LANGSA — | MitraPolda.com
Menjelang pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Langsa, dinamika regenerasi kepemimpinan mulai menjadi perhatian di internal organisasi.
Di tengah proses tersebut, nama Pratama Aditya Darmawan muncul sebagai salah satu kader yang menyatakan kesiapan untuk maju dalam kontestasi Ketua Umum SEMMI Cabang Langsa.
Bagi Pratama, Konfercab bukan sekadar agenda rutin pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, Konfercab dinilai sebagai momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah baru perjuangan SEMMI Langsa di tengah perubahan sosial, politik, dan ekonomi yang semakin kompleks.
“Saya melihat Konfercab bukan hanya tentang siapa yang menjadi ketua berikutnya. Konfercab adalah tentang bagaimana kita menentukan SEMMI Langsa akan dibawa ke mana dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Pratama.
Menurutnya, organisasi mahasiswa harus mampu keluar dari pola gerakan yang hanya bersifat seremonial. SEMMI, kata dia, harus kembali memperkuat tradisi intelektual, kaderisasi, advokasi, serta keberpihakan terhadap persoalan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya membangun organisasi yang tidak bergantung pada satu figur.
“Ketua itu hanya satu orang, tetapi organisasi adalah milik seluruh kader. Karena itu, saya tidak ingin membangun SEMMI yang kuat karena ketuanya, tetapi SEMMI yang kuat karena kader-kadernya,” tegasnya.
Menyatukan Kader, Bukan Mempertajam Perbedaan
Dalam menghadapi Konfercab, Pratama menyadari bahwa perbedaan pandangan dan pilihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses demokrasi organisasi.
Namun, ia mengingatkan agar kontestasi kepemimpinan tidak membuat hubungan antarkader menjadi terpecah.
Baginya, persaingan dalam Konfercab harus menjadi kompetisi gagasan, bukan kompetisi untuk saling menjatuhkan.
“Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai berbeda tujuan. Tujuan kita tetap sama, yaitu membesarkan SEMMI Langsa dan memastikan organisasi ini tetap menjadi ruang perjuangan bagi kader,” ungkapnya.
Pratama pun menyatakan kesiapannya untuk ikut mengambil bagian dalam menyukseskan Konfercab SEMMI Langsa agar berlangsung secara demokratis, tertib, terbuka, dan menjunjung tinggi konstitusi organisasi.
Membawa SEMMI Langsa ke Ruang yang Lebih Besar
Jika diberikan amanah, Pratama mengatakan dirinya ingin mendorong SEMMI Langsa menjadi organisasi yang lebih aktif dalam melahirkan gagasan dan mengambil peran di tengah masyarakat.
Menurutnya, kader SEMMI harus memiliki keberanian untuk membaca persoalan daerah, mengkritisi kebijakan publik, menawarkan solusi, sekaligus membangun jejaring dengan berbagai elemen masyarakat.
Kaderisasi dan intelektualitas, menurut Pratama, akan menjadi fondasi utama dalam membangun organisasi.
“Saya ingin kader SEMMI bukan hanya dikenal karena organisasinya, tetapi dikenal karena gagasannya, kapasitasnya, dan kontribusinya untuk masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, kepemimpinan ke depan harus mampu membuka ruang yang lebih luas bagi seluruh kader untuk berkembang dan mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
Bagi Pratama, menjadi Ketua Umum bukanlah tentang memperoleh sebuah jabatan, melainkan menerima mandat, tanggung jawab, dan beban perjuangan.
“Kalau saya diberikan amanah, saya tidak menjanjikan bahwa semuanya akan mudah. Tetapi saya bisa menjanjikan satu hal: saya akan bekerja bersama kader dan tidak meninggalkan proses perjuangan itu sendirian,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Pratama mengajak seluruh kader SEMMI Langsa untuk menjadikan Konfercab sebagai momentum konsolidasi dan menatap masa depan organisasi dengan semangat baru.
“Mari kita jadikan Konfercab ini bukan sekadar pergantian nama di struktur kepengurusan. Jadikan ini sebagai titik awal untuk membangun SEMMI Langsa yang lebih solid, lebih intelektual, lebih berani, dan lebih bermanfaat,” pungkasnya.
Konfercab adalah ruang untuk memilih pemimpin. Tetapi yang lebih penting, Konfercab adalah ruang untuk menentukan arah perjuangan








