Menu

Mode Gelap
Polres Pelabuhan Belawan Gelar Sertijab Wakapolres dan Kapolsek Hamparan Perak, Sejumlah Pejabat Baru Dilantik Polantas Karib, Sat Lantas Polres Pelabuhan Belawan Kenalkan Polisi sebagai Sahabat Anak Sejak Usia Dini Sat Resnarkoba Polres Pelabuhan Belawan Tangkap Dua Pengedar dan Seorang Pengguna Sabu di Hamparan Perak POHON DITEBANG, INFORMASI DIPERTANYAKAN: DLH MEDAN DITUNTUT BUKA TERANG TERKAIT PROYEK BRT MEBIDANG Sat Resnarkoba Polres Pelabuhan Belawan Ringkus Pengedar Sabu di Medan Labuhan, Sita Uang Hasil Penjualan Grand Final Open Turnamen Mini Soccer Tobat Cup Berlangsung Sengit, Berakhir Adu Finalti

Politik

Dja Endar Moeda Harahap, Menyalakan Cahaya Pers di Zaman Sunyi

badge-check


					Dja Endar Moeda Harahap, Menyalakan Cahaya Pers di Zaman Sunyi Perbesar

Padangsidimpuan | MitraPolda.com

Ia lahir jauh sebelum kata “kebebasan pers” menjadi jargon. Tahun 1861, di Padang Sidempuan, seorang anak bernama Dja Endar Moeda Harahap tumbuh dalam dunia kolonial yang membatasi suara pribumi. Namun justru dari keterbatasan itulah, kelak lahir seorang perintis pers Melayu yang berani menyalakan cahaya melalui kata-kata.

Pendidikan membawanya ke Kweekschool Padang Sidimpuan, sekolah guru yang dirintis Willem Iskander. Di sanalah Dja Endar Moeda ditempa oleh disiplin ilmu dan bahasa, termasuk berguru kepada C. A. van Ophuijsen, sosok penting dalam sejarah bahasa Melayu. Dari ruang kelas, langkahnya kemudian bergerak ke dunia pers—sebuah medan yang kala itu tidak ramah bagi bumiputra.

Karier jurnalistiknya dimulai pada 1887 sebagai redaktur Soeloeh Pengadjar, jurnal pendidikan berbahasa Belanda. Ia memahami bahwa pena bukan sekadar alat tulis, melainkan sarana membangun kesadaran. Sebagai guru, ia mengajar di Air Bangis dan Batahan. Sebagai jurnalis, ia menulis untuk membuka pikiran.

Tahun 1892 menjadi titik balik. Ia menunaikan ibadah haji dan sepulangnya mengganti nama menjadi Haji Muhammad Saleh. Sejak 1893, Padang menjadi rumah baru sekaligus pusat perjuangannya. Di kota ini, ia mendirikan sekolah swasta dan menjadi penggerak pers Melayu melalui Pertja Barat—surat kabar yang kelak menjadikannya pribumi pertama pemilik media cetak di wilayahnya.

Di bawah kepemimpinannya, Pertja Barat bukan koran yang jinak. Ia keras, kritis, dan sering kali tajam. Isu pendidikan bumiputra, peran perempuan, adat, hingga kritik terhadap elite priyayi dan kolonial menjadi sajian rutin. Sikap ini membuatnya tak jarang berselisih dengan sesama tokoh pers, bahkan berhadapan langsung dengan hukum kolonial melalui delik pers.

Namun Dja Endar Moeda tak pernah mundur. Ketika diusir dari Padang, ia berpindah ke Kutaraja (Banda Aceh) dan menerbitkan Pemberita Atjeh pada 1906—surat kabar Melayu pertama di Aceh. Dari Aceh ke Medan, dari Padang ke Batavia, jejaknya menyebar melalui media-media seperti Insulinde, Tapian Na Oeli, Warta Berita, Minangkabaoe, hingga Pewarta Deli.

Pewarta Deli yang terbit pada 1910 mencatat sejarah penting: surat kabar Melayu pertama di Medan yang dimiliki dan dipimpin oleh pribumi, dengan redaksi yang didominasi orang Mandailing dan Angkola. Bagi Dja Endar Moeda, pers bukan sekadar usaha, tetapi alat perjuangan kolektif.

Ia juga meninggalkan warisan intelektual melalui buku “Riwayat Poelaoe Soematra” (1903), sebuah karya yang kelak menjadi rujukan penting dalam perdebatan sejarah dan identitas di Sumatra. Tulisan-tulisannya menunjukkan bahwa jurnalis sejati tidak hanya melaporkan peristiwa, tetapi juga merawat ingatan dan makna.

Hidupnya tak lepas dari tekanan, konflik, dan pengorbanan. Beberapa kali ia dipenjara, dihukum, dan disingkirkan. Namun sejarah mencatat: pers bumiputra tumbuh karena keberanian tokoh-tokoh seperti Dja Endar Moeda Harahap.

