Menu

Mode Gelap
Barang Bukti Curanmor Diserahkan, Polres Rohul Bantu Warga Tanpa Dipungut Biaya Sidang Vonis Seumur Hidup Darwis Harahap Dikawal Ketat, Ratusan Warga Padang Lawas Utara Penuhi PN Padangsidimpuan Imigrasi Belawan Hadirkan Pasporia Saat Car Free Day, Warga Bisa Urus Paspor di Hari Libur Penabalan Tongku Somba Sebagai Raja Huta Tambusai Timur Berjalan Sukses Dan Meriah Polres Rokan Hulu Monitoring Jagung Usia 64 Hari, Opimalisasi Program Ketahanan Pangan Nasional Aktivis Soroti Informasi Publik BNCT, Minta Kondisi Operasional Disampaikan Secara Transparan Sesuai Fakta Lapangan

Lintas Peristiwa

Hari Pelleng Nasional: Gembira di Puncak Kapur Kafe Kedabuhen Jontor, Kuliner Adat Pakpak Simbol Identitas Nusantara

badge-check


					Hari Pelleng Nasional: Gembira di Puncak Kapur Kafe Kedabuhen Jontor, Kuliner Adat Pakpak Simbol Identitas Nusantara Perbesar

Subulussalam | Mitrapolda.com

Suasana penuh tawa dan kehangatan terasa di Puncak Kapur Kafe Kedabuhen Jontor, Sabtu (11/10). Di tengah sejuknya udara pegunungan, pengunjung memadati kafe yang tengah merayakan Hari Pelleng Nasional dengan promo diskon 20 persen.

 

Momen ini bukan sekadar pesta kuliner, melainkan perayaan identitas dan kearifan lokal masyarakat Pakpak, yang tersebar di wilayah Pakpak Bharat, Subulussalam, Dairi (Sidikalang), Aceh Singkil, hingga Humbang Hasundutan.

 

> “Kita ingin Hari Pelleng menjadi ruang ekspresi budaya yang membanggakan. Kafe kami ikut berpartisipasi memberi diskon 20 persen bagi pengunjung dari 10–13 November 2025,” ujar Rahman Manik, pengelola Kafe Kayu Kapur Kedabuhen Jontor, kepada awak medya.

 

Tampak hadir sejumlah tokoh Kota Subulussalam, di antaranya H. Affan Alfian Bintang, Buyung Tinambunen, dan beberapa tokoh perempuan kota yang ikut mencicipi hidangan Pelleng—nasi rempah pedas khas Pakpak yang sarat makna filosofis dan nilai sejarah.

🍲 Apa Itu Pelleng?

 

Pelleng adalah makanan tradisional masyarakat adat Pakpak Dairi, berupa nasi dengan campuran rempah pedas seperti lada hitam, asam cikala, jahe, kunyit, bawang, dan serai.

Biasanya disajikan dengan daging ayam kampung pada acara adat, pesta kerja tahun, hingga penyambutan tamu kehormatan.

 

Kata pelleng dalam bahasa Pakpak berarti “panas” atau “menghangatkan” — sesuai karakter rasa dan makna simboliknya: membangkitkan semangat, menguatkan tubuh, dan memanaskan jiwa perjuangan.

 

🌿 Kandungan dan Manfaat Kesehatan

 

Setiap unsur Pelleng menyimpan fungsi gizi dan khasiat:

Bahan Utama Khasiat Kesehatan Penjelasan Ilmiah

Lada hitam Meningkatkan metabolisme & daya tahan tubuh Mengandung piperin antioksidan tinggi

Jahe Menghangatkan tubuh & melancarkan pencernaan Kaya gingerol, zat aktif alami

Kunyit Anti radang & menyehatkan hati Kurkumin bersifat hepatoprotektif

Serai Menurunkan kolesterol & anti mikroba Kandungan citral dan limonene

Daging ayam kampung Sumber protein & zat besi tinggi Menunjang pembentukan otot dan darah

Beras lokal Energi utama Karbohidrat kompleks menjaga stamina

 

Pelleng bukan sekadar makanan pesta — ia adalah “ramuan energi rakyat” yang sejak dulu menjadi santapan petani, prajurit, dan pemimpin adat Pakpak.

 

🔥 Filosofi dan Kearifan Lokal

 

Dalam adat Pakpak, Pelleng memiliki tiga makna utama:

 

1. Simbol semangat dan kekuatan. Dihidangkan sebelum bekerja keras atau berperang, sebagai bentuk “pemanasan” jasmani dan rohani.

 

2. Lambang kesatuan. Dimasak bersama-sama dalam acara kerja tahun atau pesta panen, melambangkan gotong royong dan solidaritas kampung.

 

3. Ritual penghormatan. Dihidangkan bagi tamu kehormatan atau tokoh berjasa sebagai simbol penghargaan tertinggi masyarakat adat.

 

> “Pelleng bukan sekadar makanan, tapi doa yang dimasak,” ujar seorang tetua adat di Kedabuhen Jontor dengan senyum penuh kebanggaan.

