
MITRAPOLDA.COM, Belawan – “Medan Utara di Ambang Kehancuran: FORMABEM Tuntut Janji Wali Kota Rico Waas”
Medan Utara, yang seharusnya menjadi pilar ekonomi dan pintu gerbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar bagi Kota Medan, kini justru menjadi wilayah yang paling terpinggirkan dan tertinggal.
Selama masa kepemimpinan Rico Waas dan Zakiyuddin, kondisi masyarakat di Medan Utara bukannya membaik, justru semakin terpuruk dalam jurang kemiskinan absolut, pengangguran yang merajalela, serta infrastruktur yang hancur total.
Kami, dari FORMABEM, dengan tegas menyatakan bahwa janji-janji manis yang diucapkan Rico Waas saat deklarasi dukungan di depan kantor kami di Belawan kini telah terbukti sebagai omong kosong belaka.
Catatan Kritis FORMABEM atas Kegagalan Kepemimpinan Saat Ini:
– Infrastruktur dan Keamanan: Jalanan hancur tanpa perbaikan total. Keamanan warga semakin tidak terjamin, menciptakan rasa takut dan ketidakpastian di tengah masyarakat.
– Arogansi BUMN: Pelindo, sebagai raksasa BUMN di wilayah kami, menunjukkan sikap apatis dan menutup mata terhadap penderitaan masyarakat sekitar yang justru menjadi korban dampak operasional mereka, tapi kegiatan-kegiatan seremonial yang di lakukan.
– Kegagalan Pelayanan Publik: Program UHC yang berjalan 3 tahun lebih tidak memberikan dampak signifikan akibat semrawutnya data kependudukan. Indikasi penyimpangan anggaran atas data yang tidak kunjung beres ini harus segera diusut. Begitu pula pelayanan Adminduk yang tidak transparan dan tetap nyata mempersulit warga.
– Kroniisme Proyek: Proyek-proyek pemerintah, termasuk proyek MBG (Makan Bergizi), diduga kuat hanya menjadi ajang bagi-bagi kue bagi kroni-kroni pejabat Pemko Medan. Dampaknya, harga kebutuhan pokok melambung tinggi, ibu rumah tangga menjerit, sementara UMKM lokal justru dibiarkan mati kelaparan.
– Pencitraan Banjir: Perbaikan drainase hanya menjadi ajang “pencitraan” saat kunjungan ke lapangan. Pasca kunjungan, masalah banjir tetap tidak terselesaikan dan semakin parah.
– Dana Kelurahan: Penggunaan Dana Kelurahan sangat tidak transparan dan sarat dengan kepentingan pihak-pihak yang dekat dengan lingkaran kekuasaan.
Kami, keluarga besar FORMABEM, merasa sangat menyesal pernah memberikan dukungan kepada sosok yang justru membiarkan Medan Utara semakin amburadul demi memperkaya kroni-kroninya sendiri.
Oleh karena itu, Ketum FORMABEM beserta seluruh jajaran pengurus menyatakan, Mosi Tidak Percaya. Kami muak melihat pencitraan yang di lakukan Rico Waas, tidak percaya kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan atas kegagalannya memenuhi janji kampanye untuk memprioritaskan Medan Utara.
Kami akan menggalang aksi massa untuk menuntut kejujuran dan tindakan konkret.
Kami tidak akan tinggal diam melihat nasib warga kami terus dipermainkan.
Jika Pemerintah Kota Medan terus tidak sanggup atau sengaja membiarkan Medan Utara dalam kondisi sekarat, maka kami menyerukan dengan tegas:
Lepaskan Medan Utara untuk berdiri sendiri dan mengelola nasibnya secara mandiri.
Kami tidak lagi membutuhkan pidato atau kunjungan yang hanya bersifat seremonial. Kami menuntut bukti nyata perubahan, atau kami akan terus bergerak menuntut hak rakyat Medan Utara yang dirampas oleh ketidakadilan ini. (MDR)







