Menu ✖

Mode Gelap
PELAKSANAAN UPACARA MEMPERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA SDN. 0707 ALIAGA II Polsek Pangkalan Susu Gencarkan Patroli Dialogis, Wujudkan Kamtibmas Aman dan Kondusif Bupati Madina Ingatkan Sarjana Harus Tetap Belajar di Tengah Kemajuan Teknologi Viral Penganiayaan di Gunung Tua Berlanjut di Polres Madina KEPALA SEKOLAH SD.NEGERI 1204 PADANG HASIOR KEC.SIHAPAS BARUMUN KAB.PADANG LAWAS MENERAPKAN KEDISIPLINAN MELALUI SHOLAT BERJAMAAH Kepala SD Negeri 012 Simangambat Jalin Percintaan Romantis

News

Hasil Mediasi Tak di Indahkan Peternak Bebek Resahkan Warga, Pejabat Pemko Binjai Diminta Tegas

badge-check


					Hasil Mediasi Tak di Indahkan Peternak Bebek Resahkan Warga, Pejabat Pemko Binjai Diminta Tegas Perbesar

Binjai | MitraPolda.com

Warga Gang Sulaiman, Lingkung 1, jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Jati Makmur, Kecamatan Binjai Utara, Sumatera Utara menyatakan sikap rasa kecewa dan protes adanya peternak bebek di kawasan padat penduduk. Pasalnya ternak tersebut membuat polusi udara seperti bau tidak sedap dan hama lalat yang menghinggap disetiap rumah yang secara otomatis mengganggu warga sekitar.

Mamik, Salah satu warga mengatakan akibat adanya peternakan bebek di wilayah tersebut, membuat aroma bau busuk dan ratusan hama lalat membuat resah mengganggu kenyamanan.

“Lalat kecil itu banyak kali, jadi penyakit sama kita kalau disekitaran ini, apalagi yang dekat baunya itu menyengat setiap hari. Kalau menurut saya memang dari ternak bebek, karena sebelumnya gak seperti ini, ada sekitar 2 bulan ini. Saya sempat mikir kalau bau itu Cuma dirumah saya saja, rupanya semua merasakan hampir semuanya bau dan ada lalat,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut warga, pihak pemerintah lurah setempat sudah berulang kali memberi peringatan kepada peternak, Namun tidak pernah di indahkan.

“Dan bahkan, baru-baru ini sudah dilakukan mediasi kedua yang dihadiri pihak kecamatan, dinas lingkungan hidup, lurah dan instansi lainnya bersama masyarakat dan peternak bebek itu” ujar warga.

Namun, menurut warga, dari pertemuan kedua tersebut, pihak peternak diminta untuk segera memindahkan ternak bebeknya dari kawasan tersebut selambat-lambatnya sebelum lebaran idul fitri (20/3) nanti.

Dia juga menjelaskan bahwa, keberadaan kandang atau ternak bebek tersebut posisinya ada di belakang gang dengan ratusan ekor bebek yang diternak. Hingga, bau dan lalat berdampak ke depan gang.

“Kita bisa bayangkan yang sampingnya lagi bagaimana, dan sudut pojok rumahnya bagaimana. Pagi sampai malam itu banyak terus lalatnya, tidur pun kita dikerumunin lalat,” ucapnya.

Dia berharap peternak bebek ini bisa memahami dan juga dapat merasakan bau menyengat yang berada disekitaran hingga ratusan hama lalat mengganggu kenyamanan mereka, untuk bisa memindahkan ternak bebek tersebut.

“Itu usaha orang, gak mungkin melarang orang untuk usaha tapi kalau bisa dipindahlah usahanya karena ini pemukiman padat penduduk. Jangan mereka yang untung kami yang kena dampaknya. Kita gak melarang orang usaha tapi kita kena dampaknya kayak hama dan bau,” jelas Mamik.

Bukan untuk pertama kali, pemilik usaha ternak bebek ini sudah kedua kalinya melakukan ternak dan dampak pada masyarakat sekitar.

“Dulu pernah juga, terus kami demo. Kalau dulu itu ternaknya campur, ada ayam, bebek, entok dan ini makin besar. Jalan satu-satunya itu dipindahkan gak mungkin kami suruh dia berhentikan atau mematikan usahanya itu,” tuturnya.

Hal yang senada juga dikatakan oleh Jumangin, sebagai warga juga mengatakan bahwa, pemilik ternak bebek ini tidak layak membuka usaha ternak bebek yang berada dipadat penduduk.

Dia juga mengakui bahwa, dirinya juga sebagai peternak dengan memiliki 20 ekor. Namun, dikelola dengan baik agar tidak mengganggu masyarakat sekitar.

 

“Saya pas sebelah rumahnya. Pintu dan jendela saya gak bisa buka lagi karena bau dan lalat banyak. Saya juga peternak, tapi saya buat bagus mulai dari pembuangan dan lainnya. Kalau dia disitu semua makanya bau,” terangnya sebagai warga yang sudah 50 tahunan lamanya tinggal dilokasi tersebut.

