Menu

Mode Gelap
FORMABEM Bersama PT SMART Tbk Tebar Berkah di Belawan, 20 Anak Yatim dan 6 Penyandang Disabilitas Terima Bantuan Acara Syukuran Hari Jadi Polwan Ke 78 dan Pelepasan Purna Bakti Polres Batu Bara Kejati Sumut Salurkan Aduan Dugaan Kerugian Keuangan Negara di Dinas PMD Palas ke Kejari Setempat PEMKO PADANGSIDIMPUAN GAGAL MENYEGEL GUDANG UD. CINDY, KARENA MEMENTINGKAN KELUHAN PEKERJA Bupati Madina dan Wabup Hadiri Pelantikan Pengurus Kadin Periode 2026-2030 GPM PALAS Gelar Aksi Jilid II di Depan PKS PT KAS Ujung Batu, Desak Hentikan Operasional Akibat Dugaan Pencemaran Sungai Aek Tinga

Lintas Peristiwa

Dua Perusahaan Sawit Belum Lengkapi Izin, Kadis Perizinan Subulussalam: “Jangan Salahkan Kami!”

badge-check


					Dua Perusahaan Sawit Belum Lengkapi Izin, Kadis Perizinan Subulussalam: “Jangan Salahkan Kami!” Perbesar

“Gubernur Aceh melarang beroperasinya PT MSB ll, Pemko Subulussalam Sibuk Menerima Bantuan dari Perusahaan”

Subulussalam | mitrapolda.com –

Suasana sempat memanas di ruang Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Subulussalam, Senin (28/10), ketika sejumlah awak media mempertanyakan legalitas dua perusahaan sawit yang kini tengah beroperasi di wilayah itu: PT Mandiri Sawit Bersama II (MSB II) dan PT Sawit Panen Terus(SPT).(28/10).

Dalam perdebatan singkat namun tajam, Kepala Dinas Perizinan, Lidin Padang, akhirnya mengakui bahwa kedua perusahaan tersebut memang belum melengkapi seluruh dokumen perizinan sesuai prosedur yang berlaku.

> “Untuk PT MSB II, izin mendirikan bangunan (IMB) belum klir. Mereka juga belum mengajukan permohonan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) ke Dinas PUPR. Dari PUPR-lah baru nanti bisa kami proses di DPMPTSP,” ujar Lidin dengan nada tegas saat dikonfirmasi awak media.

Sementara untuk PT SPT, Lidin menjelaskan bahwa perusahaan baru sebatas mewacanakan rapat pembahasan PKKPR (Persetujuan Kegiatan Kesesuaian Pemanfaatan Ruang).

> “PKKPR itu masih tahap wacana. Belum sampai ke kami. Bahkan dari Gistaru (geografis tata ruang) juga belum masuk datanya,” tambahnya.

Pernyataan ini sekaligus mempertegas bahwa kedua perusahaan sawit tersebut belum memenuhi syarat izin usaha dan lingkungan yang wajib dimiliki perusahaan profesional sebelum beroperasi.

Forum Rekomendasi yang Dilanggar.
Dalam forum lintas instansi yang digelar sebelumnya, telah disepakati bahwa wilayah seratus meter dari bibir sungai tidak boleh ditanami sawit. Rekomendasi ini juga memuat poin penting terkait dokumen Pertek (Persetujuan Teknis BPN) yang hingga kini belum diterbitkan.

Namun di lapangan, alat berat perusahaan tetap beroperasi, lahan terus dibuka, dan aktivitas produksi tak menunjukkan tanda-tanda penghentian. Padahal Surat Gubernur Aceh telah jelas memerintahkan penghentian sementara aktivitas PT MSB II hingga semua izin dilengkapi.

Perdebatan yang Mewakili Keresahan Publik.
Dalam diskusi yang berkembang panas, salah satu awak media mempertanyakan sikap pasif pemerintah kota yang tampak “tutup mata” terhadap pelanggaran yang begitu jelas di depan mata.

> “Kalau izin belum lengkap, kenapa perusahaan masih beroperasi? Bukankah ada surat penghentian dari Gubernur?” tanya seorang wartawan. Lidin Padang menjawab dengan nada meninggi:

> “Pihak perizinan jangan dipersalahkan dalam hal ini! Kami hanya bisa memproses setelah semua dokumen dari dinas teknis lengkap. Kalau belum, kami tidak bisa berbuat apa-apa.”

Pernyataan ini disambut lirikan tajam dari sejumlah awak media yang hadir. Sebab fakta di lapangan menunjukkan, mesin pabrik tetap beroperasi dan truk pengangkut sawit tetap lalu-lalang, seolah surat Gubernur hanyalah formalitas.

DLHK Temukan Pelanggaran Serius.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) sendiri sebelumnya mencatat temuan berat di lokasi pabrik PT MSB II, termasuk kapasitas produksi yang melampaui izin 45 ton/jam, serta penambahan empat unit Kernel Crushing Plant (KCP) tanpa pelaporan resmi.
Selain itu, ditemukan kolam limbah tak sesuai standar, pekerja tanpa alat pelindung diri, dan saluran limbah terbuka yang berpotensi mencemari lingkungan sekitar.

