Menu

Mode Gelap
Acara Syukuran Hari Jadi Polwan Ke 78 dan Pelepasan Purna Bakti Polres Batu Bara Kejati Sumut Salurkan Aduan Dugaan Kerugian Keuangan Negara di Dinas PMD Palas ke Kejari Setempat PEMKO PADANGSIDIMPUAN GAGAL MENYEGEL GUDANG UD. CINDY, KARENA MEMENTINGKAN KELUHAN PEKERJA Bupati Madina dan Wabup Hadiri Pelantikan Pengurus Kadin Periode 2026-2030 GPM PALAS Gelar Aksi Jilid II di Depan PKS PT KAS Ujung Batu, Desak Hentikan Operasional Akibat Dugaan Pencemaran Sungai Aek Tinga CAPAIAN IKAD KOTA TEBING TINGGI RAIH KATEGORI UNGGUL, WALI KOTA IMAN IRDIAN SARAGIH SIAP OPTIMALKAN INKLUSI KEUANGAN

News

Akankah Indonesia Menjadi “Meksiko-nya Asia”? Pengamat Soroti Penanganan Kasus Narkoba Khususnya di Kota Medan

badge-check

Foto: Diskusi dan Kolaborasi Rules Gaja,S kom Seorang Pengamat Sosial Bersama Tim WJMB.

MITRAPOLDA.COM, Medan, 28 Februari 2026 – Muncul kekhawatiran di tengah masyarakat terkait maraknya kasus narkotika yang dinilai belum menyentuh aktor intelektual atau mafia besar di balik peredaran gelap narkoba. Pengamat sosial Kota Medan, Rules Gaja, S.Kom, mempertanyakan keseriusan pemberantasan jaringan narkoba kelas kakap di Indonesia.

Foto: Sosok Rules Gaja, S kom. Seorang Pengamat Sosial Yang Juga Pimred di Salah Satu Media Online.

“Apakah Indonesia akan menjadi ‘Meksiko-nya Asia’? Apakah kita akan menjadi pabrik sekaligus basis bos kartel narkoba terbesar di kawasan, jika penegakan hukum hanya berhenti pada penangkapan barang bukti dan bandar kelas teri?” ujar Rules Gaja dalam pernyataannya, Jumat (27/2/2026).

 

Ia menyoroti pola penanganan kasus narkoba yang dinilai lebih banyak menampilkan penangkapan tersangka lapangan serta pemusnahan barang bukti secara seremonial, tanpa transparansi yang memadai.

 

Menurutnya, publik sering kali hanya diperlihatkan tumpukan barang bukti yang kemudian dimusnahkan dalam konferensi pers. Namun, masyarakat dan jurnalis tidak memiliki akses untuk memastikan keaslian barang tersebut maupun konsistensi jumlah antara yang disita dan yang dimusnahkan.

 

“Barang bukti dipaparkan ke publik, lalu dimusnahkan. Tapi apakah benar itu barang asli? Apakah jumlahnya sesuai dengan yang diumumkan? Mengapa sering muncul isu sebagian barang hilang atau ‘menguap’?” katanya.

 

Rules juga mengingatkan bahaya jika ada oknum penegak hukum yang justru menjadi beking peredaran narkoba. Menurutnya, bila praktik semacam itu benar terjadi dan tidak ditindak tegas, maka ancaman infiltrasi kartel internasional ke Indonesia bukan lagi sekadar wacana.

 

Belajar dari Meksiko: Bayang-Bayang Kartel Global

Kekhawatiran tersebut merujuk pada pengalaman pahit Meksiko dalam menghadapi kartel narkoba berskala global, seperti Nemesio Oseguera Cervantes, yang dikenal dengan alias El Mencho.

 

El Mencho merupakan pendiri sekaligus pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG), salah satu kartel paling berbahaya di dunia. Pemerintah Amerika Serikat bahkan menetapkan hadiah 15 juta dolar AS bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi yang mengarah pada penangkapannya.

 

CJNG dituding sebagai aktor utama banjir fentanil ilegal ke Amerika Serikat dan memiliki jaringan distribusi di lebih dari 40 negara. Pada Februari 2025, pemerintah AS secara resmi menetapkan CJNG sebagai organisasi teroris asing, menandai eskalasi serius dalam perang melawan narkotika global.

 

Dari Polisi ke Raja Kartel

El Mencho lahir pada Juli 1966 di Michoacán, Meksiko. Jejak kriminalnya bermula saat ia berada di Amerika Serikat dan dihukum penjara pada 1994 di California atas konspirasi distribusi heroin.

 

Sekembalinya ke Meksiko, ia sempat menjadi anggota kepolisian di Jalisco. Namun kemudian kembali ke dunia kriminal dan membangun jaringan yang kelak menjelma menjadi kekuatan kartel besar. Kebangkitannya semakin pesat setelah penangkapan Joaquín Guzmán, bos Kartel Sinaloa.

 

CJNG sendiri lahir sebagai pecahan Kartel Milenio pada awal 2010-an. Dengan dukungan jaringan finansial dan logistik dari kelompok Los Cuinis, CJNG berkembang menjadi organisasi dengan struktur terdesentralisasi yang kuat—menyerupai sistem “waralaba” kriminal.

 

Kekerasan Terbuka dan Tantangan Negara

CJNG dikenal brutal. Pada 2015, kelompok ini menembak jatuh helikopter militer Meksiko dalam sebuah operasi keamanan di Jalisco. Meski diburu aparat Meksiko dan lembaga seperti Drug Enforcement Administration (DEA), El Mencho selama bertahun-tahun tetap sulit disentuh.