Jumangin sebagai tetangganya juga pernah mengingatkan bahwa, ternak yang dimiliki itu akan bau nantinya. Sebab, lokasi ternak bebek yang dibuat pemilik tertutup dan tanpa ada aliran pembuangan.

Mujiah, juga merasakan banyaknya lalat yang hinggap setiap hari dirumah.

“Kita saling menjaga satu sama lain harusnya,” tambahnya yang berada didepan rumah lokasi ternak bebek ini.

Sebelumnya diketahui, pihak Lurah dan Kepling sudah datang kelokasi ternak bebek tersebut untuk memantau dan meninjau, namun permintaan untuk dipindahkan tidak digubris sama pemilik usaha.

Warga khawatir akan menjadi wabah penyakit dan nantinya warga akan merencanakan demo, jika peternak bebek tersebut tidak bisa memindahkan usaha ternaknya ke lokasi yang layak atau tidak padat penduduk. Hal ini mengingat pentingnya kesehatan masyarakat disekitaran.

Sesuai dalam Peraturan Daerah Kota Binjai nomor 6 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, bahwa ketertiban umum dan ketentraman masyarakat adalah suatu keadaan dinamis yang memungkinkan Pemerintah, Pemerintah Daerah dan masyarakat dapat melakukan kegiatannya dengan tenteram, tertib dan teratur.

Untuk menunjang pelaksanaan pembangunan di daerah secara berkesinambungan, ketenteraman masyarakat dan ketertiban umum merupakan kebutuhan besar dalam melaksanakan pelayanan kesejahteraan masyarakat.

Baca Lainnya

PELAKSANAAN UPACARA MEMPERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA SDN. 0707 ALIAGA II

6 November 2026 - 00:20 WIB

Polsek Pangkalan Susu Gencarkan Patroli Dialogis, Wujudkan Kamtibmas Aman dan Kondusif

6 November 2026 - 00:19 WIB

Viral Penganiayaan di Gunung Tua Berlanjut di Polres Madina

31 Oktober 2026 - 13:06 WIB

KEPALA SEKOLAH SD.NEGERI 1204 PADANG HASIOR KEC.SIHAPAS BARUMUN KAB.PADANG LAWAS MENERAPKAN KEDISIPLINAN MELALUI SHOLAT BERJAMAAH

31 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Kepala SD Negeri 012 Simangambat Jalin Percintaan Romantis

31 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Pratama Aditya Terpilih sebagai Ketua Umum SEMMI Cabang Kota Langsa Periode 2026–2028

31 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Torehkan Prestasi Nasional, Imigrasi Belawan Raih Dua Penghargaan Dalam Program Desa Binaan Imigrasi

30 Oktober 2026 - 21:52 WIB

Imigrasi Belawan Hadiri Operasi Gabungan Pengungkapan 1,16 Ton Ketamin, Tegaskan Perang Terhadap Narkoba

25 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Tiang Listrik Ditabrak Truk, Dua Feeder PLN Trip, Ribuan Rumah Warga Sei Mati Padam Listrik Sejak Subuh

24 Oktober 2026 - 07:22 WIB

Geger di Selat Malaka! Kapal Tanker MT Global 168 Dikawal Ketat ke Belawan, 8 Orang Diamankan

21 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Imigrasi Belawan Raih Penghargaan Terbaik Implementasi Full CMS Pada KPPN Medan I Awards 2026

21 Oktober 2026 - 12:47 WIB

KEPALA KANTOR IMIGRASI BELAWAN HADIRI HAUL KE-17 TUAN GURU BATAK SYEKH ABDURRAHMAN RAJAGUKGUK, SEKALIGUS PERESMIAN RUMAH TAHFIDZ QUR’AN

19 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Ismail Dalimuthe, Jalur Menuju TPA Panyanbungan Barat Sedang Diperbaiki

18 Oktober 2026 - 23:38 WIB

Minggu Kasih di Gereja HKBP Stabat, Kapolres Langkat Ajak Jemaat Bersama Jaga Kamtibmas

18 Oktober 2026 - 23:37 WIB

Kadis Lingkungan Hidup Pantau Kondisi TPA Panyanbungan Barat

16 Oktober 2026 - 01:48 WIB

KEPALA SEKOLAH SD.NEGERI 1204 PADANG HASIOR KEC.SIHAPAS BARUMUN KAB.PADANG LAWAS MENERAPKAN KEDISIPLINAN MELALUI SHOLAT BERJAMAAH

16 Oktober 2026 - 01:41 WIB

Bunda Paud Madina Serahkan Bantuan untuk Siswa SLB

15 Oktober 2026 - 01:36 WIB

Gilaa, Arogansi Pengelola Taman Malibu Indah, Warga Dijadikan “Tahanan” di Rumah Sendiri

13 Oktober 2026 - 13:47 WIB

GERBONG MUTASI POLRI BERGERAK DI SUMUT, DUA JABATAN PUNCAK POLDA BERGANTI DALAM SEPEKAN

11 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Polres Binjai dan Lions Club Bantu Masyarakat, Gelar Operasi Katarak Gratis Sambut HKGB Ke-74

11 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Trending di Lintas Peristiwa