Menu

Mode Gelap
Barang Bukti Curanmor Diserahkan, Polres Rohul Bantu Warga Tanpa Dipungut Biaya Sidang Vonis Seumur Hidup Darwis Harahap Dikawal Ketat, Ratusan Warga Padang Lawas Utara Penuhi PN Padangsidimpuan Imigrasi Belawan Hadirkan Pasporia Saat Car Free Day, Warga Bisa Urus Paspor di Hari Libur Penabalan Tongku Somba Sebagai Raja Huta Tambusai Timur Berjalan Sukses Dan Meriah Polres Rokan Hulu Monitoring Jagung Usia 64 Hari, Opimalisasi Program Ketahanan Pangan Nasional Aktivis Soroti Informasi Publik BNCT, Minta Kondisi Operasional Disampaikan Secara Transparan Sesuai Fakta Lapangan

Lintas Peristiwa

Kombatan GAM Kota Subulussalam Desak APH Telusuri Penyimpangan Pinjaman PEN yang Membebani Daerah

badge-check


					Kombatan GAM Kota Subulussalam Desak APH Telusuri Penyimpangan Pinjaman PEN yang Membebani Daerah Perbesar

Subulussalam | mitrapolda.com —

Kombatan GAM Aceh Singkil dan Kota Subulussalam, Ishak, atau yang dikenal dengan panggilan Gadis, menyatakan kekecewaannya atas cara Pemerintah Kota Subulussalam mengelola Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang kini menjadi beban anggaran dan menghambat pembangunan daerah.(22/11).

Gadis menilai prosedur pengajuan hingga penggunaan pinjaman tersebut “tidak transparan, tidak tepat sasaran, dan menyimpang dari semangat pemulihan ekonomi.” Menurutnya, sejumlah indikasi memperlihatkan bahwa pinjaman PEN justru dijadikan instrumen pembiayaan kegiatan-kegiatan pokok pikiran (Pokir) oknum politisi DPRK dan pemerintah sebelumnya, alih-alih memperkuat ekonomi masyarakat setelah pandemi.

> “Ini bukan lagi soal kebijakan yang keliru. Ini soal prosedur yang diduga diselewengkan secara terstruktur. Utang ditinggalkan, manfaat tak terasa. Masyarakat menanggung akibatnya,” ujar Gadis kepada media.

Pinjaman Besar, Manfaat Minim.
Berdasarkan dokumen anggaran dan laporan keuangan yang telah dipublikasikan, Pemko Subulussalam diketahui menerima pinjaman PEN sekitar Rp108 miliar dengan realisasi sekitar Rp104 miliar, disertai kewajiban bunga sekitar 5–6 persen per tahun.

Laporan keuangan daerah juga mencatat adanya pembayaran:

Pokok pinjaman PEN: sekitar Rp24 miliar
Bunga pinjaman PEN: lebih dari Rp6,7 miliar

Sementara itu, menurut sejumlah laporan publik, penggunaan dana PEN dinilai tidak memberi dampak signifikan terhadap kegiatan produktif masyarakat, karena sebagian diarahkan ke proyek-proyek non-prioritas, bahkan ke kegiatan yang diduga bersumber dari Pokir DPRK.

Gadis menegaskan bahwa penyimpangan arah ini telah menyalahi tujuan program PEN yang seharusnya memulihkan ekonomi masyarakat pascapandemi, bukan menjadi “pembiayaan proyek elite.”

Sorotan Temuan Audit & Risiko Keuangan Daerah

Berbagai laporan media yang merujuk pada temuan BPK menunjukkan:

1. Beban Utang & Defisit Menggunung

Total beban keuangan—termasuk defisit, utang belanja, dan kewajiban lain—dilaporkan mencapai lebih dari Rp250 miliar, menekan fiskal Kota Subulussalam.

2. Penggunaan Dana Tidak Sesuai Peruntukan

BPK menyoroti penggunaan dana yang dibatasi peruntukannya sebesar Rp44,4 miliar, yang seharusnya tidak boleh dipakai untuk kegiatan lain. Kondisi ini menunjukkan adanya krisis likuiditas dan lemahnya pengendalian internal.

3. Penganggaran Pinjaman Bank Rp172,5 Miliar Tanpa Dasar Formal

Dalam LHP, BPK menilai adanya pencantuman pinjaman dari lembaga keuangan bank tanpa dasar hukum yang jelas. Ini menunjukkan praktik pengelolaan anggaran yang manipulatif dan berisiko.

4. Tunggakan & Kewajiban yang Menghambat Pembangunan

Dalam Musrenbang terbaru, Wali Kota menegaskan fokus pembangunan ke depan adalah pelunasan utang — artinya ruang fiskal untuk pelayanan publik semakin sempit.

