Menu

Mode Gelap
Satu Rumah Ludes Terbakar di Pulau Sicanang, Warga Panik Memadam kan Dengan Alat Seadanya Membongkar Borok Medan Utara: CSR Hanya Dinikmati Kroni, Rakyat Diberi Janji Palsu Kolaborasi Polisi dan TNI Respon Laporan Warga soal PETI, 12 Rakit Dimusnahkan Bupati Madina Sebut Pembersihan Sedimen di Lahan Pertanian Desa Sayurmatua Dimulai Pekan Ini Oknum lurah Kampung Lama di Duga Pungli Rp 4 juta ke Korban Banjir Warga Katanya Biar Bantuan Cepat Cair SAT LANTAS POLRES LANGKAT HADIR ATUR KEPULANGAN ANAK SEKOLAH, WUJUDKAN KAMSELTIBCAR LANTAS YANG AMAN DAN KONDUSIF

News

Hasil Mediasi Tak di Indahkan Peternak Bebek Resahkan Warga, Pejabat Pemko Binjai Diminta Tegas

badge-check


					Hasil Mediasi Tak di Indahkan Peternak Bebek Resahkan Warga, Pejabat Pemko Binjai Diminta Tegas Perbesar

Binjai | MitraPolda.com

Warga Gang Sulaiman, Lingkung 1, jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Jati Makmur, Kecamatan Binjai Utara, Sumatera Utara menyatakan sikap rasa kecewa dan protes adanya peternak bebek di kawasan padat penduduk. Pasalnya ternak tersebut membuat polusi udara seperti bau tidak sedap dan hama lalat yang menghinggap disetiap rumah yang secara otomatis mengganggu warga sekitar.

Mamik, Salah satu warga mengatakan akibat adanya peternakan bebek di wilayah tersebut, membuat aroma bau busuk dan ratusan hama lalat membuat resah mengganggu kenyamanan.

“Lalat kecil itu banyak kali, jadi penyakit sama kita kalau disekitaran ini, apalagi yang dekat baunya itu menyengat setiap hari. Kalau menurut saya memang dari ternak bebek, karena sebelumnya gak seperti ini, ada sekitar 2 bulan ini. Saya sempat mikir kalau bau itu Cuma dirumah saya saja, rupanya semua merasakan hampir semuanya bau dan ada lalat,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut warga, pihak pemerintah lurah setempat sudah berulang kali memberi peringatan kepada peternak, Namun tidak pernah di indahkan.

“Dan bahkan, baru-baru ini sudah dilakukan mediasi kedua yang dihadiri pihak kecamatan, dinas lingkungan hidup, lurah dan instansi lainnya bersama masyarakat dan peternak bebek itu” ujar warga.

Namun, menurut warga, dari pertemuan kedua tersebut, pihak peternak diminta untuk segera memindahkan ternak bebeknya dari kawasan tersebut selambat-lambatnya sebelum lebaran idul fitri (20/3) nanti.

Dia juga menjelaskan bahwa, keberadaan kandang atau ternak bebek tersebut posisinya ada di belakang gang dengan ratusan ekor bebek yang diternak. Hingga, bau dan lalat berdampak ke depan gang.

“Kita bisa bayangkan yang sampingnya lagi bagaimana, dan sudut pojok rumahnya bagaimana. Pagi sampai malam itu banyak terus lalatnya, tidur pun kita dikerumunin lalat,” ucapnya.

Dia berharap peternak bebek ini bisa memahami dan juga dapat merasakan bau menyengat yang berada disekitaran hingga ratusan hama lalat mengganggu kenyamanan mereka, untuk bisa memindahkan ternak bebek tersebut.

“Itu usaha orang, gak mungkin melarang orang untuk usaha tapi kalau bisa dipindahlah usahanya karena ini pemukiman padat penduduk. Jangan mereka yang untung kami yang kena dampaknya. Kita gak melarang orang usaha tapi kita kena dampaknya kayak hama dan bau,” jelas Mamik.

Bukan untuk pertama kali, pemilik usaha ternak bebek ini sudah kedua kalinya melakukan ternak dan dampak pada masyarakat sekitar.

“Dulu pernah juga, terus kami demo. Kalau dulu itu ternaknya campur, ada ayam, bebek, entok dan ini makin besar. Jalan satu-satunya itu dipindahkan gak mungkin kami suruh dia berhentikan atau mematikan usahanya itu,” tuturnya.

Hal yang senada juga dikatakan oleh Jumangin, sebagai warga juga mengatakan bahwa, pemilik ternak bebek ini tidak layak membuka usaha ternak bebek yang berada dipadat penduduk.

Dia juga mengakui bahwa, dirinya juga sebagai peternak dengan memiliki 20 ekor. Namun, dikelola dengan baik agar tidak mengganggu masyarakat sekitar.

 

“Saya pas sebelah rumahnya. Pintu dan jendela saya gak bisa buka lagi karena bau dan lalat banyak. Saya juga peternak, tapi saya buat bagus mulai dari pembuangan dan lainnya. Kalau dia disitu semua makanya bau,” terangnya sebagai warga yang sudah 50 tahunan lamanya tinggal dilokasi tersebut.

