Medan | MitraPolda.com
Mantan Wakil Walikota Medan, H. Aulia Rachman SE, M.AP, mengungkapkan keprihatinan mendalam sekaligus kritik tajam terhadap kondisi wilayah Medan Utara, khususnya Belawan, yang dinilai kian terpuruk.
Pembina organisasi FORMABEM ini menegaskan bahwa situasi di wilayah pesisir tersebut sudah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan dan tidak kondusif bagi masyarakat.
Dalam pernyataan resminya, H. Aulia Rachman menyoroti enam poin krusial yang menjadi potret kelam Medan Utara saat ini:
– Ketidakamanan Wilayah: Kondisi lingkungan yang semakin tidak kondusif mengancam ketenangan warga sehari-hari.
– Kemiskinan Masif: Angka kemiskinan terus melonjak tanpa adanya solusi konkret yang mampu menyentuh akar permasalahan ekonomi rakyat bawah.
– Sempitnya Lapangan Kerja: Sebagai kawasan industri dan pelabuhan internasional, mirisnya putra daerah justru kesulitan mendapatkan peluang kerja di tanah kelahirannya sendiri.
– Ketidakadilan Sosial: Keadilan bagi masyarakat kecil dirasa semakin terjepit oleh berbagai kepentingan yang tidak memihak rakyat.
– Infrastruktur Hancur: Kerusakan infrastruktur yang dibiarkan berlarut-larut menghambat mobilitas dan denyut ekonomi wilayah.
– Krisis Kepedulian: Memudarnya rasa kepedulian antar sesama dan kurangnya atensi dari pemangku kebijakan memperparah keadaan.
“Medan Utara sedang tidak baik-baik saja. Kita melihat kemiskinan semakin masif dan infrastruktur semakin hancur. Ini bukan sekadar persoalan estetika kota, tapi soal martabat dan hak hidup masyarakat Medan Utara yang seolah terabaikan,” tegas H. Aulia Rachman.
Sebagai tokoh yang memiliki kedekatan emosional dan historis dengan Medan Utara, H. Aulia Rachman meminta seluruh elemen, baik pemerintah maupun pemangku kepentingan industri di Medan Utara, untuk berhenti menutup mata. Ia menegaskan bahwa FORMABEM akan terus berdiri di garis depan untuk menyuarakan hak-hak masyarakat yang selama ini terpinggirkan.
“Jangan biarkan kepedulian sesama sirna di tengah kondisi yang sulit ini. Kita butuh aksi nyata, bukan sekadar janji-janji di atas kertas. Keadilan sosial harus ditegakkan kembali di Belawan,” pungkasnya dengan nada tegas. (Red)












