
MITRAPOLDA.COM, MARELAN – Tak ada yang mengetahui bagaimana akhir perjalanan seseorang ketika berangkat menjalani aktivitas sehari-hari. Bagi Nawawi, perjalanan pada Kamis sore (8/10/2026) menjadi perjalanan terakhir yang merenggut nyawanya. Tragisnya, pemuda yang dikabarkan merupakan seorang mahasiswa dan dijadwalkan mengikuti wisuda pada bulan ini justru meninggal dunia sebelum sempat merayakan pencapaian yang dinantikan.
Kecelakaan maut tersebut terjadi di Jalan Marelan Raya, tepatnya di depan Swalayan Wiego, dekat Pasar 5 Marelan, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, sekitar pukul 16.30 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, Nawawi diketahui merupakan pekerja galangan kapal PT Waruna dan disebut berdomisili di kawasan Jalan Pasar 4 Marelan. Kabar mengenai dirinya yang akan segera diwisuda menambah kepiluan atas kepergian korban.
Peristiwa nahas itu bermula ketika Nawawi mengendarai sepeda motor dengan membonceng seorang temannya. Keduanya melintas di Jalan Marelan Raya, bersamaan dengan sebuah truk tangki yang berada di belakang mereka, di tengah kondisi lalu lintas yang cukup padat.

Menurut informasi awal di lokasi, Nawawi diduga terkejut setelah mendengar suara klakson dari truk yang berada di belakangnya. Sepeda motor yang dikendarainya kemudian oleng hingga kehilangan kendali.
Dalam hitungan detik, sepeda motor beserta korban terjatuh ke sisi kanan badan jalan dan masuk ke kolong truk yang sedang melaju. Jarak yang sudah terlalu dekat diduga membuat pengemudi truk tidak sempat menghindari kecelakaan tersebut.
Nawawi pun terlindas dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, teman korban yang dibonceng dilaporkan selamat.
Mimpi Wisuda yang Tak Sempat Terwujud
Di balik kecelakaan tragis tersebut, tersimpan kisah yang menyayat hati. Jika kabar mengenai jadwal wisuda korban benar, bulan Oktober yang semestinya menjadi momen kebahagiaan dan kebanggaan justru berubah menjadi masa duka bagi keluarga, sahabat, dan orang-orang yang mengenalnya.
Wisuda bukan sekadar seremoni mengenakan toga. Bagi seorang mahasiswa, momen itu merupakan simbol perjuangan, pengorbanan, dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Ada perjalanan panjang yang telah dilalui, ada impian yang hendak diwujudkan, serta ada keluarga yang mungkin menantikan hari bahagia tersebut dengan penuh kebanggaan.
Namun, takdir berkata lain. Sebelum momen yang dinantikan itu tiba, Nawawi harus berpulang dalam sebuah kecelakaan di jalan raya.
(MDR)







