Menu

Mode Gelap
Acara Syukuran Hari Jadi Polwan Ke 78 dan Pelepasan Purna Bakti Polres Batu Bara Kejati Sumut Salurkan Aduan Dugaan Kerugian Keuangan Negara di Dinas PMD Palas ke Kejari Setempat PEMKO PADANGSIDIMPUAN GAGAL MENYEGEL GUDANG UD. CINDY, KARENA MEMENTINGKAN KELUHAN PEKERJA Bupati Madina dan Wabup Hadiri Pelantikan Pengurus Kadin Periode 2026-2030 GPM PALAS Gelar Aksi Jilid II di Depan PKS PT KAS Ujung Batu, Desak Hentikan Operasional Akibat Dugaan Pencemaran Sungai Aek Tinga CAPAIAN IKAD KOTA TEBING TINGGI RAIH KATEGORI UNGGUL, WALI KOTA IMAN IRDIAN SARAGIH SIAP OPTIMALKAN INKLUSI KEUANGAN

News

Sumatera Gelap Gulita: Klaim ‘Orang Desa Tak Terpengaruh Dollar’ Terbantah, Rakyat Jadi Korban Bobroknya Manajemen PLN Dan Gurita Korupsi

badge-check


					Sumatera Gelap Gulita: Klaim ‘Orang Desa Tak Terpengaruh Dollar’ Terbantah, Rakyat Jadi Korban Bobroknya Manajemen PLN Dan Gurita Korupsi Perbesar

 

MITRAPOLDA.COM, Medan – Pulau Sumatera kembali dihantam krisis energi berskala masif. Sejak Kamis malam, 22 Mei 2026 pukul 18.45 WIB hingga melintasi dini hari pukul 02.00 WIB, aliran listrik di seluruh provinsi dari ujung Aceh hingga Lampung padam total (blackout). Fenomena ini terjadi akibat tumbangnya Sistem Pembangkit Sumbagut dan interkoneksi Sumatera. Hingga berita ini diturunkan, jutaan warga di wilayah perkotaan hingga pelosok pedesaan masih terjebak dalam kegelapan total tanpa ada tanda-tanda pemulihan yang pasti dari pihak PT PLN (Persero).

 

Kelumpuhan total ini memicu gelombang kemarahan dan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Publik secara terbuka mulai mempertanyakan apakah ambruknya sistem kelistrikan nasional ini merupakan dampak langsung dari meroketnya nilai tukar dollar Amerika Serikat yang menyeret harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ke tingkat tertinggi. Ketidakmampuan PLN menjaga stabilitas pasokan listrik diduga kuat akibat kebijakan penghematan ekstrem atau krisis anggaran internal, di mana PLN dipaksa menanggung beban biaya operasional dan bahan baku pembangkit yang kian melambung akibat depresiasi mata uang rupiah.

Kondisi riil di lapangan ini secara telak membantah pernyataan politik Presiden yang sebelumnya sempat mengklaim bahwa “rakyat di pedesaan tidak akan terpengaruh oleh lonjakan kurs dollar”. Fakta pemadaman total dari Aceh sampai Lampung membuktikan sebaliknya: ketika dollar melambung dan krisis BBM menghantam sektor hulu energi, rakyat pedesaanlah yang justru paling pertama dan paling parah merasakan dampaknya. Aktivitas ekonomi lumpuh, layanan publik terhenti, dan masyarakat harus menanggung kerugian materiel akibat kegagalan tata kelola energi nasional.

 

“Pernyataan bahwa rakyat kecil terlindungi dari gejolak ekonomi global adalah ilusi. Hari ini, dari Aceh sampai Lampung, rakyat di desa maupun di kota sama-sama meraba dalam kegelapan. Dollar naik, BBM langka, dan fatalnya, listrik mati total berjam-jam tanpa solusi yang jelas. Ini adalah bukti nyata bahwa krisis global dan bobroknya pengelolaan domestik berdampak langsung ke dapur rakyat terkecil,” ujar salah satu tokoh advokasi masyarakat publik di Sumatera Utara.

 

Di samping faktor makroekonomi, krisis kelistrikan masif ini disinyalir kuat berakar pada minimnya perawatan, pemeliharaan, serta peremajaan peralatan penunjang transmisi oleh manajemen PLN. Alih-alih melakukan modernisasi infrastruktur guna mengantisipasi beban sistem, anggaran operasional diduga kuat terus mengalir ke pos-pos non-prioritas. Publik menduga keras bahwa kelemahan struktural ini terjadi akibat praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang tak terkendali di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

 

Situasi semakin diperparah dengan transisi kelembagaan BUMN yang kini dilebur dan tergabung dalam satu wadah superholding, Danantara. Integrasi raksasa ini alih-alih membawa efisiensi dan transparansi, justru diduga menjadi tameng birokrasi baru yang memperlambat mitigasi krisis dan mengaburkan akuntabilitas keuangan. Konsentrasi kekuasaan ekonomi di bawah Danantara dikhawatirkan mengaburkan pengawasan publik terhadap anggaran perawatan aset-aset vital negara, termasuk infrastruktur kelistrikan yang menguasai hajat hidup orang banyak.

