Humbahas | MitraPolda.com
Fasilitas Ambulatorium (Amburadul) SMA Negeri 1 Pakkat di Desa Pakkat, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan kini dalam kondisi rusak parah akibat kurangnya perhatian dari pihak pengelola sekolah. Kondisi ini membuat fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi sarana penting bagi siswa.
KONDISI AMBURADUL YANG MEMPRIHATINKAN
Setelah dilakukan pemeriksaan langsung, terlihat bahwa atap amburadul mengalami kebocoran luas plapon. Dinding dalam dan luar penuh dengan noda jamur, keropeng, serta cat yang mengelupas. Peralatan kesehatan seperti tensimeter, stetoskop, dan meja pemeriksaan sebagian besar sudah tidak dapat digunakan karena tidak pernah mendapatkan perawatan. Bahkan jendela dan pintu memiliki engsel yang patah serta kaca yang retak tanpa adanya tindakan perbaikan apapun.
“Saya melihat kondisi amburadul sudah seperti ini apakah pihak sekolah tidak memperhatikan kondisi sekolah , tapi tidak ada satupun tindakan dari sekolah untuk memperbaikinya,”
KEKURANGAN PERHATIAN JADI FAKTOR UTAMA
Informasi dari beberapa sumber di dalam sekolah menyatakan bahwa masalah kerusakan pada amburadul sudah beberapa kali dilaporkan, namun selalu mendapatkan tanggapan bahwa anggaran tidak mencukupi atau ada prioritas lain. Tidak ada jadwal pemeliharaan rutin dan tidak ada petugas khusus yang ditugaskan untuk merawat fasilitas ini.
DAMPAK LUAS UNTUK SEMUA PARA SISWA
Kondisi buruk amburadul membuat layanan kesehatan bagi siswa harus dilakukan di ruangan kelas atau kantin yang tidak memenuhi standar kebersihan. Selain itu, program pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekitar
Bagaimana tanggapan pihak sekolah mengenai sekolah yang semuanya udah kropos pintu beserta plapon sekolah yang udah rusak.apakah dinas terkait tutup mata melihat keadaan sekolah yang sudah amburadul terhadap dinas terkait.
Kepala SMA Negeri 1 Pakkat, Bapak [Parlin Sihotang SPd ], belum bisa di konfirmasi mengenai sekolah tersebut karna berada diluar daerah ujar salah satu guru di sekolah tersebut .
fasilitas ini. “ apakah pemeliharaan menetapan biaya rutin yang ditetapkan tidak mencukupi? Untuk memperbaharui engsel yang patah serta kaca yang yang sebagian udah tak ada lagi.
Bagaimana tanggapan dinas pendidikan propinsi Sumatra Utara dan kepala dinas cabang terhadap dinas terkait.
Jon sianturi












