Menu

Mode Gelap
Dirut PUD Pusat Pasar dipanggil Kejari Terkait Dugaan Suap Dan Gratifikasi POMAL TNI AL KODAERAL 1 Belawan, Terus Memburu Tindak Kriminal Dan Sarang Narkoba DPRD Medan Minta Disdikbud Terbitkan Edaran Larangan Uang Perpisahan Untuk Mencegah PUNGLI di Sekolah Satu Rumah Ludes Terbakar di Pulau Sicanang, Warga Panik Memadam kan Dengan Alat Seadanya Membongkar Borok Medan Utara: CSR Hanya Dinikmati Kroni, Rakyat Diberi Janji Palsu Kolaborasi Polisi dan TNI Respon Laporan Warga soal PETI, 12 Rakit Dimusnahkan

Lintas Peristiwa

Jejak Gelap Mafia Tanah di Runding: 227 Warga Jadi Korban, Pembeking Kuat Diduga di Balik Aksi Penyerobotan

badge-check


					Jejak Gelap Mafia Tanah di Runding: 227 Warga Jadi Korban, Pembeking Kuat Diduga di Balik Aksi Penyerobotan Perbesar

Subulussalam | Mitrapolda.com –

Awan gelap tengah menggantung di langit Kecamatan Runding, Kota Subulussalam. Kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan praktik mafia tanah di wilayah ini mulai menyeruak ke permukaan, menyingkap jaringan yang disebut-sebut melibatkan figur berpengaruh di balik layar. (11/11/2025)

 

Sebanyak 227 warga dari dua desa di Runding diduga menjadi korban perampasan tanah adat yang selama ini mereka kuasai secara sah dan turun-temurun. Warga menuding ada oknum berseragam yang menjadi pembeking kuat kelompok penyerobot, memuluskan langkah mereka menguasai lahan luas yang telah berstatus legal dan diakui pemerintah kampong.

Laporan masyarakat disertai berbagai dokumen yang menunjukkan bahwa lahan-lahan tersebut memiliki dasar hukum yang kuat, mulai dari Surat Keterangan Tanah yang dikeluarkan kepala kampong, berita acara mediasi tingkat kecamatan, hingga tapal batas antar-desa berdasarkan SK Wali Kota Subulussalam.

 

Namun, hasil mediasi yang semula disepakati para pihak disebut justru dilanggar. Pihak terlapor tetap beraktivitas di atas lahan yang bukan miliknya, bahkan memperluas penguasaan wilayah dengan cara-cara intimidatif.

 

> “Kami punya surat tanah, batas wilayah, dan berita acara resmi. Tapi mereka tetap datang dengan pembeking kuat di belakangnya,” kata seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

 

Kongres Masyarakat Adat Kemukiman Binanga yang digelar beberapa waktu lalu turut memperkuat posisi warga. Dalam keputusan resmi kongres itu ditegaskan, seluruh tanah di wilayah Kemukiman Binanga adalah tanah adat milik masyarakat kampong di Kecamatan Runding, termasuk seluruh sumber daya alam di dalamnya.

 

Tokoh masyarakat adat, Tantin Barat, menyebut hasil kongres tersebut bahkan telah disampaikan ke Dewan PBB UNDRIP sebagai bentuk laporan atas pelanggaran terhadap hak masyarakat adat.

 

Sayangnya, keputusan adat itu seolah diabaikan. Kepala Mukim Binanga, Tamrin, menilai penyerobotan lahan adat merupakan bentuk penghinaan terhadap hukum adat dan warisan leluhur.

 

> “Siapa pun yang melanggar adat di wilayah hukum Kemukiman Binanga harus diberi sanksi. Mereka bukan hanya melanggar hukum negara, tapi juga menodai warisan leluhur,” tegas Tamrin.

 

Dari dokumen dan kesaksian warga, muncul dugaan bahwa praktik ini tak berdiri sendiri. Beberapa warga menilai ada pihak berpengaruh di lingkaran pemerintahan dan aparat keamanan yang memberi perlindungan kepada kelompok penggarap ilegal.

 

Modus yang digunakan disebut cukup sistematis: mengklaim batas baru, mengganti patok kampong, hingga memanipulasi dokumen batas wilayah.

 

> “Awalnya mereka datang dengan alasan pinjam garap, tapi belakangan mengaku lahan itu sudah jadi milik mereka. Bahkan ada yang membawa orang berseragam untuk menekan warga,” ujar salah satu tokoh masyarakat Runding.

 

Kasus ini kini menjadi ujian serius bagi pemerintah dan aparat penegak hukum di Subulussalam. Warga mendesak agar penyelidikan dilakukan secara transparan dan tanpa pandang bulu.