Gadis: “APH Harus Turun, Telusuri dari Hulu ke Hilir”

Melihat rangkaian temuan tersebut, Gadis mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan penyelidikan:

> “APH harus memeriksa prosedur pengajuan PINJAMAN PEN, siapa yang menginisiasi, siapa yang menyetujui, dan ke mana dana itu diarahkan. Ada dugaan penyimpangan yang merugikan rakyat dan keuangan daerah.”

Ia juga menegaskan bahwa utang PEN yang kini membebani APBK merupakan akibat dari penyalahgunaan wewenang dan kebijakan yang tidak berorientasi pada masyarakat.

> “PEN seharusnya membantu rakyat. Tapi di Subulussalam, rakyat yang justru menanggung akibatnya. Ini tidak boleh dibiarkan.”

Gadis mengatakan, perjuangannya bukan soal politik, melainkan soal tanggung jawab moral untuk memastikan kota sadakata Subulussalam tidak terus terseret dalam lingkaran utang dan pemborosan anggaran.

> “Jika betul ada penyimpangan, harus diungkap. Tidak boleh ada yang kebal hukum.” tutup ishak perwalian Kombatan GAM Kota Subulussalam itu. //@tim.inv.

Baca Lainnya

Penabalan Tongku Somba Sebagai Raja Huta Tambusai Timur Berjalan Sukses Dan Meriah

3 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Polres Rokan Hulu Monitoring Jagung Usia 64 Hari, Opimalisasi Program Ketahanan Pangan Nasional

3 Agustus 2026 - 22:31 WIB

Polda Riau Siapkan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan, Perkuat Green Policing Berbasis Riset

24 Juli 2026 - 08:39 WIB

Penuh Keakraban, Kapolres Langkat Bersilaturahmi dengan Ketua DPRD

20 Juli 2026 - 21:07 WIB

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolres Langkat Bersama Jajaran TNI dan Forkopimda Hadiri Panen Raya Virtual di Sirapit

20 Juli 2026 - 21:05 WIB

Kapolres Langkat Tinjau Ketersediaan BBM di SPBU Perdamaian Stabat, Antrean Mulai Berangsur Normal

19 Juli 2026 - 22:02 WIB

Bangun Sinergi Penegakan Hukum, Kapolres Langkat Jalin Silaturahmi ke Plt Bupati Langkat,dan Kejari

17 Juli 2026 - 12:37 WIB

Pisah Sambut Kapolres Langkat, AKBP David Triyo: Terimakasih Atas Dukungan Selama Ini

17 Juli 2026 - 12:36 WIB

SMKN 1 Tanjung Pura Resmi Batalkan Kutipan Uang Baju Uniform dan Baju Olahraga

17 Juli 2026 - 12:30 WIB

Pastikan Distribusi BBM Lancar, Polda Sumut Siagakan 786 Personel di 325 SPBU

17 Juli 2026 - 12:30 WIB

Banyak Guru Honorer Madrasah di Asahan Lulus Sertifikasi Angkatan ke-4, Menanti Kepastian Pencairan Tunjangan Profesi

16 Juli 2026 - 01:18 WIB

Ketidaksesuaian Penyaluran Bantuan Masyarakat Muncul di Desa Hutarao, Sinyalemen Penyalahgunaan Menguat

16 Juli 2026 - 01:15 WIB

Pembangunan Jembatan Aramco di Desa Botombawo Nias Utara telah Rampung

14 Juli 2026 - 08:10 WIB

Pendidikan di Pedalaman Terus Diperkuat, Satgas Bakti TNI Kebut Pembangunan SMPN 4 Ulu Idanotae

14 Juli 2026 - 08:09 WIB

Kepala sekolah SMA N 1 Ranto Baek diduga Gelapkan Bantuan PIP

14 Juli 2026 - 02:13 WIB

UPTD Puskesmas Kayulaut Gelar Pembekalan dan Evaluasi PMT

13 Juli 2026 - 23:06 WIB

Bendera merah putih robek dan kusam berkibar di Kantor Desa Batang Baruhar Paluta

1 Juli 2026 - 15:29 WIB

Jalinsum Hutaraja Tinggi Lumpuh

1 Juli 2026 - 15:25 WIB

Bhayangkara Sport Day Fun Run 5K, Polres Langkat 

29 Juni 2026 - 11:24 WIB

Gelombang Aksi Juni 2026: Aspirasi Rakyat atau Krisis Kepercayaan terhadap Pemerintah?

27 Juni 2026 - 01:38 WIB

Trending di Lintas Peristiwa