Menu

Mode Gelap
SEKDAKO TEBING TINGGI IMBAU PEDAGANG TEMPATI KIOS REVITALISASI PASAR INPRES Terwujudnya Kamseltibcarlantas Yang Aman,Nyaman, & Selamat Menjelang Pelaksanaan OPS Ketupat 2026 Dana Desa Huta Julu TA 2025 Dimanfaatkan Untuk Pembangunan Saluran Irigasi Persawahan Kantor Pertanahan Kabupaten Padang Lawas Peringati Hari Lahan Basah Sedunia 2026, Tegaskan Komitmen Menjaga Keseimbangan Ekosistem Hari Pertama Operasi Keselamatan Toba 2026, Satlantas Polres Langkat Fokus Edukasi dan Penegakan Humanis Polsek Pangkalan Brandan Laksanakan Pengamanan Ibadah Umat Kristen, Polres Langkat Pastikan Seluruh Wilayah Aman dan Kondusif

Hukum

Latar Balakang Mengapa KPK Memeriksa Rektor USU terkait Korupsi Proyek Jalan di Sumut

badge-check


					Latar Balakang Mengapa KPK Memeriksa Rektor USU terkait Korupsi Proyek Jalan di Sumut Perbesar

Medan, – MitraPolda.com |

 

Rektor USU Muryanto Amin terkenal dekat dengan Bobby Nasution karena berperan sebagai konsultan politik menantu Jokowi itu.

 

Muryanto turut diperiksa KPK dalam kasus korupsi yang terjadi di masa Bobby Nasution sebagai walikota Medan dan Gubernur Sumut

Secara mengejutkan, KPK memanggil Rektor USU, Muryanto Amin guna menjalani pemeriksaan terkait korupsi proyek jalan yang ada di Tapanuli Selatan.

 

Pemeriksaan Muryanto dijadwalkan di markas KPK Gedung Merah Putih, Jakarta pada Jumat (15/8/2025).

 

*Publik pun mulai bertanya-tanya, apa sebenarnya kaitan Muryanto dengan korupsi itu*?

 

Selama ini para elit di Sumatera Utara sudah tahu kalau Muryanto memiliki kedekatan dengan jaringan penguasa persahabatannya dengan Pratikno, Menteri Sekretariat Negara di masa Presiden Jokowi.

Kedekatan itu yang kemudian membawa Muryanto akrab dengan Bobby Nasution.

 

Saat Muryanto menjabat sebagai Dekan Fisip USU, ia disebut-sebut berperan sebagai Konsultan Politik Bobby pada Pilkada Medan 2020. Buah dari kedekatan itu, Muryanto akhirnya sukses mendapat amanat menjabat sebagai Rektor USU 2020-2025.

 

Saat Bobby baru saja terpilih sebagai Pilkada Medan 2020, Muryanto kemudian ‘memaksa’ semua pimpinan fakultas di USU untuk beraudiensi dengan Bobby di kantor Walikota Medan.

*Langkah seperti itu belum pernah terjadi dalam sejarah USU sebelumnya, sehingga Muryanto dianggap telah menjual martabat kampus terbesar di Sumut itu untuk kepentingan penguasa*.

 

Sebagai buah dari pendekatan itu, Muryanto disebut-sebut mendapat sejumlah proyek besar kerjasama USU dan Pemko Medan. Proyek itu, salah satunya adalah Pembangunan Kolam Retensi USU yang ada di depan Kantor Biro Rektor Jalan Dr Mansyur, Medan.

 

Tadinya kolam retensi itu diharapkan bisa mengatasi genangan banjir yang ada di sekitar jalan utama menuju kampus itu. Nyatanya proyek bernilai Rp 20 miliar itu kurang bermanfaat. Kolam retensi tersebut ternyata tidak bisa menampung genangan air yang ada.

Meski saat ini proyek telah selesai, genangan air di Jalan Dr Mansyur tetap saja terjadi.

 

Selain itu, USU juga mendapat proyek pembangunan Gedung Plaza UMKM senilai Rp97,65 miliar. Sama seperti proyek kolam retensi, proyek gedung UMKM ini tidak jelas nasibnya sampai saat ini karena belum selesai sesuai waktu yang ditentukan.

Belakangan, hasil audit BPK RI justru mencium adanya aroma korupsi dalam proyek tersebut.

