Menu

Mode Gelap
Imigrasi Kls II TPI Belawan Bersama Rutan Kls 1 Labuhan Deli, Pamerkan Produk Unggulan Warga Binaan di Gerai UMKM Imigrasi Belawan Fraksi PDIP DPRD Sumut Minta BPK-RI Audit Lapangan Merdeka Polda Riau Tangkap Sindikat Pembunuh Gajah Tanpa Kepala Wafatnya Try Sutrisno, Indonesia Kehilangan Jenderal Penjaga Profesionalisme Prajurit Pengurus GNI dan Media Online Gelar Buka Puasa Bersama di Rumah Qur’an Mas’ud Silalahi Krisis Ketenagakerjaan di Era Pemerintahan Prabowo Subianto: 5 Operator Head Truck di Belawan New Container Terminal Di-PHK Sepihak Setelah 9 Tahun Mengabdi

News

Hasil Mediasi Tak di Indahkan Peternak Bebek Resahkan Warga, Pejabat Pemko Binjai Diminta Tegas

badge-check


					Hasil Mediasi Tak di Indahkan Peternak Bebek Resahkan Warga, Pejabat Pemko Binjai Diminta Tegas Perbesar

Binjai | MitraPolda.com

Warga Gang Sulaiman, Lingkung 1, jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Jati Makmur, Kecamatan Binjai Utara, Sumatera Utara menyatakan sikap rasa kecewa dan protes adanya peternak bebek di kawasan padat penduduk. Pasalnya ternak tersebut membuat polusi udara seperti bau tidak sedap dan hama lalat yang menghinggap disetiap rumah yang secara otomatis mengganggu warga sekitar.

Mamik, Salah satu warga mengatakan akibat adanya peternakan bebek di wilayah tersebut, membuat aroma bau busuk dan ratusan hama lalat membuat resah mengganggu kenyamanan.

“Lalat kecil itu banyak kali, jadi penyakit sama kita kalau disekitaran ini, apalagi yang dekat baunya itu menyengat setiap hari. Kalau menurut saya memang dari ternak bebek, karena sebelumnya gak seperti ini, ada sekitar 2 bulan ini. Saya sempat mikir kalau bau itu Cuma dirumah saya saja, rupanya semua merasakan hampir semuanya bau dan ada lalat,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut warga, pihak pemerintah lurah setempat sudah berulang kali memberi peringatan kepada peternak, Namun tidak pernah di indahkan.

“Dan bahkan, baru-baru ini sudah dilakukan mediasi kedua yang dihadiri pihak kecamatan, dinas lingkungan hidup, lurah dan instansi lainnya bersama masyarakat dan peternak bebek itu” ujar warga.

Namun, menurut warga, dari pertemuan kedua tersebut, pihak peternak diminta untuk segera memindahkan ternak bebeknya dari kawasan tersebut selambat-lambatnya sebelum lebaran idul fitri (20/3) nanti.

Dia juga menjelaskan bahwa, keberadaan kandang atau ternak bebek tersebut posisinya ada di belakang gang dengan ratusan ekor bebek yang diternak. Hingga, bau dan lalat berdampak ke depan gang.

“Kita bisa bayangkan yang sampingnya lagi bagaimana, dan sudut pojok rumahnya bagaimana. Pagi sampai malam itu banyak terus lalatnya, tidur pun kita dikerumunin lalat,” ucapnya.

Dia berharap peternak bebek ini bisa memahami dan juga dapat merasakan bau menyengat yang berada disekitaran hingga ratusan hama lalat mengganggu kenyamanan mereka, untuk bisa memindahkan ternak bebek tersebut.

“Itu usaha orang, gak mungkin melarang orang untuk usaha tapi kalau bisa dipindahlah usahanya karena ini pemukiman padat penduduk. Jangan mereka yang untung kami yang kena dampaknya. Kita gak melarang orang usaha tapi kita kena dampaknya kayak hama dan bau,” jelas Mamik.

Bukan untuk pertama kali, pemilik usaha ternak bebek ini sudah kedua kalinya melakukan ternak dan dampak pada masyarakat sekitar.

“Dulu pernah juga, terus kami demo. Kalau dulu itu ternaknya campur, ada ayam, bebek, entok dan ini makin besar. Jalan satu-satunya itu dipindahkan gak mungkin kami suruh dia berhentikan atau mematikan usahanya itu,” tuturnya.

Hal yang senada juga dikatakan oleh Jumangin, sebagai warga juga mengatakan bahwa, pemilik ternak bebek ini tidak layak membuka usaha ternak bebek yang berada dipadat penduduk.

Dia juga mengakui bahwa, dirinya juga sebagai peternak dengan memiliki 20 ekor. Namun, dikelola dengan baik agar tidak mengganggu masyarakat sekitar.

 

“Saya pas sebelah rumahnya. Pintu dan jendela saya gak bisa buka lagi karena bau dan lalat banyak. Saya juga peternak, tapi saya buat bagus mulai dari pembuangan dan lainnya. Kalau dia disitu semua makanya bau,” terangnya sebagai warga yang sudah 50 tahunan lamanya tinggal dilokasi tersebut.

Jumangin sebagai tetangganya juga pernah mengingatkan bahwa, ternak yang dimiliki itu akan bau nantinya. Sebab, lokasi ternak bebek yang dibuat pemilik tertutup dan tanpa ada aliran pembuangan.

Mujiah, juga merasakan banyaknya lalat yang hinggap setiap hari dirumah.