TUNTUTAN DAN DESAKAN MASYARAKAT

– Transparansi Total: Mendesak Direksi PT PLN (Persero) dan jajaran manajemen Danantara untuk membuka data penyebab utama blackout massal serta memberikan kepastian waktu pemulihan penuh di seluruh wilayah Sumatera.

– Audit Investigatif: Meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera melakukan audit investigatif menyeluruh terhadap anggaran perawatan (maintenance) infrastruktur pembangkit dan transmisi PLN yang diduga kuat dikorupsi.

– Evaluasi Superholding: Mendesak DPR RI untuk mengevaluasi kinerja dan transparansi tata kelola BUMN di bawah wadah baru Danantara, agar tidak menjadi sarang baru bagi korupsi struktural yang mengorbankan hak-hak dasar rakyat.

 

Masyarakat Sumatera menuntut pertanggungjawaban nyata, bukan sekadar selebaran permohonan maaf formal yang terus berulang setiap kali pemadaman total terjadi. Jika infrastruktur dasar seperti listrik dan BBM terus dikorbankan demi menutupi beban utang dan kegagalan manajemen, maka gelombang mosi tidak percaya dari seluruh elemen masyarakat di wilayah Sumatera tidak akan lagi terbendung.

(Red)

Baca Lainnya

Camat Bersama Pj Kades Huta Julu Hadiri Pengajian Maulid Nabi Muhammad

2 September 2026 - 21:35 WIB

BOM WAKTU DI DERMAGA PELABUHAN GABION BELAWAN: APAKAH INI DAMPAK DARI BBM OPLOSAN

23 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Anak Muda Belawan Hidupkan Semangat Kemerdekaan Lewat Seni: Teater Dermaga Hadirkan “MARTINI AKU INGIN PERGI”

20 Agustus 2026 - 22:12 WIB

WJMB DESAK PELINDO BUKA DATA TJSL: JANGAN SAMPAI MASYARAKAT SEKITAR PELABUHAN HANYA MENJADI PENONTON DI TANAH SENDIRI

18 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Kasat Binmas Polres Pelabuhan Belawan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI Bersama Nelayan KNTI Bagan Deli

17 Agustus 2026 - 15:46 WIB

DPP TKN Kompas Nusantara Ajak Masyarakat Ambil Peran, Pembukaan Kepengurusan DPD Se Indonesia

17 Agustus 2026 - 14:19 WIB

Polres Pelabuhan Belawan Gelar Sertijab Wakapolres dan Kapolsek Hamparan Perak, Sejumlah Pejabat Baru Dilantik

15 Agustus 2026 - 11:33 WIB

Polantas Karib, Sat Lantas Polres Pelabuhan Belawan Kenalkan Polisi sebagai Sahabat Anak Sejak Usia Dini

15 Agustus 2026 - 11:24 WIB

Sat Resnarkoba Polres Pelabuhan Belawan Tangkap Dua Pengedar dan Seorang Pengguna Sabu di Hamparan Perak

14 Agustus 2026 - 11:07 WIB

POHON DITEBANG, INFORMASI DIPERTANYAKAN: DLH MEDAN DITUNTUT BUKA TERANG TERKAIT PROYEK BRT MEBIDANG

13 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Sat Resnarkoba Polres Pelabuhan Belawan Ringkus Pengedar Sabu di Medan Labuhan, Sita Uang Hasil Penjualan

13 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Diduga Berawal dari Kios BBM Eceran, Kebakaran Hebat Ludeskan 5 Kios di Jalan Veteran Helvetia

6 Agustus 2026 - 03:51 WIB

Imigrasi Belawan Hadirkan Pasporia Saat Car Free Day, Warga Bisa Urus Paspor di Hari Libur

4 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Aktivis Soroti Informasi Publik BNCT, Minta Kondisi Operasional Disampaikan Secara Transparan Sesuai Fakta Lapangan

1 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Merajut Asa di Tengah Kemiskinan Belawan: Perjuangan Arsa Kartika Menjemput Pendidikan di Bayang-Bayang Gemerlap Kawasan Industri

25 Juli 2026 - 00:18 WIB

KECAMAN KERAS ATAS KETIDAKPEDULIAN WALIKOTA MEDAN DAN MANGKRAKNYA JANJI CSR BNCT SERTA PELANGGARAN HAK PEKERJA DI BELAWAN

23 Juli 2026 - 16:18 WIB

Waduh!!! Nama Kahiyang Ayu Disebut di Sidang Korupsi Medan Fashion Festival

23 Juli 2026 - 16:11 WIB

Tragis, Ratusan Kalinya! Jalan Hancur Lintasan Belawan Kembali Renggut Nyawa Pengantin Baru, Warga: “Rico Waas Jangan Hanya Pencitraan di Atas Penderitaan Rakyat

23 Juli 2026 - 01:00 WIB

AKBP Aditya S.P. Sembiring M., SIK, Resmi Menjabat Kapolres Pelabuhan Belawan, Menggantikan Pejabat Lama AKBP Rosef Efendi, SIK., MH., CPHR.

18 Juli 2026 - 00:34 WIB

Dibalik Krisis BBM di Sumut: Tradisi Setoran dan Manajemen Elnusa Petrofin Yang Tak Kompeten

17 Juli 2026 - 00:23 WIB

Trending di News