MITRAPOLDA.COM, Marelan – Suasana mencekam menyelimuti kawasan Medan Utara. Sebuah kecelakaan mematikan terjadi di Jembatan Titi Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Sebuah truk kontainer yang diduga membawa muatan melebihi batas kapasitas atau ODOL (Over Dimension Over Load) mengalami kegagalan menanjak, hingga akhirnya mundur tak terkendali dan menabrak kendaraan-kendaraan yang berada di belakangnya.

Truk bernomor polisi BL 8212 ZK berkepala merah maroon bertuliskan Sri Baduka Maharaja tersebut diketahui sedang melaju dari arah Marelan menuju Hamparan Perak. Namun, saat berada di tanjakan utama, kendaraan berat tersebut tidak mampu menahan beban muatan berupa triplek yang dinilai berlebih, sehingga roda kendaraan selip dan truk pun bergerak mundur dengan kecepatan tinggi.

“Truknya gak sanggup naik, jelas karena muatannya kelewatan batas. Tiba-tiba mundur begitu saja dan banyak kendaraan yang kena hantaman keras di belakangnya,” ungkap Anto, warga yang menyaksikan langsung kejadian mengerikan itu.

Peristiwa yang terjadi persis di dekat kawasan perumahan Pesona Mini Malis ini memakan korban jiwa. Dua orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara sejumlah lainnya mengalami luka parah dan harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis lebih lanjut. Beberapa korban bahkan sempat terjepit di bawah badan kendaraan akibat kekuatan benturan yang sangat dahsyat.

Akibat insiden ini, arus lalu lintas lumpuh total selama beberapa jam. Petugas kepolisian dan tim SAR harus bekerja keras untuk mengevakuasi korban dan membersihkan lokasi agar aktivitas jalan kembali normal.
Kecelakaan ini bukanlah kasus pertama. Dalam catatan, kawasan Medan Utara telah menjadi langganan insiden serupa dalam waktu singkat. Sebelumnya, kasus gagal menanjak juga terjadi di Jembatan Titi Pahlawan pada 17 April 2026. Bahkan pada 14 April lalu, seorang mahasiswi kehilangan nyawa setelah ditabrak truk kontainer di Medan Labuhan, ditambah kasus truk terbalik akibat penguncian yang lalai di Simpang Buaya.

Fakta ini menunjukkan bahwa masalah truk ODOL dan kelalaian pengelolaan armada sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Masyarakat pun mendesak Dinas Perhubungan dan Organda Sumut untuk segera mengevaluasi sistem pengawasan, mulai dari pengecekan batas muatan hingga kelengkapan standar keamanan kendaraan seperti twist lock dan pengunci rangka kendaraan.
“Jangan sampai nyawa orang terus jadi tumbal kelalaian kita. Jalan ini untuk umum, bukan tempat uji nyali atau eksperimen bisnis semata,” tulis salah satu warga di media sosial yang disetujui ribuan pengguna lainnya.
Melalui pemberitaan ini, kami juga menyampaikan pesan tegas kepada seluruh pemilik perusahaan atau pemilik armada truk yang beroperasi di jalan raya:
“Kepada para pemilik armada, kami mengingatkan kembali bahwa keselamatan jalan adalah tanggung jawab bersama. Sebelum kendaraan diizinkan beroperasi, pastikan terlebih dahulu kondisi fisik kendaraan dalam keadaan prima, rem berfungsi baik, dan yang paling penting: jangan memaksakan muatan melebihi kapasitas yang telah ditetapkan. Kelalaian dalam memeriksa kondisi armada bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga bisa mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. Rawatlah kendaraan Anda, karena kendaraan yang layak jalan adalah benteng perlindungan bagi pengemudi dan seluruh pengguna jalan.”
Hingga berita ini diturunkan, pihak Organda Sumut belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tragis ini. Sementara itu, pengguna jalan diimbau tetap waspada, terutama saat melintasi jalur-jalur tanjakan yang dikenal rawan kecelakaan. Tekanan publik terus meningkat, menuntut tindakan nyata sebelum ada korban jiwa berikutnya.
(Red)