Jumangin sebagai tetangganya juga pernah mengingatkan bahwa, ternak yang dimiliki itu akan bau nantinya. Sebab, lokasi ternak bebek yang dibuat pemilik tertutup dan tanpa ada aliran pembuangan.

Mujiah, juga merasakan banyaknya lalat yang hinggap setiap hari dirumah.

“Kita saling menjaga satu sama lain harusnya,” tambahnya yang berada didepan rumah lokasi ternak bebek ini.

Sebelumnya diketahui, pihak Lurah dan Kepling sudah datang kelokasi ternak bebek tersebut untuk memantau dan meninjau, namun permintaan untuk dipindahkan tidak digubris sama pemilik usaha.

Warga khawatir akan menjadi wabah penyakit dan nantinya warga akan merencanakan demo, jika peternak bebek tersebut tidak bisa memindahkan usaha ternaknya ke lokasi yang layak atau tidak padat penduduk. Hal ini mengingat pentingnya kesehatan masyarakat disekitaran.

Sesuai dalam Peraturan Daerah Kota Binjai nomor 6 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, bahwa ketertiban umum dan ketentraman masyarakat adalah suatu keadaan dinamis yang memungkinkan Pemerintah, Pemerintah Daerah dan masyarakat dapat melakukan kegiatannya dengan tenteram, tertib dan teratur.

Untuk menunjang pelaksanaan pembangunan di daerah secara berkesinambungan, ketenteraman masyarakat dan ketertiban umum merupakan kebutuhan besar dalam melaksanakan pelayanan kesejahteraan masyarakat.

Baca Lainnya

Satu Rumah Ludes Terbakar di Pulau Sicanang, Warga Panik Memadam kan Dengan Alat Seadanya

5 Mei 2026 - 19:03 WIB

Membongkar Borok Medan Utara: CSR Hanya Dinikmati Kroni, Rakyat Diberi Janji Palsu

1 Mei 2026 - 04:12 WIB

Kolaborasi Polisi dan TNI Respon Laporan Warga soal PETI, 12 Rakit Dimusnahkan

29 April 2026 - 22:24 WIB

Oknum lurah Kampung Lama di Duga Pungli Rp 4 juta ke Korban Banjir Warga Katanya Biar Bantuan Cepat Cair

29 April 2026 - 18:59 WIB

Kapolres Langkat Tinjau Langsung Renovasi Jembatan Merah Putih Sang Bhayangkara di Secanggang

29 April 2026 - 18:58 WIB

Prajurit Petarung Kodim 0201/Medan Gelar Tradisi Pedang Pora Lepas Sambut Dandim

29 April 2026 - 18:57 WIB

Kodim 0207/Simalungun Rampungkan Jembatan Aramco di Raya Bosi, Akses Warga Kembali Lancar

29 April 2026 - 18:57 WIB

Kodim 0209/Labuhanbatu Rampungkan Pembangunan Jembatan Aramco Pasar Bilah 2B

29 April 2026 - 18:55 WIB

Lagi Dan Lagi, Warga Medan Utara Terimbas Naas Dampak Abai nya Pejabat Pemangku Kebijakan Yang Tak Peduli Nasib Rakyat

29 April 2026 - 00:19 WIB

Pos Kamling Jadi Garda Terdepan Keamanan Lingkungan, Polsek Besitang Intensifkan Sambang dan Cooling System

27 April 2026 - 01:36 WIB

Polda Riau Ungkap Praktik Premanisme Berkedok Debt Collector

26 April 2026 - 21:22 WIB

Kodim 0209/Labuhanbatu Tuntaskan Pembangunan Jembatan di Desa Sukarame Baru

26 April 2026 - 21:21 WIB

Kodim 0209/Labuhanbatu Rampungkan Pembangunan Jembatan Aramco Pasar Bilah 2B

26 April 2026 - 21:20 WIB

Andi Ardianto Terpilih Secara Aklamasi, FORMABEM Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Belawan Periode 2026-2029

26 April 2026 - 21:09 WIB

Ps Kasubsi Penmas Si Humas Polres Pakpak Bharat, Aiptu Widodo Layani Donor Darah Gol B+ Pasien RSUD Salak

25 April 2026 - 23:29 WIB

Arsyadul Afkar Terpilih sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Syariah Periode 2026–2027

25 April 2026 - 23:24 WIB

Sat Narkoba Polres Langkat Gerebek Lokasi Diduga Tempat Transaksi Sabu di Hinai

25 April 2026 - 22:58 WIB

Pangdam I/BB Pimpin Sertijab dan Tradisi Korps Pejabat Utama di Makodam I/BB

25 April 2026 - 22:55 WIB

Kepala SMAN 5 Medan Diduga Menyalah Gunakan Dana BOS

25 April 2026 - 22:55 WIB

Polsek Tambang Gelar Sosialisasi Green Policing dan Penanaman Pohon di Ponpes Az Zahra

25 April 2026 - 22:54 WIB

Trending di Lintas Peristiwa