Menu

Mode Gelap
FORMABEM Bersama PT SMART Tbk Tebar Berkah di Belawan, 20 Anak Yatim dan 6 Penyandang Disabilitas Terima Bantuan Acara Syukuran Hari Jadi Polwan Ke 78 dan Pelepasan Purna Bakti Polres Batu Bara Kejati Sumut Salurkan Aduan Dugaan Kerugian Keuangan Negara di Dinas PMD Palas ke Kejari Setempat PEMKO PADANGSIDIMPUAN GAGAL MENYEGEL GUDANG UD. CINDY, KARENA MEMENTINGKAN KELUHAN PEKERJA Bupati Madina dan Wabup Hadiri Pelantikan Pengurus Kadin Periode 2026-2030 GPM PALAS Gelar Aksi Jilid II di Depan PKS PT KAS Ujung Batu, Desak Hentikan Operasional Akibat Dugaan Pencemaran Sungai Aek Tinga

Lintas Peristiwa

Hari Pelleng Nasional: Gembira di Puncak Kapur Kafe Kedabuhen Jontor, Kuliner Adat Pakpak Simbol Identitas Nusantara

badge-check


					Hari Pelleng Nasional: Gembira di Puncak Kapur Kafe Kedabuhen Jontor, Kuliner Adat Pakpak Simbol Identitas Nusantara Perbesar

Subulussalam | Mitrapolda.com

Suasana penuh tawa dan kehangatan terasa di Puncak Kapur Kafe Kedabuhen Jontor, Sabtu (11/10). Di tengah sejuknya udara pegunungan, pengunjung memadati kafe yang tengah merayakan Hari Pelleng Nasional dengan promo diskon 20 persen.

 

Momen ini bukan sekadar pesta kuliner, melainkan perayaan identitas dan kearifan lokal masyarakat Pakpak, yang tersebar di wilayah Pakpak Bharat, Subulussalam, Dairi (Sidikalang), Aceh Singkil, hingga Humbang Hasundutan.

 

> “Kita ingin Hari Pelleng menjadi ruang ekspresi budaya yang membanggakan. Kafe kami ikut berpartisipasi memberi diskon 20 persen bagi pengunjung dari 10–13 November 2025,” ujar Rahman Manik, pengelola Kafe Kayu Kapur Kedabuhen Jontor, kepada awak medya.

 

Tampak hadir sejumlah tokoh Kota Subulussalam, di antaranya H. Affan Alfian Bintang, Buyung Tinambunen, dan beberapa tokoh perempuan kota yang ikut mencicipi hidangan Pelleng—nasi rempah pedas khas Pakpak yang sarat makna filosofis dan nilai sejarah.

🍲 Apa Itu Pelleng?

 

Pelleng adalah makanan tradisional masyarakat adat Pakpak Dairi, berupa nasi dengan campuran rempah pedas seperti lada hitam, asam cikala, jahe, kunyit, bawang, dan serai.

Biasanya disajikan dengan daging ayam kampung pada acara adat, pesta kerja tahun, hingga penyambutan tamu kehormatan.

 

Kata pelleng dalam bahasa Pakpak berarti “panas” atau “menghangatkan” — sesuai karakter rasa dan makna simboliknya: membangkitkan semangat, menguatkan tubuh, dan memanaskan jiwa perjuangan.

 

🌿 Kandungan dan Manfaat Kesehatan

 

Setiap unsur Pelleng menyimpan fungsi gizi dan khasiat:

Bahan Utama Khasiat Kesehatan Penjelasan Ilmiah

Lada hitam Meningkatkan metabolisme & daya tahan tubuh Mengandung piperin antioksidan tinggi

Jahe Menghangatkan tubuh & melancarkan pencernaan Kaya gingerol, zat aktif alami

Kunyit Anti radang & menyehatkan hati Kurkumin bersifat hepatoprotektif

Serai Menurunkan kolesterol & anti mikroba Kandungan citral dan limonene

Daging ayam kampung Sumber protein & zat besi tinggi Menunjang pembentukan otot dan darah

Beras lokal Energi utama Karbohidrat kompleks menjaga stamina

 

Pelleng bukan sekadar makanan pesta — ia adalah “ramuan energi rakyat” yang sejak dulu menjadi santapan petani, prajurit, dan pemimpin adat Pakpak.

 

🔥 Filosofi dan Kearifan Lokal

 

Dalam adat Pakpak, Pelleng memiliki tiga makna utama:

 

1. Simbol semangat dan kekuatan. Dihidangkan sebelum bekerja keras atau berperang, sebagai bentuk “pemanasan” jasmani dan rohani.

 

2. Lambang kesatuan. Dimasak bersama-sama dalam acara kerja tahun atau pesta panen, melambangkan gotong royong dan solidaritas kampung.

 

3. Ritual penghormatan. Dihidangkan bagi tamu kehormatan atau tokoh berjasa sebagai simbol penghargaan tertinggi masyarakat adat.

 

> “Pelleng bukan sekadar makanan, tapi doa yang dimasak,” ujar seorang tetua adat di Kedabuhen Jontor dengan senyum penuh kebanggaan.

