Binjai | MitraPolda.com –
Puluhan warga lingkungan 1 Kel. Jati Makmur Kec. Binjai Utara Kota Binjai kecewa karena ada peternakan bebek yang beroperasi dikawasan padat penduduk, sehingga berdampak polusi udara (bau) tak sedap yang mengganggu warga sekitar. Selain itu, dampak dari peternakan bebek tersebut juga menimbulkan hama lalat yang berkeliaran hampir disetiap rumah warga.
Dewi, salah satu warga mengatakan setiap saat dirumah selalu dihinggapi lalat. “setiap hari rumah kami selalu di hinggapi lalat yang jumlah nya gak sikit lho” ujarnya menjelaskan kepada wartawan.

Selain itu, udara yang dihirup yang harusnya bersih, Namun berubah drastis semenjak ada yang melakukan peternakan bebek dikawasan mereka.
“bau kali lho bang, kami yang menghirupnya apalagi pada saat habis hujan ” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Agus yang tinggal tidak jauh dari peternak tersebut, mengatakan aroma busuk selalu mampir kerumah mereka.
“ ku cium aroma busuk, dah gitu lalat nya yang selalu hinggap di rumah ukurannya bukan kecil tapi besar-besar semua” tuturnya.
Agus menjelaskan bahwa adanya kegiatan ternak bebek dikawasan padat penduduk ini sangat mengganggu.
Warga lingkungan 1 sudah melaporkan ke pihak kelurahan setempat, dan bahkan sudah berulang kali pihak kelurahan datang tapi tidak mendapatkan hasil.
“sudah di lapor ke kantor lurah, dan berulang kalipun pihak lurah datang, tapi kayaknya peternak bebek itu cuek gak peduli” ujarnya kecewa.
Agus berharap, dengan adanya pemberitaan ini bisa dibaca dan sampai ke Walikota atau Wakil Walikota Binjai biar bisa membantu warga untuk menutup usaha peternakan bebek tersebut.
“mudah-mudahan aja dengan diberitakan ini, pemimpin kota Binjai bisa datang kelokasi dan menutup usaha peternakan bebek tersebut biar kami aman dari gangguan polusi udara dan hama” jelas Agus.
Dengan adanya kejadian ini warga meminta kepada pemerintah setempat bisa mengambil langkah atau tindakan kepada pemilik ternak untuk memindahkan ternaknya.
” ya semoga aja pak Walikota mau mendengar keluh kesah kami, agar bisa menegur dan merelokasi usaha peternak yang menggangu kenyamanan kami disini” tegas Agus. (syah)








