
FORMABEMNEWS, Belawan – Ketua Umum Forum Masyarakat Belawan Membangun (FORMABEM) Bpk. Andi Ardianto, SH, CPM, melayangkan kritik keras terhadap kinerja Walikota Medan, Rico Waas.
FORMABEM menilai hingga saat ini belum ada bentuk kerja nyata yang dirasakan oleh masyarakat, khususnya dalam penanganan infrastruktur di kawasan Medan Utara, seperti Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan dan Kecamatan Medan Marelan.

Menurut Andi Ardianto, warga Belawan sampai detik ini masih harus menderita akibat banjir rob yang tak kunjung teratasi. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya infrastruktur jalan yang rusak dan berlubang, serta buruknya sistem drainase.
“Kami menilai Walikota Medan terkesan tutup mata dengan penderitaan warga di Medan Utara. Belum ada tindakan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. Banjir rob di Belawan masih terus terjadi, jalanan hancur, dan drainase tidak berfungsi dengan baik,” ujar Andi Ardianto dalam keterangan persnya.
Desak Pengadaan Kembali Kapal Keruk di Pesisir Belawan
Sebagai solusi konkret untuk mengatasi banjir rob, FORMABEM mendesak Pemko Medan untuk segera melakukan pengerukan laut di pesisir Belawan yang saat ini kondisinya sudah sangat dangkal.
Andi mengingatkan bahwa pada masa lalu, ada kapal keruk yang khusus beroperasi untuk mengatasi kedangkalan air laut di pesisir Belawan.

Oleh karena itu, FORMABEM meminta Pemko Medan di bawah kepemimpinan Rico Waas untuk bersikap proaktif menjalin kerja sama dengan pihak PT Pelindo dan KSOP Belawan guna menghadirkan kembali kapal keruk tersebut.
Soroti Banjir Menahun di Pasar 3 dan Pasar 4 Marelan
Tidak hanya Belawan, sorotan tajam juga diarahkan ke Kecamatan Medan Marelan. Andi mengungkapkan bahwa kawasan Pasar 3 dan Pasar 4 Marelan kerap menjadi langganan banjir setiap kali hujan turun akibat buruknya sistem drainase.
Kondisi ini dinilai sangat meresahkan dan merugikan perekonomian serta aktivitas sehari-hari masyarakat setempat.
“Pemko Medan harus lebih memperhatikan infrastruktur di Medan Utara. Perbaiki jalan-jalan yang rusak dan benahi drainase di Marelan, khususnya di Pasar 3 dan Pasar 4. Jangan biarkan masyarakat terus-menerus dirugikan akibat pembiaran ini,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Ketua Umum FORMABEM ini memberikan peringatan keras kepada orang nomor satu di Pemko Medan tersebut agar segera turun ke lapangan dan mengeksekusi program kerja nyata di Medan Utara.
“Kami tidak ingin sampai muncul statement atau opini di tengah masyarakat bahwa Walikota Medan saat ini ‘kebanyakan tidur’ untuk wilayah Medan Utara. Kami butuh aksi nyata, bukan sekadar janji atau pencitraan,” pungkas Andi Ardianto, SH, CPM.
(MDR)