 

> “Kami tidak melawan hukum, kami menuntut keadilan. Tanah ini bukan milik pribadi, tapi warisan leluhur. Kalau ini dibiarkan, berarti adat kami diinjak-injak,” kata seorang warga dengan nada getir.

 

Tamrin menambahkan, pihaknya bersama masyarakat adat juga telah melaporkan kasus ini ke Polres Subulussalam dan mengirimkan laporan ke UNDRIP sebagai langkah untuk memperkuat pengakuan dan perlindungan hukum terhadap hak masyarakat adat di bawah deklarasi PBB.

 

Kasus mafia tanah di Runding bukan sekadar soal sengketa kepemilikan lahan. Ini menyangkut kedaulatan dan martabat masyarakat adat yang selama berabad-abad menjaga batas dan kekayaan alam wilayahnya.

 

Kini publik menanti langkah tegas Pemerintah Kota Subulussalam dan aparat penegak hukum. Apakah mereka berani menelusuri jejak para pembeking di balik praktik penyerobotan ini, atau justru membiarkan awan gelap di Runding terus menebal tanpa ujung terang.

 

Dari Mapolres Subulussalam — Mitrapolda Investigasi

Baca Lainnya

Kolaborasi Polisi dan TNI Respon Laporan Warga soal PETI, 12 Rakit Dimusnahkan

29 April 2026 - 22:24 WIB

Oknum lurah Kampung Lama di Duga Pungli Rp 4 juta ke Korban Banjir Warga Katanya Biar Bantuan Cepat Cair

29 April 2026 - 18:59 WIB

Kapolres Langkat Tinjau Langsung Renovasi Jembatan Merah Putih Sang Bhayangkara di Secanggang

29 April 2026 - 18:58 WIB

Prajurit Petarung Kodim 0201/Medan Gelar Tradisi Pedang Pora Lepas Sambut Dandim

29 April 2026 - 18:57 WIB

Kodim 0207/Simalungun Rampungkan Jembatan Aramco di Raya Bosi, Akses Warga Kembali Lancar

29 April 2026 - 18:57 WIB

Kodim 0209/Labuhanbatu Rampungkan Pembangunan Jembatan Aramco Pasar Bilah 2B

29 April 2026 - 18:55 WIB

Pos Kamling Jadi Garda Terdepan Keamanan Lingkungan, Polsek Besitang Intensifkan Sambang dan Cooling System

27 April 2026 - 01:36 WIB

Polda Riau Ungkap Praktik Premanisme Berkedok Debt Collector

26 April 2026 - 21:22 WIB

Kodim 0209/Labuhanbatu Tuntaskan Pembangunan Jembatan di Desa Sukarame Baru

26 April 2026 - 21:21 WIB

Kodim 0209/Labuhanbatu Rampungkan Pembangunan Jembatan Aramco Pasar Bilah 2B

26 April 2026 - 21:20 WIB

Ps Kasubsi Penmas Si Humas Polres Pakpak Bharat, Aiptu Widodo Layani Donor Darah Gol B+ Pasien RSUD Salak

25 April 2026 - 23:29 WIB

Sat Narkoba Polres Langkat Gerebek Lokasi Diduga Tempat Transaksi Sabu di Hinai

25 April 2026 - 22:58 WIB

Pangdam I/BB Pimpin Sertijab dan Tradisi Korps Pejabat Utama di Makodam I/BB

25 April 2026 - 22:55 WIB

Kepala SMAN 5 Medan Diduga Menyalah Gunakan Dana BOS

25 April 2026 - 22:55 WIB

Polsek Tambang Gelar Sosialisasi Green Policing dan Penanaman Pohon di Ponpes Az Zahra

25 April 2026 - 22:54 WIB

Kodim 0209/Labuhanbatu Tuntaskan Pembangunan Jembatan di Desa Sukarame Baru

25 April 2026 - 22:53 WIB

Polsek Tambang Gelar Sosialisasi Green Policing dan Penanaman Pohon di Ponpes Az Zahra

24 April 2026 - 23:00 WIB

Pangdam I/BB Tinjau Komlekdam I/BB, Pastikan Kesiapan Alkomlek dan Operasional Satuan

24 April 2026 - 23:00 WIB

Kodim 0209/Labuhanbatu Tuntaskan Pembangunan Jembatan Aramco di Desa Tanjung Pasir

24 April 2026 - 22:59 WIB

Kodim 0212/TS Bersama Masyarakat Perbaiki Jembatan Gantung di Ulu Pungkut

24 April 2026 - 22:58 WIB

Trending di Lintas Peristiwa