Menu

Mode Gelap
Barang Bukti Curanmor Diserahkan, Polres Rohul Bantu Warga Tanpa Dipungut Biaya Sidang Vonis Seumur Hidup Darwis Harahap Dikawal Ketat, Ratusan Warga Padang Lawas Utara Penuhi PN Padangsidimpuan Imigrasi Belawan Hadirkan Pasporia Saat Car Free Day, Warga Bisa Urus Paspor di Hari Libur Penabalan Tongku Somba Sebagai Raja Huta Tambusai Timur Berjalan Sukses Dan Meriah Polres Rokan Hulu Monitoring Jagung Usia 64 Hari, Opimalisasi Program Ketahanan Pangan Nasional Aktivis Soroti Informasi Publik BNCT, Minta Kondisi Operasional Disampaikan Secara Transparan Sesuai Fakta Lapangan

Lintas Peristiwa

Puncak Kayu Kapur Kafe Kedabuhen Sambut Hari Pelleng Nasional: Diskon 20 Persen & Semangat Persatuan Adat

badge-check


					Puncak Kayu Kapur Kafe Kedabuhen Sambut Hari Pelleng Nasional: Diskon 20 Persen & Semangat Persatuan Adat Perbesar

Subussalam – MitraPolda.com |

Ketika cita rasa menjadi perekat identitas, Pelleng bukan sekadar warisan kuliner — ia adalah narasi perjuangan, kesehatan, dan kebangsaan yang menghangatkan dari Pakpak untuk Indonesia.

 

Subulussalam, mitrapolda.com. Menjelang Hari Pelleng Nasional 10 Oktober 2025, suasana di dataran tinggi Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, terasa berbeda. Aroma rempah khas Pelleng, makanan tradisional masyarakat adat Pakpak, menyeruak dari dapur Kafe Kayu Kapur Kedabuhen milik Rahman Manik, pengelola muda yang memadukan tradisi dan bisnis modern.(08/10).

 

Dalam wawancara Rahman mengumumkan promo spesial:

 

> “Mulai 11 sampai 13 Oktober, semua menu berbahan dasar Pelleng kami diskon 20 persen. Ini bagian kecil dari semangat Hari Pelleng Nasional untuk mengingatkan kita pada akar budaya Pakpak yang penuh makna,” ujarnya, Selasa (8/10/25).

 

🏆 Pelleng, Juara Nasional Kuliner Nusantara

 

Tak banyak yang tahu, Pelleng pernah dinobatkan sebagai Juara Nasional Festival Kuliner Nusantara di Jakarta tahun lalu. Juri menilai citarasa rempahnya unik, menggambarkan perpaduan filosofi pedas, hangat, dan penuh energi — simbol karakter masyarakat adat Pakpak yang tangguh.

 

Makanan ini kini dikenal luas di berbagai daerah seperti Pakpak Bharat, Sidikalang (Dairi), Aceh Singkil, Humbang Hasundutan, dan Kota Subulussalam. Dari kampung ke kota, Pelleng menjadi pengikat identitas diaspora masyarakat adat Pakpak yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia.

 

🌶️ Lebih dari Sekadar Rasa Pedas

 

Pelleng adalah nasi berbumbu rempah panas seperti lada hitam, asam cikala, jahe, kunyit, bawang, dan serai, disajikan dengan daging ayam kampung. Dalam tradisi adat, hidangan ini dihidangkan pada acara kerja tahun (panen raya) atau penyambutan tamu kehormatan.

 

Namun kini, khasiatnya menarik perhatian dunia kesehatan. Kandungan jahe dan lada hitam dipercaya mampu meredakan gangguan lambung, meningkatkan metabolisme, dan memperkuat daya tahan tubuh. Sementara kunyit dan serai, asam Cikala dikenal sebagai antioksidan alami yang menyehatkan hati dan mencegah radang.

 

“Banyak pengunjung rutin datang ke kafe ini bukan hanya untuk makan, tapi untuk terapi alami. Mereka bilang, setelah makan Pelleng, tubuh terasa hangat dan pencernaan lebih lancar,” ujar Rahman sambil tersenyum.

 

🔥 Simbol Semangat dan Persatuan Adat

 

Dalam sejarahnya, Pelleng bukan hanya makanan — tapi ritual penghormatan dan simbol persaudaraan.

Dulu, para pakalima dan pejuang adat disuguhi Pelleng sebelum berangkat berperang. Rasa pedasnya dianggap pemantik semangat juang dan keberanian.

 

Kini, filosofi itu hidup kembali. Setiap peringatan Hari Pelleng Nasional, masyarakat adat Pakpak di berbagai daerah menggelar acara serentak — dari Pakpak Bharat hingga Aceh Singkil — menandai kebangkitan rasa kebersamaan dalam bingkai nasionalisme.

