Menu

Mode Gelap
Bukan Penglaris: Mengungkap Makna Tersembunyi di Balik Foto Legendaris Ungku Saliah di Rumah Makan Padang Gema Takbir Membahana, Ribuan Peserta Meriahkan Pawai Keliling di Kecamatan Belawan Jelang Idul Fitri 1447 H, MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan Umumkan Jadwal Libur dan Aturan Baru Penggunaan Gawai Yayasan Bagas Godang Siabu Gelar Santunan Anak Yatim Pemko Medan Matangkan Persiapan Sholat Idul Fitri, Takbiran dan Pawai Kendaraan Digelar di Dua Titik WJMB Minta Tegas & Hukum Faskes Yang Menolak Pasien Darurat; Banyak Faskes Belum Faham UU Kesehatan

News

Bukan Penglaris: Mengungkap Makna Tersembunyi di Balik Foto Legendaris Ungku Saliah di Rumah Makan Padang

badge-check

Ungku Saliah, seorang ulama kharismatik asal Pasa Panjang, Sungai Sariak, yang lahir pada tahun 1887 dengan nama asli Dawik. (foto-red)

MITRAPOLDA.COM,  Sumatera Barat – Pernahkah Anda memperhatikan foto seorang lelaki tua bersahaja dengan kopiah hitam dan kain sarung melingkar di leher yang terpajang di dinding Rumah Makan Padang? Bagi masyarakat awam, keberadaan foto ini sering kali dianggap sebagai “jimat penglaris”. Namun, bagi komunitas perantau Minang, khususnya dari Pariaman, anggapan tersebut adalah sebuah kekeliruan besar yang perlu diluruskan.

 

Sosok dalam foto tersebut adalah Ungku Saliah, seorang ulama kharismatik asal Pasa Panjang, Sungai Sariak, yang lahir pada tahun 1887 dengan nama asli Dawik. Beliau bukan sekadar tokoh agama biasa, melainkan sosok yang sangat dimuliakan karena kedalaman ilmu agama dan sifatnya yang santun.

 

Pajangan foto Ungku Saliah sebenarnya berfungsi sebagai “kartu identitas” visual bagi para pemilik usaha. Jika Anda melihat foto ini di sebuah rumah makan, dapat dipastikan pemiliknya berasal dari daerah Pariaman dan sekitarnya.

 

Ada sebuah tips unik bagi pelanggan: jika Anda menyapa pemilik rumah makan dengan sebutan “Ajo” dan ia menyahut dengan akrab, itu adalah tanda kuat ikatan persaudaraan sesama putra asli Pariaman. Foto tersebut menjadi pengikat batin antarperantau dan pengingat akan kampung halaman yang jauh di mata namun dekat di hati.

 

Foto legendaris ini diambil sekitar tahun 1971, tiga tahun sebelum Ungku Saliah wafat pada 3 Agustus 1974. Awalnya hanya dipajang oleh segelintir warga, namun kini telah menjadi tradisi yang meluas hingga ke mancanegara.

 

Ada tiga alasan utama mengapa foto ini dipajang:

 

– Bentuk Penghormatan (Ta’zim):

Sebagai wujud cinta murid kepada gurunya dan penghormatan terhadap ulama yang dianggap memiliki karamah.

– Teladan Moral:

Keberadaan foto tersebut menjadi pengingat bagi pedagang untuk senantiasa meneladani sifat Ungku Saliah yang jujur, rendah hati, dan taat beribadah dalam menjalankan usaha.

 

– Simbol Budaya:

Penanda sebuah kebudayaan yang memegang teguh nilai-nilai keislaman dan persaudaraan.

 

Menepis Mitos Mistis

Masyarakat Pariaman menegaskan bahwa memajang foto Ungku Saliah bukanlah ritual mistis atau upaya mencari keberuntungan secara gaib. Sebaliknya, ini adalah tentang menjaga warisan nilai dan identitas.

