Menu

Mode Gelap
Acara Syukuran Hari Jadi Polwan Ke 78 dan Pelepasan Purna Bakti Polres Batu Bara Kejati Sumut Salurkan Aduan Dugaan Kerugian Keuangan Negara di Dinas PMD Palas ke Kejari Setempat PEMKO PADANGSIDIMPUAN GAGAL MENYEGEL GUDANG UD. CINDY, KARENA MEMENTINGKAN KELUHAN PEKERJA Bupati Madina dan Wabup Hadiri Pelantikan Pengurus Kadin Periode 2026-2030 GPM PALAS Gelar Aksi Jilid II di Depan PKS PT KAS Ujung Batu, Desak Hentikan Operasional Akibat Dugaan Pencemaran Sungai Aek Tinga CAPAIAN IKAD KOTA TEBING TINGGI RAIH KATEGORI UNGGUL, WALI KOTA IMAN IRDIAN SARAGIH SIAP OPTIMALKAN INKLUSI KEUANGAN

Lintas Peristiwa

PROYEK REHABILITASI IRIGASI AEK BUATON DIDUGA “ASAL JADI” – MASYARAKAT UNGKAP BEBERAPA KEKURANGAN

badge-check


					PROYEK REHABILITASI IRIGASI AEK BUATON DIDUGA “ASAL JADI” – MASYARAKAT UNGKAP BEBERAPA KEKURANGAN Perbesar

Humbahas | MitraPolda.com

Infrastruktur Senilai Hampir 200 Juta Dinilai Tidak Sesuai Standar, Berpotensi Tidak Bermanfaat Bagi Petani
Proyek rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (D.I) Aek Buaton di Kabupaten Humbang Hasundutan yang dibiayai dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2025 kini menjadi perhatian publik setelah banyak keluhan dari masyarakat sekitar terkait kualitas pelaksanaan yang dinilai tidak memadai atau “asal jadi”. Proyek yang memiliki nilai kontrak sebesar Rp 199.470.000,- ini dipercaya kepada CV. Tumanggor Jaya Mandiri melalui surat perintah kerja nomor 15/SPK/SDA/DPUTR/IX/2025, dengan target penyelesaian dalam waktu 90 hari kalender.

BEBERAPA KEKURANGAN YANG DIUNGKAPKAN MASYARAKAT

Sejumlah warga dan petani di sekitar lokasi proyek mengungkapkan berbagai kekurangan yang terlihat secara kasat mata sejak pelaksanaan proyek memasuki tahapan akhir.

– Kualitas Material yang Kurang Baik: Beberapa bagian saluran irigasi yang baru direhabilitasi dinilai menggunakan material yang tidak sesuai standar, seperti tanah timbunan yang tidak padat dan batu bata yang tampak rapuh. Hal ini membuat khawatir akan cepat mengalami kerusakan saat musim hujan tiba.
– Pemasangan yang Tidak Rapi: Jalur saluran irigasi tidak lurus dan terdapat bagian yang tidak rata, yang berpotensi menyebabkan genangan air atau aliran yang tidak lancar. Bahkan beberapa sambungan antar bagian struktur terlihat tidak rapi dan berisiko bocor.
– Kurangnya Koordinasi dengan Masyarakat: Petani mengaku jarang dimintai pendapat terkait kebutuhan irigasi di lahan mereka, padahal mereka adalah pihak yang paling merasakan manfaat atau kekurangan dari infrastruktur tersebut. Beberapa titik penting yang dianggap krusial untuk akses air tidak terlihat mendapatkan perhatian khusus dalam proyek ini.

Secara resmi, proyek ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan fungsi irigasi sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor pertanian di Sumatera Utara, khususnya dalam rangka pengembangan program food estate di wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan. Dengan kondisi lahan pertanian yang luas di daerah tersebut, rehabilitasi irigasi seharusnya menjadi tulang punggung peningkatan produktivitas tanaman pangan seperti padi

Namun, dengan kondisi pelaksanaan yang dinilai tidak optimal, banyak pihak yang khawatir proyek senilai hampir 200 juta rupiah ini tidak akan mampu memberikan manfaat yang diharapkan. Bahkan, ada kekhawatiran akan munculnya kerusakan dini yang membutuhkan biaya perbaikan tambahan di kemudian hari.

Pada papan informasi yang dipasang di lokasi proyek, terdapat pesan bahwa pembangunan ini terlaksana atas partisipasi masyarakat dan mengajak semua pihak untuk memenuhi kewajiban membayar pajak. Namun, sejumlah masyarakat mengungkapkan rasa kecewa karena kontribusi mereka melalui pajak sepertinya tidak menghasilkan infrastruktur yang berkualitas.