Ia wafat pada 1926 di Kutaraja, jauh dari tanah kelahirannya. Tetapi pikirannya terus hidup—dalam setiap upaya jurnalis Indonesia menjaga marwah profesi.

Pengakuan negara datang kemudian. Pada Hari Pers Nasional 2023 di Medan, ia dianugerahi Penghargaan Kepeloporan Bidang Media secara anumerta. Sebuah penghormatan yang menegaskan posisinya sebagai salah satu fondasi pers nasional.

Memperingati Hari Pers Nasional 2026, nama Dja Endar Moeda Harahap layak kembali disebut. Sebab sebelum pers merdeka, ada mereka yang lebih dulu berani—menulis di bawah bayang-bayang kekuasaan, demi suara yang tak boleh dibungkam.(AHN)

Baca Lainnya

Polres Pelabuhan Belawan Gelar Sertijab Wakapolres dan Kapolsek Hamparan Perak, Sejumlah Pejabat Baru Dilantik

15 Agustus 2026 - 11:33 WIB

Polantas Karib, Sat Lantas Polres Pelabuhan Belawan Kenalkan Polisi sebagai Sahabat Anak Sejak Usia Dini

15 Agustus 2026 - 11:24 WIB

Sat Resnarkoba Polres Pelabuhan Belawan Tangkap Dua Pengedar dan Seorang Pengguna Sabu di Hamparan Perak

14 Agustus 2026 - 11:07 WIB

POHON DITEBANG, INFORMASI DIPERTANYAKAN: DLH MEDAN DITUNTUT BUKA TERANG TERKAIT PROYEK BRT MEBIDANG

13 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Sat Resnarkoba Polres Pelabuhan Belawan Ringkus Pengedar Sabu di Medan Labuhan, Sita Uang Hasil Penjualan

13 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Diduga Berawal dari Kios BBM Eceran, Kebakaran Hebat Ludeskan 5 Kios di Jalan Veteran Helvetia

6 Agustus 2026 - 03:51 WIB

Imigrasi Belawan Hadirkan Pasporia Saat Car Free Day, Warga Bisa Urus Paspor di Hari Libur

4 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Aktivis Soroti Informasi Publik BNCT, Minta Kondisi Operasional Disampaikan Secara Transparan Sesuai Fakta Lapangan

1 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Merajut Asa di Tengah Kemiskinan Belawan: Perjuangan Arsa Kartika Menjemput Pendidikan di Bayang-Bayang Gemerlap Kawasan Industri

25 Juli 2026 - 00:18 WIB

KECAMAN KERAS ATAS KETIDAKPEDULIAN WALIKOTA MEDAN DAN MANGKRAKNYA JANJI CSR BNCT SERTA PELANGGARAN HAK PEKERJA DI BELAWAN

23 Juli 2026 - 16:18 WIB

Waduh!!! Nama Kahiyang Ayu Disebut di Sidang Korupsi Medan Fashion Festival

23 Juli 2026 - 16:11 WIB

Tragis, Ratusan Kalinya! Jalan Hancur Lintasan Belawan Kembali Renggut Nyawa Pengantin Baru, Warga: “Rico Waas Jangan Hanya Pencitraan di Atas Penderitaan Rakyat

23 Juli 2026 - 01:00 WIB

AKBP Aditya S.P. Sembiring M., SIK, Resmi Menjabat Kapolres Pelabuhan Belawan, Menggantikan Pejabat Lama AKBP Rosef Efendi, SIK., MH., CPHR.

18 Juli 2026 - 00:34 WIB

Dibalik Krisis BBM di Sumut: Tradisi Setoran dan Manajemen Elnusa Petrofin Yang Tak Kompeten

17 Juli 2026 - 00:23 WIB

PENYAMBUTAN DAN DISKUSI PROGRAM KERJA MAHASISWA KULIAH KERJA NYATA (KKN) KELOMPOK 06 IAIN LANGSA

16 Juli 2026 - 10:15 WIB

DISKUSI PROGRAM KERJA KKN MAHASISWA IAIN LANGSA KELOMPOK 2 BERSAMA PERANGKAT DESA MARLEMPANG

16 Juli 2026 - 10:10 WIB

Kabar Bahagia: Pabrik VinFast di Subang Mulai Produksi Massal, Kendaraan Listrik Segera Masuk Sumatera Utara Bersama PT Japripay Nusantara

16 Juli 2026 - 01:16 WIB

Kroni Berpesta, Rakyat Menderita: FORMABEM Nyatakan Sangat Kecewa Pada Kepemimpinan Rico Waas

13 Juli 2026 - 21:39 WIB

Jeritan Dari Medan Utara: FORMABEM Bongkar Dugaan “Tembok Tebal” Yang Halangi Nasib Pekerja Belawan Sampai ke Meja Walikota

10 Juli 2026 - 20:16 WIB

Di Balik PHK Sepihak BNCT: Ada ‘Mafia Permainan’ Yang Kebal Hukum dan Menindas Karyawan TAD/PKWT

10 Juli 2026 - 04:31 WIB

Trending di News