Menu

Mode Gelap
Dirut PUD Pusat Pasar dipanggil Kejari Terkait Dugaan Suap Dan Gratifikasi POMAL TNI AL KODAERAL 1 Belawan, Terus Memburu Tindak Kriminal Dan Sarang Narkoba DPRD Medan Minta Disdikbud Terbitkan Edaran Larangan Uang Perpisahan Untuk Mencegah PUNGLI di Sekolah Satu Rumah Ludes Terbakar di Pulau Sicanang, Warga Panik Memadam kan Dengan Alat Seadanya Membongkar Borok Medan Utara: CSR Hanya Dinikmati Kroni, Rakyat Diberi Janji Palsu Kolaborasi Polisi dan TNI Respon Laporan Warga soal PETI, 12 Rakit Dimusnahkan

Lintas Peristiwa

REHABILITASI SEBAGAI JALAN PEMULIHAN KORBAN NARKOTIKA

badge-check


					REHABILITASI SEBAGAI JALAN PEMULIHAN KORBAN NARKOTIKA Perbesar

Oleh: Sutan Siregar, SH. MH
Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan.

Rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika merupakan langkah penting dan kompleks dalam upaya pemulihan korban dan pecandu yang terjerumus ke dalam lingkaran penyalahgunaan narkotika. Proses rehabilitasi tidak hanya bertujuan untuk menghentikan penggunaan narkotika, tetapi juga untuk mengembalikan fungsi sosial, pekerjaan, dan psikologis agar mereka dapat kembali berintegrasi dengan masyarakat.

Pada tahap awal, rehabilitasi biasanya melibatkan detoksifikasi, yang merupakan proses mengeluarkan narkotika dari tubuh di bawah pengawasan medis. Proses ini seringkali disertai dengan gejala putus obat yang harus dikelola secara hati-hati. Setelah fase detoksifikasi, langkah selanjutnya adalah terapi dan konseling. Pendekatan ini bertujuan untuk mengatasi masalah psikologis yang mungkin mendasari penyalahgunaan narkotika, seperti depresi, kecemasan, atau trauma. Terapi bisa dilakukan secara individu atau kelompok dan seringkali melibatkan keluarga dalam proses pemulihan.

Konstruksi sanksi hukum pada korban penyalahgunaan narkotika merupakan topik yang sangat penting dalam diskusi mengenai penanganan masalah narkotika. Penyalahgunaan narkotika tidak hanya dilihat sebagai masalah kriminal, tetapi juga sebagai masalah kesehatan dan sosial. Hal ini berdampak pada bagaimana hukum dirancang untuk menangani mereka yang menjadi korban dari penyalahgunaan zat tersebut.

Pada dasarnya, pendekatan terhadap korban penyalahgunaan narkotika bergeser dari penindakan yang keras menuju pendekatan yang lebih rehabilitatif. Sanksi hukum yang diterapkan tidak lagi sekedar menghukum, tetapi lebih kepada memulihkan kondisi korban. Dalam konteks ini, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menyediakan ruang bagi korban penyalahgunaan narkotika dan pecandu narkotika untuk mendapatkan rehabilitasi. Rehabilitasi ini terbagi menjadi dua, yaitu rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial, yang bertujuan untuk mengembalikan korban ke dalam masyarakat sebagai individu yang produktif.

Perubahan paradigma ini mencerminkan pengakuan bahwa banyak korban penyalahgunaan narkotika adalah orang yang membutuhkan bantuan, bukan hukuman. Proses rehabilitasi sering kali melibatkan kolaborasi antara lembaga hukum, dan lembaga kesehatan. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan dalam implementasinya, seperti stigma sosial, ketersediaan fasilitas rehabilitasi yang memadai, dan kebutuhan akan dukungan berkelanjutan setelah rehabilitasi. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang konstruksi sanksi hukum dan pendekatan rehabilitatif sangat penting dalam upaya mengatasi masalah penyalahgunaan narkotika.

Penyalahgunaan narkotika merupakan isu sosial yang kompleks dan menimbulkan banyak korban dari berbagai kalangan termasuk remaja dan orang dewasa. Masalah ini tidak hanya mempengaruhi korban yang terlibat langsung dalam penggunaan narkotika, tetapi juga keluarga, dan masyarakat luas. Penyalahgunaan narkotika menyebabkan berbagai dampak negatif, mulai dari masalah kesehatan, psikologis, hingga ekonomi yang berujung pada kerugian sosial yang besar.

Berbagai langkah untuk mengatasi masalah penyalahgunaan narkotika, termasuk melalui penegakan hukum yang ketat, kampanye pencegahan, rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan. Upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya narkotika terus ditingkatkan, khususnya generasi muda yang merupakan aset bangsa. Penanganan korban penyalahgunaan narkotika juga memerlukan pendekatan yang komprehensif, melibatkan dukungan psikologis, kesehatan, dan reintegrasi sosial untuk membantu mereka kembali ke dalam masyarakat.

Rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika merupakan sebuah ide yang telah mengalami perubahan dari sekedar hukuman menjadi bentuk sanksi hukum yang lebih konstruktif. Ide rehabilitasi ini bertujuan untuk memulihkan seseorang dari ketergantungan narkotika, sekaligus mengintegrasikan kembali orang tersebut ke dalam masyarakat. Pendekatan ini mengakui bahwa penyalahgunaan narkotika lebih dari sekedar masalah kriminal, tapi juga masalah kesehatan dan sosial yang memerlukan penanganan komprehensif.

Dalam konteks hukum, rehabilitasi sebagai konstruksi sanksi hukum terhadap korban penyalahgunaan narkotika menandai pergeseran paradigma dari pendekatan punitif ke restoratif. Pendekatan punitif menekankan pada hukuman sebagai respon terhadap pelanggaran, sedangkan pendekatan restoratif lebih menekankan pada pemulihan korban, pelaku, dan masyarakat secara keseluruhan. Hal ini diimplementasikan melalui program rehabilitasi yang dirancang untuk membantu korban penyalahgunaan narkotika memahami dan mengatasi alasan di balik ketergantungan mereka, serta memberikan mereka keterampilan dan dukungan yang diperlukan untuk membangun kembali kehidupan mereka.

Implementasi ide rehabilitasi sebagai konstruksi sanksi hukum memerlukan kerja sama antar berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga hukum, dan lembaga kesehatan. Hal ini juga membutuhkan kebijakan publik yang mendukung, termasuk akses ke layanan rehabilitasi yang berkualitas, dan pendanaan yang memadai. Dengan demikian, rehabilitasi tidak hanya berfungsi sebagai sanksi hukum, tapi juga sebagai langkah progresif menuju pemulihan dan reintegrasi korban penyalahgunaan narkotika ke dalam masyarakat.

NURAINUN SIREGAR

Baca Lainnya

Kolaborasi Polisi dan TNI Respon Laporan Warga soal PETI, 12 Rakit Dimusnahkan

29 April 2026 - 22:24 WIB

Oknum lurah Kampung Lama di Duga Pungli Rp 4 juta ke Korban Banjir Warga Katanya Biar Bantuan Cepat Cair

29 April 2026 - 18:59 WIB

Kapolres Langkat Tinjau Langsung Renovasi Jembatan Merah Putih Sang Bhayangkara di Secanggang

29 April 2026 - 18:58 WIB

Prajurit Petarung Kodim 0201/Medan Gelar Tradisi Pedang Pora Lepas Sambut Dandim

29 April 2026 - 18:57 WIB

Kodim 0207/Simalungun Rampungkan Jembatan Aramco di Raya Bosi, Akses Warga Kembali Lancar

29 April 2026 - 18:57 WIB

Kodim 0209/Labuhanbatu Rampungkan Pembangunan Jembatan Aramco Pasar Bilah 2B

29 April 2026 - 18:55 WIB

Pos Kamling Jadi Garda Terdepan Keamanan Lingkungan, Polsek Besitang Intensifkan Sambang dan Cooling System

27 April 2026 - 01:36 WIB

Polda Riau Ungkap Praktik Premanisme Berkedok Debt Collector

26 April 2026 - 21:22 WIB

Kodim 0209/Labuhanbatu Tuntaskan Pembangunan Jembatan di Desa Sukarame Baru

26 April 2026 - 21:21 WIB

Kodim 0209/Labuhanbatu Rampungkan Pembangunan Jembatan Aramco Pasar Bilah 2B

26 April 2026 - 21:20 WIB

Ps Kasubsi Penmas Si Humas Polres Pakpak Bharat, Aiptu Widodo Layani Donor Darah Gol B+ Pasien RSUD Salak

25 April 2026 - 23:29 WIB

Sat Narkoba Polres Langkat Gerebek Lokasi Diduga Tempat Transaksi Sabu di Hinai

25 April 2026 - 22:58 WIB

Pangdam I/BB Pimpin Sertijab dan Tradisi Korps Pejabat Utama di Makodam I/BB

25 April 2026 - 22:55 WIB

Kepala SMAN 5 Medan Diduga Menyalah Gunakan Dana BOS

25 April 2026 - 22:55 WIB

Polsek Tambang Gelar Sosialisasi Green Policing dan Penanaman Pohon di Ponpes Az Zahra

25 April 2026 - 22:54 WIB

Kodim 0209/Labuhanbatu Tuntaskan Pembangunan Jembatan di Desa Sukarame Baru

25 April 2026 - 22:53 WIB

Polsek Tambang Gelar Sosialisasi Green Policing dan Penanaman Pohon di Ponpes Az Zahra

24 April 2026 - 23:00 WIB

Pangdam I/BB Tinjau Komlekdam I/BB, Pastikan Kesiapan Alkomlek dan Operasional Satuan

24 April 2026 - 23:00 WIB

Kodim 0209/Labuhanbatu Tuntaskan Pembangunan Jembatan Aramco di Desa Tanjung Pasir

24 April 2026 - 22:59 WIB

Kodim 0212/TS Bersama Masyarakat Perbaiki Jembatan Gantung di Ulu Pungkut

24 April 2026 - 22:58 WIB

Trending di Lintas Peristiwa