 

🇮🇩 Jejak Historis dan Makna Nasional

 

Dalam lintasan sejarah, Pelleng pernah menjadi hidangan perjuangan.

Pada masa kolonial Belanda, masyarakat Pakpak di pegunungan Dairi menyajikan Pelleng bagi para pejuang kemerdekaan sebagai simbol “api semangat perlawanan.”

 

Kini, Pelleng diakui sebagai salah satu kuliner etnografis Nusantara, sejajar dengan Rendang Minangkabau dan Naniura Batak Toba, mencerminkan keragaman rempah Nusantara yang sejak abad ke-15 menjadi identitas diplomasi Indonesia di mata dunia.

 

Bahkan, Pelleng pernah dinobatkan sebagai makanan kuliner terunik nasional dalam ajang festival kuliner di Jakarta — mempertegas bahwa cita rasa pedas-rempah Sumatera bukan sekadar rasa, tapi cerita panjang kebudayaan dan daya tahan bangsa.

 

🌾 Pesan Pelestarian dan Harapan

 

Kini, Hari Pelleng Nasional diharapkan menjadi momentum untuk: Menumbuhkan kebanggaan etnik Pakpak dalam kebinekaan Indonesia.

 

Menjadikan Pelleng sebagai ikon wisata kuliner Sumatera-Aceh.

 

Menghidupkan kembali kearifan lokal tentang kesehatan rempah Nusantara.

 

> “Pelleng adalah identitas yang harus terus dirayakan. Dari dapur Pakpak untuk meja makan Indonesia,” tutup Rahman Manik, sambil tersenyum di tengah wangi rempah yang mengepul dari dapur kafenya.//@

Reporter: Anton Tinendung

Baca Lainnya

Acara Syukuran Hari Jadi Polwan Ke 78 dan Pelepasan Purna Bakti Polres Batu Bara

14 September 2026 - 13:18 WIB

Kejati Sumut Salurkan Aduan Dugaan Kerugian Keuangan Negara di Dinas PMD Palas ke Kejari Setempat

12 September 2026 - 22:39 WIB

PEMKO PADANGSIDIMPUAN GAGAL MENYEGEL GUDANG UD. CINDY, KARENA MEMENTINGKAN KELUHAN PEKERJA

12 September 2026 - 18:21 WIB

GPM PALAS Gelar Aksi Jilid II di Depan PKS PT KAS Ujung Batu, Desak Hentikan Operasional Akibat Dugaan Pencemaran Sungai Aek Tinga

5 September 2026 - 15:03 WIB

Polres Padang Lawas Utara Cek Lokasi Galian C dan Stone Crusher Diduga Belum Berizin

28 Agustus 2026 - 01:31 WIB

GUSTI PUTRA HAJORAN SIREGAR KETUA AMPI PALUTA DAMPINGI KADER TERBAIKNYA UNTUK MENDAFTAR CALON KETUA KNPI PALUTA

28 Agustus 2026 - 01:28 WIB

PKS KSM Raih Piagam Penghargaan Predikat TA’AT Dan PATUH Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup

21 Agustus 2026 - 01:34 WIB

Polres Padang Lawas Utara Cek Lokasi Galian C dan Stone Crusher Diduga Belum Berizin

20 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Peringatan HUT RI 81 di kecamatan Padang bolak tenggara berlangsung hikmat

19 Agustus 2026 - 10:01 WIB

RIBUAN WARGA TEBING TINGGI PADATI LAPANGAN MERDEKA MERIAHKAN SEMARAK HUT KE-81 RI

18 Agustus 2026 - 23:23 WIB

BUKA KAMPANYE GERMAS DALAM ISPS 2026, WALI KOTA TEBING TINGGI APRESIASI PENURUNAN STUNTING

18 Agustus 2026 - 22:58 WIB

Toko Acai Jaya Tawarkan Pernak-pernik Merah Putih

18 Agustus 2026 - 22:54 WIB

PEMBAGIAN DANA KEMITRAAN TAHUKAH 1.5 MILYAR DI DESA SOMBA DEBATA DUSUN LINGGAHARA TUAI POLEMIK PENGURUS TERANCAM DILAPORKAN KE APH

17 Agustus 2026 - 02:33 WIB

Grand Final Open Turnamen Mini Soccer Tobat Cup Berlangsung Sengit, Berakhir Adu Finalti

10 Agustus 2026 - 22:31 WIB

Kapolres Langkat Gelar Minggu Kasih Bersama Jemaat GPdi Lembah Pujian

10 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Kapolres Langkat Ajak Warga Perkuat Iman dan Perangi Narkoba Lewat Safari Jumat Curhat

8 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Penabalan Tongku Somba Sebagai Raja Huta Tambusai Timur Berjalan Sukses Dan Meriah

3 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Polres Rokan Hulu Monitoring Jagung Usia 64 Hari, Opimalisasi Program Ketahanan Pangan Nasional

3 Agustus 2026 - 22:31 WIB

Polda Riau Siapkan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan, Perkuat Green Policing Berbasis Riset

24 Juli 2026 - 08:39 WIB

Penuh Keakraban, Kapolres Langkat Bersilaturahmi dengan Ketua DPRD

20 Juli 2026 - 21:07 WIB

Trending di Lintas Peristiwa