> “Ini bukan sekadar kelalaian administratif. Ini pelanggaran nyata,” ujar salah satu sumber di DLHK yang enggan disebutkan namanya.

LSM Soroti Potensi Gratifikasi.
Pimpinan LSM Suara Putra Atjeh menilai penerimaan bantuan dari perusahaan yang belum berizin sebagai indikasi gratifikasi terselubung.

> “Setiap bantuan dari pihak yang sedang melanggar hukum bukanlah CSR, tapi gratifikasi terselubung. Pemerintah Kota Subulussalam semestinya menegakkan surat Gubernur, bukan menegosiasinya dengan bantuan,” tegasnya.

Publik menilai, diamnya aparat dan lemahnya sikap pemerintah daerah terhadap pelanggaran ini adalah bentuk kemunduran moral hukum di daerah. Surat Gubernur bukan sekadar dokumen birokrasi, melainkan perintah hukum yang wajib dijalankan tanpa kompromi.

Ketika perusahaan tanpa izin masih bisa beroperasi dan bahkan diterima sebagai “mitra pembangunan”, maka keadilan telah tergadaikan oleh kepentingan. Subulussalam butuh ketegasan, bukan pembenaran administratif.//Tim.inv.

Baca Lainnya

Acara Syukuran Hari Jadi Polwan Ke 78 dan Pelepasan Purna Bakti Polres Batu Bara

14 September 2026 - 13:18 WIB

Kejati Sumut Salurkan Aduan Dugaan Kerugian Keuangan Negara di Dinas PMD Palas ke Kejari Setempat

12 September 2026 - 22:39 WIB

PEMKO PADANGSIDIMPUAN GAGAL MENYEGEL GUDANG UD. CINDY, KARENA MEMENTINGKAN KELUHAN PEKERJA

12 September 2026 - 18:21 WIB

GPM PALAS Gelar Aksi Jilid II di Depan PKS PT KAS Ujung Batu, Desak Hentikan Operasional Akibat Dugaan Pencemaran Sungai Aek Tinga

5 September 2026 - 15:03 WIB

Polres Padang Lawas Utara Cek Lokasi Galian C dan Stone Crusher Diduga Belum Berizin

28 Agustus 2026 - 01:31 WIB

GUSTI PUTRA HAJORAN SIREGAR KETUA AMPI PALUTA DAMPINGI KADER TERBAIKNYA UNTUK MENDAFTAR CALON KETUA KNPI PALUTA

28 Agustus 2026 - 01:28 WIB

PKS KSM Raih Piagam Penghargaan Predikat TA’AT Dan PATUH Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup

21 Agustus 2026 - 01:34 WIB

Polres Padang Lawas Utara Cek Lokasi Galian C dan Stone Crusher Diduga Belum Berizin

20 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Peringatan HUT RI 81 di kecamatan Padang bolak tenggara berlangsung hikmat

19 Agustus 2026 - 10:01 WIB

RIBUAN WARGA TEBING TINGGI PADATI LAPANGAN MERDEKA MERIAHKAN SEMARAK HUT KE-81 RI

18 Agustus 2026 - 23:23 WIB

BUKA KAMPANYE GERMAS DALAM ISPS 2026, WALI KOTA TEBING TINGGI APRESIASI PENURUNAN STUNTING

18 Agustus 2026 - 22:58 WIB

Toko Acai Jaya Tawarkan Pernak-pernik Merah Putih

18 Agustus 2026 - 22:54 WIB

PEMBAGIAN DANA KEMITRAAN TAHUKAH 1.5 MILYAR DI DESA SOMBA DEBATA DUSUN LINGGAHARA TUAI POLEMIK PENGURUS TERANCAM DILAPORKAN KE APH

17 Agustus 2026 - 02:33 WIB

Grand Final Open Turnamen Mini Soccer Tobat Cup Berlangsung Sengit, Berakhir Adu Finalti

10 Agustus 2026 - 22:31 WIB

Kapolres Langkat Gelar Minggu Kasih Bersama Jemaat GPdi Lembah Pujian

10 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Kapolres Langkat Ajak Warga Perkuat Iman dan Perangi Narkoba Lewat Safari Jumat Curhat

8 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Penabalan Tongku Somba Sebagai Raja Huta Tambusai Timur Berjalan Sukses Dan Meriah

3 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Polres Rokan Hulu Monitoring Jagung Usia 64 Hari, Opimalisasi Program Ketahanan Pangan Nasional

3 Agustus 2026 - 22:31 WIB

Polda Riau Siapkan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan, Perkuat Green Policing Berbasis Riset

24 Juli 2026 - 08:39 WIB

Penuh Keakraban, Kapolres Langkat Bersilaturahmi dengan Ketua DPRD

20 Juli 2026 - 21:07 WIB

Trending di Lintas Peristiwa