 

“Singkirkan pikiran tentang hal-hal mistis. Foto itu adalah simbol cinta dan identitas budaya yang kuat,” ungkap narasi yang beredar di kalangan masyarakat Minang.

 

Dengan memahami sejarah ini, diharapkan masyarakat luas tidak lagi salah kaprah dan dapat menghargai tradisi budaya yang dijunjung tinggi oleh para pengusaha kuliner Minang di seluruh penjuru nusantara.

(Red)

Baca Lainnya

Gema Takbir Membahana, Ribuan Peserta Meriahkan Pawai Keliling di Kecamatan Belawan

20 Maret 2026 - 22:34 WIB

Jelang Idul Fitri 1447 H, MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan Umumkan Jadwal Libur dan Aturan Baru Penggunaan Gawai

20 Maret 2026 - 16:44 WIB

Yayasan Bagas Godang Siabu Gelar Santunan Anak Yatim

20 Maret 2026 - 03:04 WIB

Pemko Medan Matangkan Persiapan Sholat Idul Fitri, Takbiran dan Pawai Kendaraan Digelar di Dua Titik

19 Maret 2026 - 22:30 WIB

WJMB Minta Tegas & Hukum Faskes Yang Menolak Pasien Darurat; Banyak Faskes Belum Faham UU Kesehatan

19 Maret 2026 - 16:50 WIB

Empat Oknum Anggota TNI Yang Terkait Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis Kontras, di Proses Mabes TNI

18 Maret 2026 - 21:32 WIB

Memahami Perbedaan Antara Sebutan “Orang Minang dan Orang Padang”

18 Maret 2026 - 04:49 WIB

WJMB Audiensi Ke Disperkimcikataru Bahas Kerjasama dan Kegiatan Sosialisasi PBG

17 Maret 2026 - 12:12 WIB

Peresmian Kantor Kryocore Systems Limited Cabang Medan Tembung

17 Maret 2026 - 05:33 WIB

LSM TKN Kompas Nusantara dan Pagar UNRI Prabowo Gelar Bakti Sosial, Satukan Aparat dan Masyarakat

16 Maret 2026 - 12:01 WIB

P.Samosir M.Pd Kepala Upt. SMP Negeri 005 Saitnihuta Doloksanggul Rajin, Contoh Bagi Siswa

16 Maret 2026 - 11:30 WIB

Buruknya Tata Kelola Terminal Petikemas Internasional Belawan: PT Pelindo Diduga Lakukan Pembiaran Terhadap BNCT

15 Maret 2026 - 14:40 WIB

Polres Langkat Berbagi Takjil di Hari ke-24 Ramadhan

14 Maret 2026 - 22:03 WIB

Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Lembaga Pengelola Sampah (LPS) kelurahan Sukajadi dan Forum RT/RW

14 Maret 2026 - 22:00 WIB

SD N 054923 Gelar Latihan Sholat Ied dan Sosialisasi Zakat Fitrah

14 Maret 2026 - 19:40 WIB

Pererat Silaturahmi di Bulan Suci, FORMABEM Gelar Buka Puasa Bersama Penuh Hangat di Belawan

14 Maret 2026 - 19:24 WIB

Ironi di Gerbang Ekspor: Tiga Tahun DP World Kelola BNCT, Upah Pekerja Sektor Internasional Justru Anjlok di Bawah Sektor Domestik

14 Maret 2026 - 16:19 WIB

Tim Gabungan TNI-AL dari KODAERAL 1 dan Pemerintah Kecamatan Medan Belawan Gerebek Sarang Narkoba

13 Maret 2026 - 22:30 WIB

WJMB Berbagi Takjil, Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadhan

13 Maret 2026 - 22:06 WIB

Rayakan Milad Ke-20, FORMABEM Gandeng PENDIRI di Amerika Serikat Gelar Aksi Berbagi Takjil di Belawan

13 Maret 2026 - 18:31 WIB

Trending di News