“Kita saling menjaga satu sama lain harusnya,” tambahnya yang berada didepan rumah lokasi ternak bebek ini.

Sebelumnya diketahui, pihak Lurah dan Kepling sudah datang kelokasi ternak bebek tersebut untuk memantau dan meninjau, namun permintaan untuk dipindahkan tidak digubris sama pemilik usaha.

Warga khawatir akan menjadi wabah penyakit dan nantinya warga akan merencanakan demo, jika peternak bebek tersebut tidak bisa memindahkan usaha ternaknya ke lokasi yang layak atau tidak padat penduduk. Hal ini mengingat pentingnya kesehatan masyarakat disekitaran.

Sesuai dalam Peraturan Daerah Kota Binjai nomor 6 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, bahwa ketertiban umum dan ketentraman masyarakat adalah suatu keadaan dinamis yang memungkinkan Pemerintah, Pemerintah Daerah dan masyarakat dapat melakukan kegiatannya dengan tenteram, tertib dan teratur.

Untuk menunjang pelaksanaan pembangunan di daerah secara berkesinambungan, ketenteraman masyarakat dan ketertiban umum merupakan kebutuhan besar dalam melaksanakan pelayanan kesejahteraan masyarakat.

Baca Lainnya

Imigrasi Kls II TPI Belawan Bersama Rutan Kls 1 Labuhan Deli, Pamerkan Produk Unggulan Warga Binaan di Gerai UMKM Imigrasi Belawan

4 Maret 2026 - 00:50 WIB

Fraksi PDIP DPRD Sumut Minta BPK-RI Audit Lapangan Merdeka

3 Maret 2026 - 22:10 WIB

Polda Riau Tangkap Sindikat Pembunuh Gajah Tanpa Kepala

3 Maret 2026 - 21:48 WIB

Wafatnya Try Sutrisno, Indonesia Kehilangan Jenderal Penjaga Profesionalisme Prajurit

2 Maret 2026 - 12:55 WIB

Pengurus GNI dan Media Online Gelar Buka Puasa Bersama di Rumah Qur’an Mas’ud Silalahi

1 Maret 2026 - 22:46 WIB

Krisis Ketenagakerjaan di Era Pemerintahan Prabowo Subianto: 5 Operator Head Truck di Belawan New Container Terminal Di-PHK Sepihak Setelah 9 Tahun Mengabdi

1 Maret 2026 - 12:00 WIB

Aktivis Buruh Dan Tenaga Kerja Geram: Bantahan Manajemen BNCT Melukai Nurani Manusia, Hak Pekerja Belum Diselesaikan BNCT

1 Maret 2026 - 11:14 WIB

Ironi di Balik Rekor 51 Ribu TEUs BNCT: Alat Rusak, Dermaga Kupak Kapik, Sopir Ngamuk, dan Nasib Pekerja yang Terabaikan, Bahkan Kekurangan Jumlah Pekerja di Paksa Menambah Jam Kerja Wajib (Optimal)

28 Februari 2026 - 23:35 WIB

Akses Menuju Pelabuhan Internasional Belawan Memprihatinkan, Pengguna Jalan Pertaruhkan Nyawa di “Gerbang Logistik Dunia

28 Februari 2026 - 15:09 WIB

CitraLand Tanjung Morawa Gelar Ramadhan Fair 2026, Hadirkan Bazar Dan Bantuan Sosial

28 Februari 2026 - 14:34 WIB

Akankah Indonesia Menjadi “Meksiko-nya Asia”? Pengamat Soroti Penanganan Kasus Narkoba Khususnya di Kota Medan

28 Februari 2026 - 14:04 WIB

SAFARI RAMADHAN DI KECAMATAN SOSA TIMUR MASYARAKAT MINTA INFRASTRUKTUR JALAN JADI PRIORITAS

28 Februari 2026 - 03:10 WIB

Tolak Kerja Lembur Akibat Kurang Pekerja Yang Sudah 5 Tahun dipaksakan Manajemen, 5 Operator Head Truck di BNCT Belawan di-PHK Sepihak Setelah 9 Tahun Mengabdi

27 Februari 2026 - 07:48 WIB

Dugaan Maladministrasi dan Intimidasi: 7 Pekerja Operasional BNCT Belawan Diputus Kontrak Sepihak Setelah 9 Tahun Mengabdi

27 Februari 2026 - 00:59 WIB

Kunjungan Jaksa Agung Prof. Dr. H. Sanitiar Burhanuddin, S.H., M.M. (ST Burhanuddin) ke Kejatisu dan Kejari Medan

26 Februari 2026 - 20:34 WIB

Sambut Ramadhan, Imigrasi Belawan Salurkan Bantuan Sembako di Pondok Persulukan Serambi Babussalam

26 Februari 2026 - 18:21 WIB

Eks Gubernur Sumsel Alex Noerdin Meninggal Dunia, Sempat Jalani Operasi Empedu

26 Februari 2026 - 16:26 WIB

WJMB Ucapkan Selamat Kepada Elias Padang Atas Jabatan Baru Sebagai Camat Medan Labuhan

25 Februari 2026 - 20:26 WIB

Ketum WJMB Kecam Keras Dugaan Penganiayaan dan Pengeroyokan oleh Security PT Kimia Tirta Utama, Desak Kapolres Siak Bertindak Tegas

25 Februari 2026 - 13:32 WIB

Terkait Korupsi PNBP, 3 Mantan Kepala KSOP Belawan Ditangkap Kejatisu

24 Februari 2026 - 22:29 WIB

Trending di News