 

Para analis menyebut, sekalipun seorang gembong ditangkap atau tewas, jaringan kartel yang telah terdesentralisasi tetap dapat bertahan dan beregenerasi. Inilah yang membuat perang melawan narkotika menjadi konflik jangka panjang, kompleks, dan penuh tantangan struktural.

 

Indonesia di Persimpangan Jalan

Rules Gaja menilai, Indonesia saat ini berada di persimpangan penting. Dengan posisi geografis strategis, jumlah penduduk besar, dan jalur perdagangan internasional yang padat, Indonesia berpotensi menjadi pasar sekaligus transit narkoba internasional jika pengawasan dan integritas aparat tidak diperkuat.

 

Ia mendesak agar: Transparansi pemusnahan barang bukti diperketat dengan pengawasan independen.

Penindakan tidak berhenti pada kurir dan bandar kecil, tetapi menyasar jaringan keuangan dan aktor intelektual.

Pengawasan internal terhadap aparat penegak hukum diperkuat untuk mencegah praktik beking dan korupsi.

Pemerintah memperluas pendekatan pencegahan melalui edukasi dan rehabilitasi.

 

“Jangan sampai kita baru sadar ketika jaringan kartel sudah mengakar kuat dan negara kewalahan. Meksiko adalah pelajaran nyata bahwa ketika mafia narkoba tumbuh lebih cepat daripada kapasitas negara, dampaknya bisa sistemik dan berkepanjangan,” pungkasnya.

 

Kekhawatiran ini menjadi alarm bagi semua pihak bahwa perang melawan narkoba bukan hanya soal jumlah tangkapan atau barang yang dimusnahkan, melainkan soal membongkar ekosistem kejahatan secara menyeluruh—dari hulu hingga hilir.

(Tim)

Baca Lainnya

Camat Bersama Pj Kades Huta Julu Hadiri Pengajian Maulid Nabi Muhammad

2 September 2026 - 21:35 WIB

BOM WAKTU DI DERMAGA PELABUHAN GABION BELAWAN: APAKAH INI DAMPAK DARI BBM OPLOSAN

23 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Anak Muda Belawan Hidupkan Semangat Kemerdekaan Lewat Seni: Teater Dermaga Hadirkan “MARTINI AKU INGIN PERGI”

20 Agustus 2026 - 22:12 WIB

WJMB DESAK PELINDO BUKA DATA TJSL: JANGAN SAMPAI MASYARAKAT SEKITAR PELABUHAN HANYA MENJADI PENONTON DI TANAH SENDIRI

18 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Kasat Binmas Polres Pelabuhan Belawan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI Bersama Nelayan KNTI Bagan Deli

17 Agustus 2026 - 15:46 WIB

DPP TKN Kompas Nusantara Ajak Masyarakat Ambil Peran, Pembukaan Kepengurusan DPD Se Indonesia

17 Agustus 2026 - 14:19 WIB

Polres Pelabuhan Belawan Gelar Sertijab Wakapolres dan Kapolsek Hamparan Perak, Sejumlah Pejabat Baru Dilantik

15 Agustus 2026 - 11:33 WIB

Polantas Karib, Sat Lantas Polres Pelabuhan Belawan Kenalkan Polisi sebagai Sahabat Anak Sejak Usia Dini

15 Agustus 2026 - 11:24 WIB

Sat Resnarkoba Polres Pelabuhan Belawan Tangkap Dua Pengedar dan Seorang Pengguna Sabu di Hamparan Perak

14 Agustus 2026 - 11:07 WIB

POHON DITEBANG, INFORMASI DIPERTANYAKAN: DLH MEDAN DITUNTUT BUKA TERANG TERKAIT PROYEK BRT MEBIDANG

13 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Sat Resnarkoba Polres Pelabuhan Belawan Ringkus Pengedar Sabu di Medan Labuhan, Sita Uang Hasil Penjualan

13 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Diduga Berawal dari Kios BBM Eceran, Kebakaran Hebat Ludeskan 5 Kios di Jalan Veteran Helvetia

6 Agustus 2026 - 03:51 WIB

Imigrasi Belawan Hadirkan Pasporia Saat Car Free Day, Warga Bisa Urus Paspor di Hari Libur

4 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Aktivis Soroti Informasi Publik BNCT, Minta Kondisi Operasional Disampaikan Secara Transparan Sesuai Fakta Lapangan

1 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Merajut Asa di Tengah Kemiskinan Belawan: Perjuangan Arsa Kartika Menjemput Pendidikan di Bayang-Bayang Gemerlap Kawasan Industri

25 Juli 2026 - 00:18 WIB

KECAMAN KERAS ATAS KETIDAKPEDULIAN WALIKOTA MEDAN DAN MANGKRAKNYA JANJI CSR BNCT SERTA PELANGGARAN HAK PEKERJA DI BELAWAN

23 Juli 2026 - 16:18 WIB

Waduh!!! Nama Kahiyang Ayu Disebut di Sidang Korupsi Medan Fashion Festival

23 Juli 2026 - 16:11 WIB

Tragis, Ratusan Kalinya! Jalan Hancur Lintasan Belawan Kembali Renggut Nyawa Pengantin Baru, Warga: “Rico Waas Jangan Hanya Pencitraan di Atas Penderitaan Rakyat

23 Juli 2026 - 01:00 WIB

AKBP Aditya S.P. Sembiring M., SIK, Resmi Menjabat Kapolres Pelabuhan Belawan, Menggantikan Pejabat Lama AKBP Rosef Efendi, SIK., MH., CPHR.

18 Juli 2026 - 00:34 WIB

Dibalik Krisis BBM di Sumut: Tradisi Setoran dan Manajemen Elnusa Petrofin Yang Tak Kompeten

17 Juli 2026 - 00:23 WIB

Trending di News