 

🇮🇩 Jejak Historis dan Makna Nasional

 

Dalam lintasan sejarah, Pelleng pernah menjadi hidangan perjuangan.

Pada masa kolonial Belanda, masyarakat Pakpak di pegunungan Dairi menyajikan Pelleng bagi para pejuang kemerdekaan sebagai simbol “api semangat perlawanan.”

 

Kini, Pelleng diakui sebagai salah satu kuliner etnografis Nusantara, sejajar dengan Rendang Minangkabau dan Naniura Batak Toba, mencerminkan keragaman rempah Nusantara yang sejak abad ke-15 menjadi identitas diplomasi Indonesia di mata dunia.

 

Bahkan, Pelleng pernah dinobatkan sebagai makanan kuliner terunik nasional dalam ajang festival kuliner di Jakarta — mempertegas bahwa cita rasa pedas-rempah Sumatera bukan sekadar rasa, tapi cerita panjang kebudayaan dan daya tahan bangsa.

 

🌾 Pesan Pelestarian dan Harapan

 

Kini, Hari Pelleng Nasional diharapkan menjadi momentum untuk: Menumbuhkan kebanggaan etnik Pakpak dalam kebinekaan Indonesia.

 

Menjadikan Pelleng sebagai ikon wisata kuliner Sumatera-Aceh.

 

Menghidupkan kembali kearifan lokal tentang kesehatan rempah Nusantara.

 

> “Pelleng adalah identitas yang harus terus dirayakan. Dari dapur Pakpak untuk meja makan Indonesia,” tutup Rahman Manik, sambil tersenyum di tengah wangi rempah yang mengepul dari dapur kafenya.//@

Reporter: Anton Tinendung

Baca Lainnya

Penabalan Tongku Somba Sebagai Raja Huta Tambusai Timur Berjalan Sukses Dan Meriah

3 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Polres Rokan Hulu Monitoring Jagung Usia 64 Hari, Opimalisasi Program Ketahanan Pangan Nasional

3 Agustus 2026 - 22:31 WIB

Polda Riau Siapkan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan, Perkuat Green Policing Berbasis Riset

24 Juli 2026 - 08:39 WIB

Penuh Keakraban, Kapolres Langkat Bersilaturahmi dengan Ketua DPRD

20 Juli 2026 - 21:07 WIB

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolres Langkat Bersama Jajaran TNI dan Forkopimda Hadiri Panen Raya Virtual di Sirapit

20 Juli 2026 - 21:05 WIB

Kapolres Langkat Tinjau Ketersediaan BBM di SPBU Perdamaian Stabat, Antrean Mulai Berangsur Normal

19 Juli 2026 - 22:02 WIB

Bangun Sinergi Penegakan Hukum, Kapolres Langkat Jalin Silaturahmi ke Plt Bupati Langkat,dan Kejari

17 Juli 2026 - 12:37 WIB

Pisah Sambut Kapolres Langkat, AKBP David Triyo: Terimakasih Atas Dukungan Selama Ini

17 Juli 2026 - 12:36 WIB

SMKN 1 Tanjung Pura Resmi Batalkan Kutipan Uang Baju Uniform dan Baju Olahraga

17 Juli 2026 - 12:30 WIB

Pastikan Distribusi BBM Lancar, Polda Sumut Siagakan 786 Personel di 325 SPBU

17 Juli 2026 - 12:30 WIB

Banyak Guru Honorer Madrasah di Asahan Lulus Sertifikasi Angkatan ke-4, Menanti Kepastian Pencairan Tunjangan Profesi

16 Juli 2026 - 01:18 WIB

Ketidaksesuaian Penyaluran Bantuan Masyarakat Muncul di Desa Hutarao, Sinyalemen Penyalahgunaan Menguat

16 Juli 2026 - 01:15 WIB

Pembangunan Jembatan Aramco di Desa Botombawo Nias Utara telah Rampung

14 Juli 2026 - 08:10 WIB

Pendidikan di Pedalaman Terus Diperkuat, Satgas Bakti TNI Kebut Pembangunan SMPN 4 Ulu Idanotae

14 Juli 2026 - 08:09 WIB

Kepala sekolah SMA N 1 Ranto Baek diduga Gelapkan Bantuan PIP

14 Juli 2026 - 02:13 WIB

UPTD Puskesmas Kayulaut Gelar Pembekalan dan Evaluasi PMT

13 Juli 2026 - 23:06 WIB

Bendera merah putih robek dan kusam berkibar di Kantor Desa Batang Baruhar Paluta

1 Juli 2026 - 15:29 WIB

Jalinsum Hutaraja Tinggi Lumpuh

1 Juli 2026 - 15:25 WIB

Bhayangkara Sport Day Fun Run 5K, Polres Langkat 

29 Juni 2026 - 11:24 WIB

Gelombang Aksi Juni 2026: Aspirasi Rakyat atau Krisis Kepercayaan terhadap Pemerintah?

27 Juni 2026 - 01:38 WIB

Trending di Lintas Peristiwa