDUSTRI MEDAN BLOK 1 DAN BLOK 2

23 April 2026 - 22:19 WIB

18 April 2026 - 23:08 WIB

POM TNI Dari Kodaeral 1, Gulung Begal Sadis di Belawan

17 April 2026 - 01:25 WIB

Manejer SPBU Sitada Tada Arogan Tanggapi Berita Penyelewengan BBM Subsidi

17 April 2026 - 01:24 WIB

Maruli Siahaan Serahkan Penyaluran Bantuan Kepada Masyarakat Terdampak Bencana Banjir-longsor Di Wilayah Sembahe

15 April 2026 - 00:37 WIB

Mahasiswi PGSD UNUSU Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Tragis di Simpang Kantor Medan Labuhan

15 April 2026 - 00:29 WIB

Ribuan Masyarakat Hadiri Halal bihal Pemkab Madina di Gunung Baringin

15 April 2026 - 00:22 WIB

Mutasi Dan Pergantian Jabatan KAJATI Sumut

13 April 2026 - 21:54 WIB

Kepsek Baru SMPN 2 Padang Bolak Paluta Datang Membawa Perubahan

13 April 2026 - 17:48 WIB

Kasus Dugaan Pungli 4 Anggota DPRD Medan Masih “Gantung”, Publik Tunggu Kepastian Hukum

13 April 2026 - 00:23 WIB

MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI IV PADANG LAWAS MELAKSANAKAN TES KEMAMPUAN AKADEMIK( TKA ) TAHUN 2026

10 April 2026 - 21:04 WIB

Insiden KM Bintang Mas, Executive GM Pelindo Regional 1 Jamin Pelayanan Optimal di Dermaga Ujung Baru Belawan

10 April 2026 - 20:18 WIB

Siang Bolong, Toko Bangunan 3 Lantai di Marelan Hangus Dilalap Sijago Merah

9 April 2026 - 14:26 WIB

Trending di News