 

🇮🇩 Kuliner yang Menyatukan Bangsa

 

Pelleng juga punya posisi istimewa dalam sejarah nasional. Ia menjadi warisan kuliner etnografis Nusantara, sejajar dengan rendang Minangkabau atau naniura Batak Toba.

Lebih dari itu, Pelleng adalah bukti kontribusi masyarakat adat dalam memperkaya identitas Indonesia — dari dapur tradisional hingga panggung kuliner dunia.

 

Pemerhati budaya, Dr. Berta Manalu, menyebut:

 

> “Pelleng adalah jembatan rasa antara masa lalu dan masa depan. Ia mempersatukan masyarakat adat yang terpencar, memberi ruang untuk mengenal jati diri dalam cita rasa Nusantara.”

 

🌾 Dari Tradisi ke Pariwisata Kuliner

 

Hari Pelleng Nasional tahun ini diperkirakan akan menjadi momentum penting. Pemerintah daerah dan komunitas adat Pakpak di berbagai kota tengah menyiapkan Festival Pelleng Nusantara, yang menampilkan lomba memasak, seminar budaya, dan pameran rempah lokal.

 

“Pelleng bukan hanya simbol makanan, tapi simbol peradaban. Ia mengajarkan bahwa dari rasa hangat bisa tumbuh persaudaraan,” tutup Rahman di Kafe Kayu Kapur yang mulai ramai menjelang sore.

 

Laporan Antoni steven dari Kota Subulussalam

Baca Lainnya

Penabalan Tongku Somba Sebagai Raja Huta Tambusai Timur Berjalan Sukses Dan Meriah

3 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Polres Rokan Hulu Monitoring Jagung Usia 64 Hari, Opimalisasi Program Ketahanan Pangan Nasional

3 Agustus 2026 - 22:31 WIB

Polda Riau Siapkan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan, Perkuat Green Policing Berbasis Riset

24 Juli 2026 - 08:39 WIB

Penuh Keakraban, Kapolres Langkat Bersilaturahmi dengan Ketua DPRD

20 Juli 2026 - 21:07 WIB

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolres Langkat Bersama Jajaran TNI dan Forkopimda Hadiri Panen Raya Virtual di Sirapit

20 Juli 2026 - 21:05 WIB

Kapolres Langkat Tinjau Ketersediaan BBM di SPBU Perdamaian Stabat, Antrean Mulai Berangsur Normal

19 Juli 2026 - 22:02 WIB

Bangun Sinergi Penegakan Hukum, Kapolres Langkat Jalin Silaturahmi ke Plt Bupati Langkat,dan Kejari

17 Juli 2026 - 12:37 WIB

Pisah Sambut Kapolres Langkat, AKBP David Triyo: Terimakasih Atas Dukungan Selama Ini

17 Juli 2026 - 12:36 WIB

SMKN 1 Tanjung Pura Resmi Batalkan Kutipan Uang Baju Uniform dan Baju Olahraga

17 Juli 2026 - 12:30 WIB

Pastikan Distribusi BBM Lancar, Polda Sumut Siagakan 786 Personel di 325 SPBU

17 Juli 2026 - 12:30 WIB

Banyak Guru Honorer Madrasah di Asahan Lulus Sertifikasi Angkatan ke-4, Menanti Kepastian Pencairan Tunjangan Profesi

16 Juli 2026 - 01:18 WIB

Ketidaksesuaian Penyaluran Bantuan Masyarakat Muncul di Desa Hutarao, Sinyalemen Penyalahgunaan Menguat

16 Juli 2026 - 01:15 WIB

Pembangunan Jembatan Aramco di Desa Botombawo Nias Utara telah Rampung

14 Juli 2026 - 08:10 WIB

Pendidikan di Pedalaman Terus Diperkuat, Satgas Bakti TNI Kebut Pembangunan SMPN 4 Ulu Idanotae

14 Juli 2026 - 08:09 WIB

Kepala sekolah SMA N 1 Ranto Baek diduga Gelapkan Bantuan PIP

14 Juli 2026 - 02:13 WIB

UPTD Puskesmas Kayulaut Gelar Pembekalan dan Evaluasi PMT

13 Juli 2026 - 23:06 WIB

Bendera merah putih robek dan kusam berkibar di Kantor Desa Batang Baruhar Paluta

1 Juli 2026 - 15:29 WIB

Jalinsum Hutaraja Tinggi Lumpuh

1 Juli 2026 - 15:25 WIB

Bhayangkara Sport Day Fun Run 5K, Polres Langkat 

29 Juni 2026 - 11:24 WIB

Gelombang Aksi Juni 2026: Aspirasi Rakyat atau Krisis Kepercayaan terhadap Pemerintah?

27 Juni 2026 - 01:38 WIB

Trending di Lintas Peristiwa