Menu

Mode Gelap
Bukan Penglaris: Mengungkap Makna Tersembunyi di Balik Foto Legendaris Ungku Saliah di Rumah Makan Padang Gema Takbir Membahana, Ribuan Peserta Meriahkan Pawai Keliling di Kecamatan Belawan Jelang Idul Fitri 1447 H, MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan Umumkan Jadwal Libur dan Aturan Baru Penggunaan Gawai Yayasan Bagas Godang Siabu Gelar Santunan Anak Yatim Pemko Medan Matangkan Persiapan Sholat Idul Fitri, Takbiran dan Pawai Kendaraan Digelar di Dua Titik WJMB Minta Tegas & Hukum Faskes Yang Menolak Pasien Darurat; Banyak Faskes Belum Faham UU Kesehatan

Lintas Peristiwa

Hari Pelleng Nasional: Gembira di Puncak Kapur Kafe Kedabuhen Jontor, Kuliner Adat Pakpak Simbol Identitas Nusantara

badge-check


					Hari Pelleng Nasional: Gembira di Puncak Kapur Kafe Kedabuhen Jontor, Kuliner Adat Pakpak Simbol Identitas Nusantara Perbesar

Subulussalam | Mitrapolda.com

Suasana penuh tawa dan kehangatan terasa di Puncak Kapur Kafe Kedabuhen Jontor, Sabtu (11/10). Di tengah sejuknya udara pegunungan, pengunjung memadati kafe yang tengah merayakan Hari Pelleng Nasional dengan promo diskon 20 persen.

 

Momen ini bukan sekadar pesta kuliner, melainkan perayaan identitas dan kearifan lokal masyarakat Pakpak, yang tersebar di wilayah Pakpak Bharat, Subulussalam, Dairi (Sidikalang), Aceh Singkil, hingga Humbang Hasundutan.

 

> “Kita ingin Hari Pelleng menjadi ruang ekspresi budaya yang membanggakan. Kafe kami ikut berpartisipasi memberi diskon 20 persen bagi pengunjung dari 10–13 November 2025,” ujar Rahman Manik, pengelola Kafe Kayu Kapur Kedabuhen Jontor, kepada awak medya.

 

Tampak hadir sejumlah tokoh Kota Subulussalam, di antaranya H. Affan Alfian Bintang, Buyung Tinambunen, dan beberapa tokoh perempuan kota yang ikut mencicipi hidangan Pelleng—nasi rempah pedas khas Pakpak yang sarat makna filosofis dan nilai sejarah.

🍲 Apa Itu Pelleng?

 

Pelleng adalah makanan tradisional masyarakat adat Pakpak Dairi, berupa nasi dengan campuran rempah pedas seperti lada hitam, asam cikala, jahe, kunyit, bawang, dan serai.

Biasanya disajikan dengan daging ayam kampung pada acara adat, pesta kerja tahun, hingga penyambutan tamu kehormatan.

 

Kata pelleng dalam bahasa Pakpak berarti “panas” atau “menghangatkan” — sesuai karakter rasa dan makna simboliknya: membangkitkan semangat, menguatkan tubuh, dan memanaskan jiwa perjuangan.

 

🌿 Kandungan dan Manfaat Kesehatan

 

Setiap unsur Pelleng menyimpan fungsi gizi dan khasiat:

Bahan Utama Khasiat Kesehatan Penjelasan Ilmiah

Lada hitam Meningkatkan metabolisme & daya tahan tubuh Mengandung piperin antioksidan tinggi

Jahe Menghangatkan tubuh & melancarkan pencernaan Kaya gingerol, zat aktif alami

Kunyit Anti radang & menyehatkan hati Kurkumin bersifat hepatoprotektif

Serai Menurunkan kolesterol & anti mikroba Kandungan citral dan limonene

Daging ayam kampung Sumber protein & zat besi tinggi Menunjang pembentukan otot dan darah

Beras lokal Energi utama Karbohidrat kompleks menjaga stamina

 

Pelleng bukan sekadar makanan pesta — ia adalah “ramuan energi rakyat” yang sejak dulu menjadi santapan petani, prajurit, dan pemimpin adat Pakpak.

 

🔥 Filosofi dan Kearifan Lokal

 

Dalam adat Pakpak, Pelleng memiliki tiga makna utama:

 

1. Simbol semangat dan kekuatan. Dihidangkan sebelum bekerja keras atau berperang, sebagai bentuk “pemanasan” jasmani dan rohani.

 

2. Lambang kesatuan. Dimasak bersama-sama dalam acara kerja tahun atau pesta panen, melambangkan gotong royong dan solidaritas kampung.

 

3. Ritual penghormatan. Dihidangkan bagi tamu kehormatan atau tokoh berjasa sebagai simbol penghargaan tertinggi masyarakat adat.

 

> “Pelleng bukan sekadar makanan, tapi doa yang dimasak,” ujar seorang tetua adat di Kedabuhen Jontor dengan senyum penuh kebanggaan.

 

🇮🇩 Jejak Historis dan Makna Nasional

 

Dalam lintasan sejarah, Pelleng pernah menjadi hidangan perjuangan.

Pada masa kolonial Belanda, masyarakat Pakpak di pegunungan Dairi menyajikan Pelleng bagi para pejuang kemerdekaan sebagai simbol “api semangat perlawanan.”