MASYARAKAT MENUNTUT PENGECEKAN ULANG

Para petani dan tokoh masyarakat lokal telah mengajukan permohonan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Humbang Hasundutan untuk melakukan pengecekan ulang terhadap kualitas proyek ini. Mereka juga menginginkan pihak pelaksana diminta untuk melakukan perbaikan pada bagian-bagian yang tidak sesuai standar, agar proyek benar-benar dapat bermanfaat bagi kehidupan ekonomi masyarakat setempat.

“Sekarang ini kita sangat membutuhkan irigasi yang handal untuk menunjang hasil panen. Kalau proyek hanya dibuat asal jadi, maka kita sebagai petani yang paling dirugikan,” ujar salah satu perwakilan petani yang tidak ingin disebutkan namanya.

Sampai saat ini, pihak dinas terkait belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan yang diajukan masyarakat. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh, pihak dinas telah merencanakan untuk melakukan pemeriksaan lapangan pada beberapa hari ke depan untuk memverifikasi keluhan yang muncul..(JON.SIANTURI)

Baca Lainnya

Acara Syukuran Hari Jadi Polwan Ke 78 dan Pelepasan Purna Bakti Polres Batu Bara

14 September 2026 - 13:18 WIB

Kejati Sumut Salurkan Aduan Dugaan Kerugian Keuangan Negara di Dinas PMD Palas ke Kejari Setempat

12 September 2026 - 22:39 WIB

PEMKO PADANGSIDIMPUAN GAGAL MENYEGEL GUDANG UD. CINDY, KARENA MEMENTINGKAN KELUHAN PEKERJA

12 September 2026 - 18:21 WIB

GPM PALAS Gelar Aksi Jilid II di Depan PKS PT KAS Ujung Batu, Desak Hentikan Operasional Akibat Dugaan Pencemaran Sungai Aek Tinga

5 September 2026 - 15:03 WIB

Polres Padang Lawas Utara Cek Lokasi Galian C dan Stone Crusher Diduga Belum Berizin

28 Agustus 2026 - 01:31 WIB

GUSTI PUTRA HAJORAN SIREGAR KETUA AMPI PALUTA DAMPINGI KADER TERBAIKNYA UNTUK MENDAFTAR CALON KETUA KNPI PALUTA

28 Agustus 2026 - 01:28 WIB

PKS KSM Raih Piagam Penghargaan Predikat TA’AT Dan PATUH Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup

21 Agustus 2026 - 01:34 WIB

Polres Padang Lawas Utara Cek Lokasi Galian C dan Stone Crusher Diduga Belum Berizin

20 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Peringatan HUT RI 81 di kecamatan Padang bolak tenggara berlangsung hikmat

19 Agustus 2026 - 10:01 WIB

RIBUAN WARGA TEBING TINGGI PADATI LAPANGAN MERDEKA MERIAHKAN SEMARAK HUT KE-81 RI

18 Agustus 2026 - 23:23 WIB

BUKA KAMPANYE GERMAS DALAM ISPS 2026, WALI KOTA TEBING TINGGI APRESIASI PENURUNAN STUNTING

18 Agustus 2026 - 22:58 WIB

Toko Acai Jaya Tawarkan Pernak-pernik Merah Putih

18 Agustus 2026 - 22:54 WIB

PEMBAGIAN DANA KEMITRAAN TAHUKAH 1.5 MILYAR DI DESA SOMBA DEBATA DUSUN LINGGAHARA TUAI POLEMIK PENGURUS TERANCAM DILAPORKAN KE APH

17 Agustus 2026 - 02:33 WIB

Grand Final Open Turnamen Mini Soccer Tobat Cup Berlangsung Sengit, Berakhir Adu Finalti

10 Agustus 2026 - 22:31 WIB

Kapolres Langkat Gelar Minggu Kasih Bersama Jemaat GPdi Lembah Pujian

10 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Kapolres Langkat Ajak Warga Perkuat Iman dan Perangi Narkoba Lewat Safari Jumat Curhat

8 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Penabalan Tongku Somba Sebagai Raja Huta Tambusai Timur Berjalan Sukses Dan Meriah

3 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Polres Rokan Hulu Monitoring Jagung Usia 64 Hari, Opimalisasi Program Ketahanan Pangan Nasional

3 Agustus 2026 - 22:31 WIB

Polda Riau Siapkan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan, Perkuat Green Policing Berbasis Riset

24 Juli 2026 - 08:39 WIB

Penuh Keakraban, Kapolres Langkat Bersilaturahmi dengan Ketua DPRD

20 Juli 2026 - 21:07 WIB

Trending di Lintas Peristiwa