 

Pemko Medan yang saat ini dibawah kepemimpinan Walikota Rico Waas mulai mempertanyakan proyek plaza UMKM ini sebab kuat indikasi adanya permainan di sana.

 

*Kampus USU di bawah Kendali Bobby*

 

Di masa Rektor Muryanto Amin, USU bisa disebutkan total berada di bawah kendali Bobby.

Terlebih lagi sejak terpilihnya Jenderal Pol (Purn) Agus Andrianto — yang sekarang menjabat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI – sebagai ketua Wali Amanat USU 2025-2030.

 

Agus Andrianto adalah Mantan Kapolda Sumut yang terakhir menjabat sebagai Wakapolri sebelum diangkat sebagai Menteri pada Kabinet Merah Putih.

 

Saat aktif dalam kepolisian, Agus adalah sosok pengendali ‘Partai Coklat’ untuk membantu suksesnya kampanye Bobby pada dua Pilkada di daerah ini. Dukungan Polri itu yang membuat kekuatan Bobby tak bisa ditandingi oleh saingan politiknya.

 

Tak heran, ketika berlangsung pemilihan Wali Amanat USU, Muryanto disebut-sebut membangun komunikasi dengan Bobby Nasution untuk mendorong Agus menduduki posisi ketua Dewan Wali Amanat itu. Hasilnya pun bisa ditebak, Agus terpilih secara Aklamasi.

 

Dengan demikian duet Muryanto dan Agus Andrianto sebagai pengendali USU membuat kampus ini benar-benar tunduk kepada Bobby.

Tapi sebagai konsekuensinya USU pun mendapat sejumlah proyek dari Pemko Medan.

 

Lantas apa kaitan Muryanto dengan kasus korupsi jalan di Tapanuli Selatan..?

 

Sumber di KPK menyebutkan sebenarnya tidak ada kaitan langsung Muryanto dalam kasus itu. Namun KPK menemukan bahwa praktik kolusi yang terjadi dalam proyek jalan raya itu juga terjadi pada proyek-proyek lain yang dikerjakan Pemko Medan semasa Walikota Bobby Nasution.

 

“Motifnya sama. Maka itu KPK ingin mengurai lebih jelas bagaimana sebenarnya permainan gratifikasi itu dalam proyek yang lain yang ditangani Pemko Medan,” ujar sumber tersebut.

 

Proyek di USU menjadi contoh karena data BPK telah membuktikan adanya indikasi korupsi dalam proyek Pemko Medan yang ada di kampus itu.

Muryanto dan Bobby adalah aktor utamanya. Inilah yang menjadi alasan sehingga KPK harus memanggil Muryanto untuk menjalani pemeriksaan.

 

Dari pemeriksaan itu, KPK ingin menggali lebih jauh bagaimana sebenarnya praktik korupsi yang berjalan semasa pemerintahan Bobby sebagai Walikota Medan. Karena itu, bukan tidak mungkin proyek Pemko Medan yang ada di kampus USU akan menjadi kasus baru yang akan didalami oleh KPK.

 

Sutrisno Pangaribuan, Alumni USU yang juga Presidium Kongres Rakyat Nasional menilai langkah KPK itu sudah tepat mengingat kedekatan Rektor USU dan Bobby Nasution sangat berpotensi menyalahi aturan keuangan negara.

 

“Siapa pun tahu kalau Muryanto itu sangat banyak berperan dalam kebijakan politik Bobby Nasution.” Kata Sutrisno. Oleh karena itu, Sutrisno mengusulkan sebaiknya Muryanto dinonaktifkan sementara waktu dari jabatannya sebagai Rektor USU.

 

“Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi harusnya segera mengangkat Plt. Rektor USU demi kelancaran pemeriksaan KPK dan mulusnya operasional USU. Muryanto dinon-aktifkan agar ia bisa focus menjalani pemeriksaan di KPK,” tambah Sutrisno.

 

Selain Muryanto, ada pula usulan agar Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto juga turut diminta informasi terkait masalah ini mengingat Agus juga bagian dari kelompok yang selama ini bermain untuk Bobby.