 

Kini, Pelleng diakui sebagai salah satu kuliner etnografis Nusantara, sejajar dengan Rendang Minangkabau dan Naniura Batak Toba, mencerminkan keragaman rempah Nusantara yang sejak abad ke-15 menjadi identitas diplomasi Indonesia di mata dunia.

 

Bahkan, Pelleng pernah dinobatkan sebagai makanan kuliner terunik nasional dalam ajang festival kuliner di Jakarta — mempertegas bahwa cita rasa pedas-rempah Sumatera bukan sekadar rasa, tapi cerita panjang kebudayaan dan daya tahan bangsa.

 

🌾 Pesan Pelestarian dan Harapan

 

Kini, Hari Pelleng Nasional diharapkan menjadi momentum untuk: Menumbuhkan kebanggaan etnik Pakpak dalam kebinekaan Indonesia.

 

Menjadikan Pelleng sebagai ikon wisata kuliner Sumatera-Aceh.

 

Menghidupkan kembali kearifan lokal tentang kesehatan rempah Nusantara.

 

> “Pelleng adalah identitas yang harus terus dirayakan. Dari dapur Pakpak untuk meja makan Indonesia,” tutup Rahman Manik, sambil tersenyum di tengah wangi rempah yang mengepul dari dapur kafenya.//@

Reporter: Anton Tinendung

Baca Lainnya

Jelang Idul Fitri 1447 H, MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan Umumkan Jadwal Libur dan Aturan Baru Penggunaan Gawai

20 Maret 2026 - 16:44 WIB

TINDAKAN NYATA PPATK APH, ASN DAN KAJATISU ATAS SENGKETA RAKYAT TERHADAP AVANTEE RESIDENCE DIHARAPKAN SECARA TEGAS

19 Maret 2026 - 02:56 WIB

KEJARI MADINA SAMPAIKAN KETERANGAN RESMI DAN KLARIFIKASI TERKAIT ISU YANG BERKEMBANG DI MEDIA ONLINE DAN MEDIA SOSIAL PERIHAL DUGAAN KUTIPAN UANG SETORAN PENGAMANAN

17 Maret 2026 - 05:28 WIB

Satlantas Polres Langkat Patroli Jalinsum, Pastikan Arus Lalu Lintas Aman dan Lancar

15 Maret 2026 - 19:34 WIB

Konflik Avantee Residence Terus Menuai, Kajatisu dan Pemerintah di Harapkan dapat Tuntaskan Mafia Tanah

14 Maret 2026 - 19:44 WIB

Polres Langkat dan Bhayangkari Berbagi Takjil diHari ke-23 Ramadhan, Wujud Kepedulian kepada Masyarakat

14 Maret 2026 - 19:41 WIB

Kapolres Langkat Buka Puasa Bersama Insan Media dan LSM, Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas

14 Maret 2026 - 19:40 WIB

Temu Kangen dan Buka Puasa Bersama antara Anak & Ayah.FKPPI Rayon Tanjung Morawa dengan Kapendam I/BB Pererat Silaturahmitemu k

14 Maret 2026 - 05:08 WIB

Jelang Idul Fitri 1447 H, MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan Umumkan Jadwal Libur dan Aturan Baru Penggunaan Gawai

13 Maret 2026 - 01:22 WIB

Tadarus Bersama Jadi Ruang Konsolidasi Rohani Kader HIMMAH di Kampus IPTS

13 Maret 2026 - 01:21 WIB

Pangdam I/BB Serahkan Randis Dukungan Kemhan RI dan Sosialisasikan Insinerator

13 Maret 2026 - 01:19 WIB

Polda Riau Amankan Heroin dari Dua Tersangka di Bengkalis, Ditaksir Bernilai Rp68 Miliar

10 Maret 2026 - 19:44 WIB

Polsek Panyabungan Sambut Kunjungan Kerja Kapolres Madina dengan Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim

6 Maret 2026 - 04:54 WIB

Kabareskrim Apresiasi Kinerja Polda Riau Dalam Penanganan Karhutla, Minta Tindak Tegas Pelaku Pembakaran

6 Maret 2026 - 04:53 WIB

Angkatan 2004 Gel II (ZED-STP) Polresta Pekanbaru Laksanakan Buka Puasa Bersama dan Penetapan Ketua Baru

4 Maret 2026 - 19:26 WIB

Fraksi PDIP DPRD Sumut Minta BPK-RI Audit Lapangan Merdeka

3 Maret 2026 - 22:10 WIB

Polda Riau Tangkap Sindikat Pembunuh Gajah Tanpa Kepala

3 Maret 2026 - 21:48 WIB

CitraLand Tanjung Morawa Gelar Ramadhan Fair 2026, Hadirkan Bazar Dan Bantuan Sosial

28 Februari 2026 - 14:34 WIB

SAFARI RAMADHAN DI KECAMATAN SOSA TIMUR MASYARAKAT MINTA INFRASTRUKTUR JALAN JADI PRIORITAS

28 Februari 2026 - 03:10 WIB

Beranikah Polda Riau Tangkap Makelar Kasus di Riau

24 Februari 2026 - 21:46 WIB

Trending di Headline