 

Bersamaan dengan pemanggilan Muryanto Amin, KPK juga memanggil sejumlah saksi lainnya, seperti Kepala Seksi Dinas PUPR Sumut Edison; Kepala Bagian Pengadaan Barang Jasa Kabupaten Padang Lawas Utara Asnawi Harahap;

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Padang Sidimpuan Ahmad Juni; dan Bendahara Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBJN) Sumut Said Safrizal, PNS Kementerian PU-BBJN Sumut Manaek Manalu; Kasatker Wilayah III BBPJN Sumut Ratno Adi Setiawan; Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wilayah I 2023 BBPJN Sumut Munson Ponter Paulus Hutauruk; dan Perwakilan dari PT Deli Tunas Adimulia (Showroom Mobil).

 

*Semua saksi ini adalah orang-orang yang selama ini pernah terlibat dalam proyek di masa kepemimpinan Bobby Nasution*.

Baca Lainnya

Dana Desa Huta Julu TA 2025 Dimanfaatkan Untuk Pembangunan Saluran Irigasi Persawahan

3 Februari 2026 - 17:46 WIB

Bangunan Makan Bergizi Gratis Selesai, Harapan Baru Bagi Desa Pangkalan Siata

2 Februari 2026 - 21:19 WIB

Tokoh Adat Melayu Rantau Kasai Tolak Dugaan Provokasi Dan Adu Domba Oleh PT Agrinas

1 Februari 2026 - 00:39 WIB

Sengketa Lahan 500 Hektar AFD 1 : Managemen Kebun Silau Dunia Gelar Konpers

1 Februari 2026 - 00:38 WIB

Sah Arman Siregar komandoi IJEN Di paluta

30 Januari 2026 - 19:04 WIB

Bupati Saipullah Buka Pengundian Los Pasar Baru, dan Minta Pedagang Beroperasi Sebelum Ramadan

30 Januari 2026 - 17:34 WIB

Inspektorat Telusuri Dugaan Manipulasi Data PPPK PW SDN 336 Sinunukan V

30 Januari 2026 - 02:53 WIB

Proyek Jalan Desa Paranginan Selatan “Terbaik”, Anggaran Rp 208 Juta Tak Berbuah Optimal

26 Januari 2026 - 15:54 WIB

Laka di Tol Belmera: Truck Kontainer Kabur Usai Ditabrak, Sopir Dumptruck Selamat Tanpa Luka

25 Januari 2026 - 00:09 WIB

HBB Madina Minta Bupati Saipullah Tidak Terbitkan Izin Operasional SPBE Saba Purba

23 Januari 2026 - 19:05 WIB

Kebakaran Kembali Melanda Kawasan Padat Penduduk di Kecamatan Belawan

23 Januari 2026 - 15:15 WIB

Diduga PT. Astra Aceh Singkil Borong Pembersihan Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat

22 Januari 2026 - 15:12 WIB

Tanah Warisan Diduga Diserobot, Ahli Waris Minta Penegak Hukum Menindak Lanjuti Aduan dan Berperilaku Adil Terhadap Masyarakatat

22 Januari 2026 - 13:03 WIB

Sekretaris PWI Kawal Berkas Pengunduran Diri Dua Oknum Guru P3K PW SD Negeri 336 Sinunukan V

22 Januari 2026 - 13:00 WIB

SISRUTE merupakan amanah dari KEMENKES yang di aplikasikan diseluruh Rumah sakit

21 Januari 2026 - 22:01 WIB

dr. Mey Sitanggang: Pelayanan HD sudah kembali beroperasi

21 Januari 2026 - 22:01 WIB

PROYEK REHABILITASI IRIGASI AEK BUATON DIDUGA “ASAL JADI” – MASYARAKAT UNGKAP BEBERAPA KEKURANGAN

21 Januari 2026 - 17:38 WIB

Polsek Salapian Ungkap Kasus Peredaran Narkotika di Desa Turangi, Satu Pelaku Diamankan

20 Januari 2026 - 02:04 WIB

Wakapolda Sumut Laksanakan Kunjungan Silaturahmi ke Polres Langkat, Tekankan Rasa Syukur, Semangat Pengabdian, Soliditas Personel, dan Pelaksanaan Program Prioritas Kapolda

20 Januari 2026 - 02:03 WIB

Penanaman 5000 Pohon di Desa Karing

19 Januari 2026 - 15:59 WIB

Trending di Lintas Peristiwa